Nivan Qaim retweeted
Presiden Prabowo Subianto menerima 10 mantan Kapolri di Hambalang, Bogor. Pertemuan tersebut menjadi perhatian publik di tengah perkembangan situasi di tubuh Polri dan kasus dugaan penyadapan ilegal yang saat ini ditangani Bareskrim.
Dalam perkembangan terbaru, Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Prabowo dan sejumlah pihak lain. Namun, kabar mengenai dua mantan Kapolri yang disebut ikut ditangkap telah dibantah Kabareskrim.
#SINDONews #iNewsMediaGroup #PrabowoSubianto #MantanKapolri #Hambalang
Nivan Qaim retweeted
Maksud hati mau dapat simpati dgn harapan masii ada kepedulian WNI yg stay di LN. Mencoba meroasting RI 1 dgn karhutla tapi fakta sebaliknya “Presiden Indonesia Prabowo Subianto mendapat kepercayaan dari PM Italia Giorgia Meloni”
Benci lu di bales fakta!
(IG: paulinagmaria)
Nivan Qaim retweeted
“Masa depanmu yang dahulu terlihat samar, kini perlahan mulai tampak semakin jelas.”
#prabowo #Indonesia🇮🇩
Sumber: instagram.com/p/DfdhHrvGSLz/…
Nivan Qaim retweeted
KOPDES LANGSUNG DISERBU MASYARAKAT!
Lho, katanya Kopdes bakal gagal? Katanya tidak mampu bersaing? Katanya cuma menghambur-hamburkan uang negara?
Sekarang masyarakat datang berbondong-bondong karena ternyata harga barangnya jauh lebih murah dibandingkan minimarket besar.
Lalu, selama ini kita sedang disuguhi narasi apa?
Gila! Begitu kuatnya upaya membangun citra buruk Kopdes, seolah-olah keberadaannya adalah ancaman dan pasti gagal. Sampai-sampai sebagian netizen ikut menjadi corong propaganda, menyerang sebelum melihat, menghujat sebelum membuktikan.
TERNYATA YANG DIANGGAP TIDAK BERGUNA ITU JUSTru DICARI MASYARAKAT!
Kopdes bukan sekadar tempat belanja. Jika dikelola dengan benar, Kopdes bisa menjadi ruang tumbuh UMKM, memperluas pasar produk lokal, membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau, sekaligus menghadirkan alternatif dari dominasi jaringan ritel besar.
Kepada para pengkritik yang terlalu sibuk meramalkan kegagalan, bagaimana sekarang? Sudah melihat sendiri respons masyarakat?
Kritik itu perlu, pengawasan itu wajib. Tetapi kalau belum melihat hasil sudah sibuk mengubur citranya, itu bukan kritik yang cerdas. Itu namanya terjebak dalam prasangka.
JANGAN-JANGAN YANG KALIAN TAKUTKAN BUKAN KOPDES GAGAL, TETAPI KOPDES BERHASIL DAN RAKYAT PUNYA PILIHAN SELAIN JARINGAN BISNIS BESAR.
Ekonomi rakyat harus diberi kesempatan untuk tumbuh. Jangan sampai rakyat terus-menerus menjadi pasar bagi yang besar, tetapi ketika rakyat membangun kekuatan ekonominya sendiri, justru kalian yang paling ribut!
RAKYAT SUDAH BISA MENILAI. TIDAK PERLU LAGI DIAJARI MEMBENCI SESUATU YANG NYATA-NYATA MEMBERI MANFAAT.
Nivan Qaim retweeted
SALAM 3 JARI, TANGGAL 3, DAN 3 JENDERAL 👀
▸ pidato "pertandingan antara jenderal, saya wasitnya"
▸ pengumuman resmi: 3 orang ditetapkan tersangka penyadapan tanpa prosedur — inisial LSP, ASN, dan EH. satu lagi masih saksi, inisial SU.
Nivan Qaim retweeted
#RevolusiMoral #IStandByPrabowo
#JagaPrabowo
"Pemimpin paling tulus itu Prabowo" - Gus Dur.
#fyp #viral
Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin merespons isu penangkapan eks Kapolri dan seorang menteri terkait kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Isu tersebut sebelumnya beredar luas di media sosial. Asep menegaskan kabar tersebut tidak benar. “Infonya tidak benar,” ujar Asep saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (8/11).
Dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, Polri telah menetapkan empat perwira tinggi sebagai tersangka. Mereka adalah eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta, Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. 1 Sespim Lemdiklat Polri Irjen Eko Hadi Santoso, dan Irjen Slamet Uliandi.
Tiga tersangka telah ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Sementara itu, Slamet belum ditahan karena masih menjalani pemulihan setelah sakit.
Dugaan penyadapan tersebut berlangsung selama sekitar satu tahun, yakni pada periode 2025-2026. Para tersangka diduga memerintahkan penyadapan tanpa mengikuti prosedur yang berlaku.
📸: Dok. AFP.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | perspectives | R120 | E073
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Nivan Qaim retweeted
LISTYO SIGIT DIRIKAN ORMAS BERISI 6.500 NARAPIDANA TERORIS
Saksikan tayangan lengkap bersama Selamat Ginting hanya di YouTube Akbar Faizal Uncensored.
#polri #listyosigit #prabowo #jokowi
Nivan Qaim retweeted
Saat menyebut Londo Ireng, diolok...
Saat mengatakan deep state, ditertawakan...
Begitu Pelaku Penyadapan ditangkap, semua terhenyak
Sebenarnya Presiden @prabowo sedang mengingatkan orang2 dimaksud untuk berubah dg gayanya
Begitu makin jadi, apa boleh buat ditangkaplah
Nivan Qaim retweeted
Eks Narapidana Teroris dipelihara oleh LSP bikin pasukan sendiri untuk mengacau Indonesia demi memuluskan jalan dan cita-cita nya
#GarudaMerah
Nivan Qaim retweeted
"KODE KERAS UNTUK RAKYAT" 🔥
kompilasi pidato Presiden Prabowo yang sekarang lagi rame dibahas. potongan-potongannya:
▸ "2 tambah 10 sama dengan 13"
▸ "10 tambah 6 itu kan 17 — nanti ada pertandingan antara jenderal-jenderal, saya wasitnya"
Nivan Qaim retweeted
Assalamu'alaikum...
Repost...
Akhir pekan, dengan sebuah peringatan..
Peringatan, berlanjut ke kenyataan...
Realisasikan sesuai omongan.
Perlu reaksi sekaligus tindakan tegas, imbas nya kekuasaan akan terhempas..
Hukum tegakan.
Yang salah penjarakan, hukum seberat beratnya
Penolakan Jokowi di muka persidangan menyisakan tanda tanya besar di benak publik: sejauh mana sebuah hasil laboratorium forensik yang diajukan kepolisian bersifat mutlak? Serta, adakah celah hukum bagi hakim untuk memaksa sebuah dokumen pribadi diuji kembali di tengah persidangan ini?
Nivan Qaim retweeted
"Pak Prabowo sudah tahu dirinya disadap sejak 2025. Kenapa baru dibongkar sekarang? Biar kelihatan semua siapa2 saja yang terlibat. Jadi tidak mungkin tidak disiapkan skenario pengelolaan ini"
#DesakPrabowoTangkapJokowi
#DesakPrabowoTangkapJokowi






















