Hai pak Menteri, jangan menangisi mereka yang membawa salib, tapi tangisi dirimu sendiri dan penguasa yang membuat dan menjalankan program menyengsarakan rakyat.
jadi gini guys, natalius pigai sangat menyayangkan ada yang bawa salib waktu demo di bundaran hi
natalius pigai bilang salib seharusnya dikibarkan buat melawan kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan, bukan karena rebutan kekuasaan atau jadi alat kelompok politik
menurutnya, membawa salib di aksi ini seperti menentang program pemerintah, mulai dari sekolah rakyat, makan bergizi gratis, koperasi merah putih, cek kesehatan gratis, kampung nelayan, sampai rumah rakyat. dia bilang program itu sejalan dengan ajaran gereja soal berpihak pada orang miskin
dia menyarankan jangan menjual salib untuk politik. dia mencontohkan dirinya yang membela orang miskin sampai akhirnya jadi menteri pada 21 oktober 2024, dan bilang ada tujuh menteri dan wakil menteri di kabinet yang sepemikiran dengannya
di bagian akhir, dia menyebut dua tokoh yang katanya pernah memimpin kelompok itu lalu berakhir "masuk kotak sampah", dan menuduh pembawa salib sekarang ikut tokoh itu lagi. dia menutup dengan pesan jangan sombong dan arogan memainkan salib kristus
nah menurut kalian guys, simbol agama di demo itu wajar buat menyuarakan keberpihakan ke orang miskin, atau sebaiknya dipisahkan dari politik?
Kemarin ada acara mahasiswa yang memperingati hari Sumpah Pemuda bersama pak Menteri Rafli Ahmad. Salah seorang mahasiswa dengan wajah kucel ditanya:
“Mas dari kampus mana?”
Dia bingung clingukan dan tiba2 inget.
“Dari kampus PSI”
Ternyata kampus tempat kebohongan anak-anak muda.
1928 Sumpah Pemuda
1998 sumpah Rakyat Indonesia
2024 sumpah aku gak pilih mereka yang membawa Indonesia terpuruk.
Jika pertandingan bola besok antara Belanda melawan Jepang untuk memperebutkan Indonesia maka bisa dipastikan hasilnya akan Seri. Karena Indonesia sudah tidak ada rempah2 yang ada remah-remah saja.
Nigeria, 25 Mei 2026
Nabi Musa KW
Seorang pria di Nigeria mengaku sebagai nabi dan mencoba membelah laut di pantai dengan membawa tongkat. Aksi tersebut meniru kisah Nabi Musa namun berakhir dengan kegagalan total.
Pria berpakaian gamis putih itu berjalan menuju bibir pantai diikuti rombongannya. Namun ombak besar justru datang dan menyapu pria beserta pengikutnya yang berada di tepi pantai.
Mungkin gagal total karena posisi kurang ke tengah.
Sebagai orang katolik kita ini harus selalu tanamkan nilai-nilai Katolik yang berpihak pada Gereja dan Negara, Bahasa kerennya:
Pro Ecclesia Et Patria
Pro Bono Publico
(Demi Gereja dan tanah air, demi kepentingan publik.)
Jangan jadi
Pro Ecclesia Et Patria
Pro Guberno Et “Solo”
Maaf Nama akunmu saja tidak mencerminkan kamu memiliki ajaran kasih, apalagi jika kamu Katolik, ajarannya jelas tentang Nostra Aetate harus selalu membangun persaudaraan dengan agama yang berbeda.
Replying to @KatolikG
Mengasihi sesama itu memang harus min.
Tapi mengasihi bukan caranya memelintir perkataan dari JK. Jelas dikatakan oleh JK membunuh orang dianggap syahid bagi Islam maupun Kristen.
Sejauh saya belajar Alkitab, saya tidak menemukan satupun kata syahid dalam Alkitab. ☺
Katomin mencoba memahami isi pidato pak JK secara utuh seperti ini;
Ketika konflik di Ambon terjadi, masing-masing pihak merasa sedang berjuang atas nama agama. Satu pihak meyakini bahwa membunuh musuh bisa menjadikannya mati syahid, sementara pihak lain percaya bahwa membunuh orang yang berbeda agama akan mengantarkannya ke Surga (bahasa pak JK syahid)
Dalam situasi tersebut, Jusuf Kalla sebagai penengah menegaskan bahwa tidak ada satu pun ajaran agama yang menjamin Surga bagi mereka yang membunuh sesama manusia. Jika hal itu dilakukan, justru balasannya adalah neraka.
Dalam ajaran Kristiani, yang diajarkan oleh Yesus Kristus adalah kasih—bukan kebencian, apalagi pembunuhan terhadap musuh. Namun kenyataannya, masih ada sebagian umat Kristiani yang memiliki pemahaman sempit dan bertolak belakang dengan ajaran kasih tersebut. Mereka menganggap bahwa membunuh orang yang memusuhinya, terutama dalam konteks agama, adalah tindakan kesatria sebagai pengikut Kristus.
Fenomena serupa juga bisa kita lihat dalam praktik kekuasaan modern, misalnya pada sosok seperti Donald Trump, yang kerap mengobarkan konflik, namun seolah merasa berada di pihak yang benar secara moral dan religius bahkan menyamakan dirinya seperti Yesus.
Lalu salahnya pak Jusuf Kalla dimana?
Penggalan Video pak Jusuf kala yang lain dalam konteks yang sama dengan yang dipersoalkan. Mohon disimak agar kita tidak menjadi umat yang kepalanya mudah gosong.
Akibat salah baca Kitab Suci:
“Kasihilah musuh-musuhmu”
eh yang terjadi malah, musuh dikirimi Bom ditembaki.
Dalam konteks sosial, kita ini kadang unik: bertikai sambil bawa-bawa nama agama, bonusnya dijanjikan Surga—seolah-olah Surga itu paket cashback kalau berhasil bikin gaduh. Padahal, kalau dicari di kitab mana pun, rasanya tidak ada ayat “bunuh dulu, check-in Surga kemudian.”
Kalau mau jujur, setelah nonton video Jusuf Kalla secara utuh, rasanya agak susah juga mencari alasan untuk tersinggung—kecuali memang niatnya dari awal sudah siap tersinggung.
Jadi kalau sampai ada yang melaporkan atas nama agama, mungkin ini bukan soal agama… mungkin soal “agenda tambahan” yang tidak masuk kurikulum kitab suci.
Apalagi Pak JK itu dikenal sebagai tokoh perdamaian, kolektor gelar doktor Honoris Causa di bidang perdamaian pula. Jadi kalau beliau dianggap bermasalah, jangan-jangan… yang melapor ini lagi curiga: “Jangan-jangan gelarnya palsu juga ya?” 😄
Ayo ditonton dan dibantu promo, gaes!
Hari pertama tayang, YOHANNA diperkirakan hanya dapat kurang dari 2.000 penonton. Tepatnya 1.684 berdasarkan tracking @cinepoint_ 😭
Jadi, yang mau nonton silakan disegerakan. Mungkin gak bertahan sampai weekend 🥹














