"Stand with victims" bukan berarti menghakimi terduga pelaku dengan opini publik. Bukan berarti menelan mentah-mentah apa yang diucapkan terduga korban. Itu artinya kasih kesempatan "korban" buat bicara dari sudut pandangnya, kasih "safe space", bukan simpati buta.
Tapi jujur ya, makin ke sini tuh "stand with the victim first" pada kasus kekerasan seksual kayaknya perlu kita evaluasi.
Makin banyak kasus tuduhan palsu yang terungkap, makin penting bagi kita untuk bersikap cermat dalam menilai setiap kasus. Karena takutnya justru kita jadi berpihak pada orang yang memfitnah (dan tanpa sadar jadi ikut memfitnah).
Aku pribadi memilih menahan kesimpulan dan tidak ikut menyebarkan tuduhan sebelum ada informasi serta bukti yang cukup untuk menilai kasusnya.
Dari perubahan paradigma ini, siapa pihak yang paling dirugikan? Tentu saja para korban kekerasan seksual yang memang beneran korban, tapi orang-orang keburu trust issue, jadi mereka terlambat mendapat kepercayaan masyarakat.
Maka terkutuklah kalian para tukang fitnah.
Singkatnya, kebodohan yang bersolidaritas
cacat & bengkoknya ideologi kufur: perempuan kalau berbuat salah pasti korban patriarki, manipulasi, trauma, atau otaknya belum berkembang 😹😹😹. makanya gak heran kalau ada perempuan bejat masih aja dibela mati-matian sama sebagian feminis. bunuh janin, jadi pelakor, jadi PSK, sampai membunuh anak sendiri, selalu ada aja narasi yang dipakai buat memaklumi pelakunya. giliran laki-laki, diam aja udah jadi ancaman, tapi di saat yang sama mereka juga membiarkan perempuan dizinahi laki-laki.
feminisme yang terjebak dalam paradigma kekorbanan ini bisa jadi racun buat akal perempuan. bikin orang susah muhasabah dan berkembang karena sibuk mencari faktor eksternal buat disalahin, seolah-olah perempuan gak punya kehendak dan tanggung jawabnya sendiri, giliran dibilang harus tergantung wali mereka ngamuk-ngamuk juga. standar benar dan salahnya bergantung kepada jenis kelamin.
siapa pun yang beranggapan perempuan juga bisa zalim, manipulatif, kejam, dan melakukan kesalahan atas kehendaknya sendiri bisa langsung diframing gotcha momentnya misoginis.
makanya sebagai muslim, cukupkan diri dengan deen. kita punya standar benar dan salah yang konsisten dan teruji, bukan ideologi plintat-plintut berubah-ubah tergantung kepentingan.
gak jelas banget wkwkw.
Ecchibon retweeted
Udah terverifikasi dua langkah berarti fixxxxx suka main perempuan, berjudi, dan minum miras itu jelek banget guys 😔🙏
youtu.be/PqTRMsd8uRQ?si=bZx0…
This song describes me, but in the reverse story where I’m the one who hurt her.










