Pinned Tweet
Dalam 4 pertandingan terakhir, Inter berhasil meraih 2 kemenangan, 1 hasil imbang, dan sekali menelan kekalahan. Uniknya, dalam 4 pertandingan tersebut, Inter selalu kebobolan 2 gol lebih dulu. Nah, sa mencoba membaca fenomena itu lebih jauh dan sa jelaskan lewat #AnalisisSotoy
Aku ketiduran karena sudah tahu timku akan menang. Kamu ketiduran karena ga siap melihat tim idolamu kalah. Kita beda, Kawand. Wkwkwkwk.
Wah, tim dengan logo oval, berisi tanda + dan garis vertikal, serta berisi inisial nama tim & tahun lahir, menang dengan selisih 2 gol. Selamat ya.
Pada pekan ke-11 Serie C, Inter U-23 menang dengan skor 2-1 atas Scafatese. Gol penentu kemenangan Inter dicetak melalui tendangan bebas oleh Mattia Marello. Bek kiri yang baru ditebus dari Udinese ini sepertinya punya prospek cerah. Udah tatoan pula.
My captain sekaligus my striker yang lagi cedera aja dapat urutan ke-22. Your captain atau your striker yang sehat-sehat aja itu ada di urutan ke berapa?
Mosconi sebenarnya dibawa juga di pertandingan vs Fiorentina. Cuma yang dipilih masuk adalah Lavelli. Kayaknya sih karena Lavelli lebih siap diajak duel fisik.
Di Serie C, Mosconi malah lebih tajam dengan bikin 4 gol dari 7 pertandingan.
Siapa misalnya, Bang?
Replying to @InteristaLK
Kalau di epl primavera sama tim inti berarti ga ada gap ya? Kok bisa langsung nyetel?
Kalau dilihat dari sini baru jelas, Bang. Posisi De Gea lebih dekat ke tiang kanan, begitu juga dengan Thuram. Tapi kalau diperhatikan, kuda-kuda De Gea lebih siap untuk lompat ke kiri (dari gambar). Kalau ditembak ke tiang jauh, sa yakin De Gea bakal lompat.
Contoh lain kiper yang refleksnya bagus, tapi "mati" di tiang dekat. Stankovic yang punya refleks bagus, terlambat bereaksi ketika bola sepakan lawan mengarah ke tiang dekat.


















