Ambrosius Mulalt retweeted
"jika kami sudah tidak bisa melawan, kami minta pertolongan Tuhan dan leluhur saja"
" Selum Negara Ada Kami Sudah Ada"
Masyarakat adat Tagaepe, Merauke, Papua, menanam salib merah sebagai bentuk protes atas perampasan tanah adat untuk Proyek PSN oleh pemerintah Indonesia @prabowo
#Salibmerah
Ambrosius Mulalt retweeted
Api baru saja padam di kampung. Lalu nongol orang ini seperti broker komersial, calak berbahasa dan menggunakan identitas kekuasaan menekan rakyat kecil.
Broker tanah menjadi perantara pemerintah dan korporasi untuk merampok tanah rakyat buat perluasan industri biodiesel.
Ambrosius Mulalt retweeted
Dokumen Kanada ('Canada’s Department of External Affairs Archive’) Terkait Pembunuhan Massal 1965-1966 *kajian David Webster Hubungan Indonesia-Kanada 19651966perpustakaanonline.w…
Sidang Majelis Umum PBB ke-81 diselenggarakan di New York, Amerika Serikat, pada 8–22 September 2026. Setidaknya tiga negara Pasifik—Kepulauan Solomon, Kepulauan Marshall, dan Vanuatu—menyoroti situasi pelanggaran HAM di Papua dalam forum PBB.
Ketiga negara tersebut mendesak pemerintah Indonesia @prabowo untuk memberikan akses kepada PBB guna melakukan investigasi. Menanggapi desakan tersebut, pemerintah Indonesia membantah terjadinya pelanggaran HAM berat di Papua.
youtu.be/sPtcRevV3nw
" Selum Negara Ada Kami Sudah Ada"
Masyarakat adat Tagaepe, Merauke, Papua, menanam salib merah sebagai bentuk protes atas perampasan tanah adat untuk Proyek PSN oleh pemerintah Indonesia @prabowo
#Salibmerah
Dokumenter aksi #IndonesiaSadar sudah tayang di YouTube Watchdoc Image.
youtu.be/ZNoM6SxRzd4
#Watchdoc
Ambrosius Mulalt retweeted
Dokumenter aksi #IndonesiaSadar sudah tayang di YouTube Watchdoc Image.
youtu.be/ZNoM6SxRzd4
#Watchdoc
Ambrosius Mulalt retweeted
Karhutla Papua Selatan mengancam pangan, air, habitat, dan kesehatan, menurut Paschalina Rahawarin. Franky Samperante meminta tanggung jawab korporasi diusut.
Simak liputan lingkungan dan kehidupan warga Papua di jubi.id.
#PengungsiInternalPapua #IDPsPapua #Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter #Karhutla #PapuaSelatan
🌐 Website: jubi.id | FB: JubiNews | X: @News_jubi | IG: newsjubi | TikTok: @jubinews | YouTube: @jubinews
Ambrosius Mulalt retweeted
Ada peribahasa katak dalam tempurung, Tempurung Istana bekerja dalam cara dan situasi yang berbeda
Baca selengkapnya.
tempo.co/kolom/presiden-prab…
Ambrosius Mulalt retweeted
KETIKA KOLONIALISME MENGUBAH SEJARAH PROSTITUSI DI INDONESIA
Kolonialisme tidak hanya mengubah peta kekuasaan dan arus perdagangan di Nusantara. Ia juga mengubah kehidupan sosial.
Pertumbuhan kota pelabuhan, garnisun militer, dan perkebunan menciptakan kondisi baru bagi hubungan domestik dan seksual. Praktik perbudakan dan konkubinasi yang telah ada beradaptasi dalam tatanan kolonial, sementara hubungan seksual komersial semakin berkembang.
Sejarah ekonomi kolonial juga merupakan sejarah tentang tubuh, relasi kuasa, dan kehidupan manusia.
Berdasarkan artikel Profesor Terence H. Hull, From Concubines to Prostitutes: A Partial History of Trade in Sexual Services in Indonesia.
#SejarahIndonesia #SejarahKolonial #SejarahNusantara #CatatanNusantara
Ambrosius Mulalt retweeted
Jangan khianati konstitusi &tolak militerisasi!
Ptanggungjwbkan planggaran beratHAM MasaLalu di Pngadilan HAM ad hoc dgn jujur krn pnegakan hukum&HAM adlh tnggungjwb negara trutama pmrintah.
Sampai jumpa @AksiKamisan tg.5/11/26
@dipanggilwawan krbn Semanggi I
Ambrosius Mulalt retweeted
Salib merah terlihat pada aksi Indonesia Sadar kemarin. Mahasiswa membawa salib merah itu karena bercermin dengan situasi yang terjadi di Papua. Menurutnya, salib merah ini menandakan bahwa tanah tempat mereka aksi adalah milik rakyat. Bukan milik oligarki maupun Prabowo-Gibran.
#IndonesiaSadar #Watchdoc
Paus Fransiskus menyampaikan metafora Gereja sebagai church as a field hospital after battle ("rumah sakit lapangan") pada bulan Agustus 2013 dalam sebuah wawancara mendalam dengan Pastor Antonio Spadaro, SJ, selaku pemimpin redaksi jurnal Jesuit Italia bernama La Civiltà Cattolica. Wawancara bersejarah tersebut dilaksanakan di Domus Sanctae Marthae atau Rumah Santa Marta, yang merupakan tempat tinggal Paus di Vatikan, dan kemudian dipublikasikan secara serentak pada tanggal 19 September 2013.
Kutipan langsung dari wawancara tersebut dalam terjemahan bahasa Indonesia berbunyi sebagai berikut:
"Hal yang paling dibutuhkan Gereja saat ini adalah kemampuan untuk menyembuhkan luka-luka dan menghangatkan hati umat beriman; Gereja membutuhkan kedekatan. Saya melihat Gereja sebagai sebuah rumah sakit lapangan seusai pertempuran. Tidak ada gunanya menanyakan kepada seseorang yang terluka parah apakah kolesterolnya tinggi atau berapa kadar gula darahnya! Anda harus menyembuhkan luka-lukanya. Setelah itu baru kita bisa membicarakan hal-hal lainnya. Sembuhkan luka-luka itu, sembuhkan luka-lukanya... Dan Anda harus memulainya dari bawah."
Paus Fransiskus kemudian mengabadikan serta menegaskan kembali visi pastoral tersebut dalam anjuran apostolik pertamanya yang sangat penting berjudul Evangelii Gaudium atau Sukacita Injil, yang diterbitkan secara resmi pada tanggal 24 November 2013. Dalam dokumen tersebut, khususnya pada nomor 49, Paus menegaskan orientasi kepemimpinannya dengan pernyataan sebagai berikut:
"Saya lebih menyukai Gereja yang memar, terluka, dan kotor karena telah berada di jalan-jalan, daripada Gereja yang sakit karena dikurung dan berpegang teguh pada keamanannya sendiri."
Sumber:
facebook.com/share/19azHDmFz…
#Lawan #popefrancis #papafrancesco #vatican #gerejakatolik
Ambrosius Mulalt retweeted
Hari ini tg.29/10/26 diJakarta ada @AksiKamisan
Dengan semangat Sumpah Pemuda, seharusnya pemerintah mnjamin hak generasi muda mnyampaikan pendapat, dan bebas dari intimidasi serta ancaman dlm bentuk apapun.
@dipanggilwawan korban Semanggi I -13 November 1998
Ambrosius Mulalt retweeted
KNPI Jayawijaya mendesak investigasi independen atas penembakan tiga warga di Nduga serta evaluasi pendekatan keamanan. Dua warga meninggal, satu terluka.
Kunjungi jubi.id untuk menjelajahi berita dan informasi lain tentang Tanah Papua.
#PengungsiInternalPapua #IDPsPapua #Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter #Nduga #KNPIJayawijaya
🌐 Website: jubi.id | FB: JubiNews | X: @News_jubi | IG: newsjubi | TikTok: @jubinews | YouTube: @jubinews
Ambrosius Mulalt retweeted
Hingga pukul 23.58 WIB, TAUD telah mendata setidaknya 13 orang massa aksi yang ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa. Satu di antaranya adalah anak.
Saat ini, LBH Jakarta/TAUD sedang mendampingi pemeriksaan massa aksi yang ditangkap.
Ambrosius Mulalt retweeted
#MEDIARELEASE: #WestPapuan Civil Society Coalition Demands Unconditional UN and #Pacific Access Following Regional Diplomatic Push
🔗Read here: pang.org.fj/west-papuan-civi…
Ambrosius Mulalt retweeted
30 months. $25k damage bill from showing up for the movement. Repairs are still unfinished, and I remain unable to accept proper regional work because my only asset still cannot be used effectively in the field.
Ambrosius Mulalt retweeted
Kitorang tidak ikut strike di kota. Kita bertahan di kampung memadamkan api ; mengamankan tanah, hutan, air ; mencari makan di dusun, untuk kita makhluk bumi hidup hari ini, besok dan seterusnya.
Ambrosius Mulalt retweeted
Dekarbonisasi cuma topeng! Proyek CCS Sukowati & gasifikasi batubara Kutai Timur bukan solusi iklim, tapi siasat perpanjang napas industri ekstraktif via carbon offset.
Bagaimana logika sesat ini bekerja? Simak selengkapnya dalam video Jejak Ekstraktif berikut.
Bongkar-bongkar Solusi Palsu “Energi” di Sukowati & Kutai Timur
Dekarbonisasi cuma kamuflase! Proyek CCS/CCUS Sukowati & gasifikasi batu bara Kutai Timur bukan solusi iklim, tapi siasat melanggengkan energi fosil.
Ternak Klonial indonesia hanya bisa menyamakan manusia dengan monyet 🤣🤣.
Di West Papua trada #Monyet kecuali diluar Papua, maksud anda klonial indonesia?






































