Pinned Tweet
KENAPA GEN Z BANYAK DUKUNG PS DIBANDING GP ?
Apa yg ada dalam pikiran Gen Z yg berusia 17 - 25 th ?
Gw utasin deh
1. Reformasi 1998 menjd titik nadir perjalanan bangsa. Dimana pergantian rezim kepemimpinan dg mengorbankan byk jiwa, darah, air mata dan kerusakan ekonomi negara.
Opposite6888 ๐ฎ๐ฉ retweeted
Cinta tanah air berbeda dengan cinta atau dukung pemerintah.
Saya sangat cinta tanah air Indonesia tapi saya tak mendukung rezim pemerintahan ini.
Justru yg perlu dicurigai adalah mereka yg cinta dan dukung apalagi menjilat penguasa (pemerintah), sebab bisa dipastikan sikap seperti itu punya maksud terselubung, yaitu demi keuntungan pribadi dan kelompok mereka dan tentunya bukan demi tanah airnya.
Puja puji terhadap presiden @prabowo sama saja dengan menyuruh dia untuk menghancurkan negara ini termasuk pujian ketika ia mengeluarkan statemen tak takut dengan siapapun (dalam konteks negara yaitu Singapura).
Operasional negara ini setiap harinya masih disokong dengan utang,bukan karena kita tidak mampu mandiri tetapi disebabkan pengelolaan negara yg salah dan maraknya korupsi.
Dolar bisa tembus 21.000 jika para investor hengkang dari negara ini.
Hashim Djojohadikusuma.
Opposite6888 ๐ฎ๐ฉ retweeted
Sudahlah bro @DedynurPalakka aku tau kamu coba membodohi diri sendiri dan coba mengalihkan isu sebenarnya, Gibran nggak punya ijazah setara SMA makanya bahas receh terus.
Ok sini aku layani walaupun kamu kabur terus tiap ditanya mana ijazah setara SMA Gibran.๐
Yang digugat @dennyindrayana itu kementerian pendidikan terkait surat keterangan (suket) penyetaraan pendidikan SMA Gibran, kenapa mereka WO, karena itu sidang ecek-ecek. Mereka mencabut gugatan dan melakukan walk out karena menilai pihak Tergugat (Kementerian Pendidikan) tidak kunjung menghadirkan bukti dokumen dasar yang melandasi terbitnya Surat Keterangan (Suket) Penyetaraan Pendidikan Gibran Rakabuming Raka. Dan mereka tau sidang itu cuma untuk membela Gibran bukan untuk mengungkap kebenaran.
Sekarang coba tunjukkan bukti dokumen dasar yang melandasi terbitnya Surat Keterangan (Suket) dan ijazah setara SMA Gibran, aku tunggu, sekalian panggil teman-teman mu @Uki23 @DianSandiU .
Replying to @_Sadewa__
Kabur alias WO dan mencabut gugatan adalah wajah asli dari orang yang ketakutan.
Padahal saat di MK gerombolan ini kelihatan sangat bersemangat.
Ada apaโ
Padahal kalau lanjut kita masih bisa berharap menemukan sepotong kebenaran dari mulut dan fakta hukum dalam persidangan.
Eh...
Ini malah kabur dan tidak menghargai hakim dan proses persidangan.
Memalukan sih menurut saya ๐ต
Opposite6888 ๐ฎ๐ฉ retweeted
Rakyat pun dibuat ikut berbohong.
Mahasewa itu ternyata memang ada.
Ingin menutupi satu kebohongan, malah membongkar kebohongan lain kebohongan lain.
Apa ini karma tukang bohong?
@jokowi ๐คฅ
Opposite6888 ๐ฎ๐ฉ retweeted
Selain gak tau kerjanya apa.
Wapres kali ini juga menjadi Bahan Olok-Olokan Masyarakat Indonesia๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Perang sendiri di sekitar PS
Hasyim ketar-ketir juga secara dia itu pengusaha dilingkaran penguasa dan paham dampaknya seperti apa.
Mending nih adek langsung kasih tau kakaknya, itu kakaknya dapat laporan ABS.
Opposite6888 ๐ฎ๐ฉ retweeted
Ada yang masih bingung nih ditanyain โkampusnya kampus mana?โ ๐คฃ๐ค
Udahlah Raffiโฆ rakyat gak sekopong wapres lu Fi!
Yang di Bundaran HI kemarin itu mah mahasiswa beneran atau cuma sewa 50-100rb?
Yang ditanya kampus malah jawabnya PSI bahkan gak tau sama sekali.
Kampus UIPM lu aja dulu alamatnya hotel/apartemen, gelar doktornya gak diakui Kemendikbud, kuliah beneran lu juga cuma seminggu. Sekarang yang dibawa ke deklarasi Sumpah Pemuda juga sekelas itu.
Rakyat mah udah kebal sama modelan begini.
Taikotok!
๐คฃ๐ค
The real "The Power of Emak-Emak"! Aksi heroik kelompok ibu-ibu saat demonstrasi di kawasan Thamrin-Bundaran HI sukses bikin barisan intel tak berkutik.
Wakil Ketua BEM UI, Fatimah Azzahra, sempat dikepung dan diincar oleh sejumlah pria paruh baya yang diduga intel saat hendak menuju Bundaran HI.
Melihat intimidasi tersebut, para ibu-ibu yang sedang mengecek logistik langsung turun tangan, menerobos barikade, dan menarik Fatimah keluar dari cengkeraman aparat.
Pekikan tegas menggema di jalanan: "Hari ini perempuan harus di depan! Mengawal pemuda, mengawal mahasiswa, kita akan lawan! Hidup perempuan Indonesia!"
Ketika intimidasi negara makin membabi buta, solidaritas emak-emak menjadi benteng terkuat pelindung nalar kritis generasi muda. Hormat setinggi-tingginya untuk seluruh perempuan pembela keadilan! โ
Opposite6888 ๐ฎ๐ฉ retweeted
Cara licik pemerintah menurunkan angka kemiskinan.
Turunkan batas standar pengeluaran masyarakat kategori miskin.
Naikkan desil mereka ke angka 5 keatas.
Soal kenyataan dilapangan "masabodo"
Dagelan paling kocak sekaligus memilukan! Deklarasi Sumpah Pemuda buatan Polda Metro Jaya di Bundaran HI malah bongkar kebohongan sendiri.
Saat ditanya wartawan BBC, "mahasiswa" ber-almamater yang hadir malah kebingungan sebut nama kampus, ada yang dilarang sebut identitas, bahkan mengaku NGGAK IKUT DEMO. Bikin tandingan tapi eksekusinya amatiran.
Ketika narasi tandingan dan kosmetik Sumpah Pemuda dipaksakan untuk menutupi gelombang kritik publik, yang terlihat cuma lelucon mahal. Daripada sibuk bikin mobilisasi 'mahasiswa settingan' demi pencitraan, mending benahi represivitas aparat dan dengarkan aspirasi rakyat yang asli.
.
Ini anak bisa-bisanya ngaku anak Binus ๐คฆ๐ปโโ๏ธ
Sebenarnya kasihan lihat anak-anak muda modelan seperti ini. Gak punya prinsip dan sikap terhadap negerinya, cuma pengen duit dan ketemu artis doank.
Si artisnya juga goblok, emang gak dicek sama netizen mereka yang dibawa ini dari universitas mana.
@HumasPolri pake ngikut-ngikut peโa pula ๐คฃ
Penjelasan Peneliti Perludem Titi Anggraini di Podcast Abraham Samad makin memperjelas kejahatan administrasi di balik pencalonan Gibran: Suket Kemendikbud yang dipakai Gibran resmi TERBUKTI TIDAK MEMENUHI SYARAT di sidang MK.
Berdasarkan Permendikbud No. 29/2014 & SK Mendikbud ;
1. Penyetaraan SMA wajib melampirkan fotokopi ijazah fisik, sertifikat kelulusan, atau diploma resmi.
2. Yang wajib disetarakan adalah STATUS KELULUSAN TAMAT SMA, bukan sekadar "penilaian pengetahuan" apalagi Certificate of Attendance (surat hadir kelas)
Ketika Suket yang disetor ke KPU terbukti cacat prosedur dan menabrak aturan menteri, pendaftaran Wapres ini jelas berdiri di atas dokumen bodong.
Aksi walkout dan pencabutan gugatan oleh Prof. Denny Indrayana (@dennyindrayana) dan tim kuasa hukum di PTUN Jakarta adalah tamparan keras bagi transparansi hukum dan integritas Kemendikdasmen.
Langkah dramatis ini diambil bukan tanpa alasan: Pihak Tergugat (Kementerian) berkali-kali GATOT DAN ENGGAN MENGHADIRKAN BUKTI FISIK yang menjadi dasar utama terbitnya Surat Keterangan (Suket) Penyetaraan Pendidikan Gibran.
Dua poin krusial yang menguliti sandiwara persidangan ini:
1. Penyembunyian Dokumen Kunci: Pihak pengugat sudah meminta secara lisan maupun surat resmi tertulis agar Kementerian menyodorkan dokumen fisik Certificate of Attendance, transkrip nilai, hingga bukti enrollment UTS Insearch Australia yang diklaim jadi dasar penyetaraan. Hasilnya? Kementerian cuma menyodorkan berkas aturan normatif yang tidak menyentuh substansi.
2. Kebenaran yang Dibungkam: Ketika dokumen dasar penerbitan Suket itu terus disembunyikan dan tidak berani ditunjukkan di hadapan persidangan terbuka, persidangan PTUN murni berubah jadi panggung formalitas hampa. Kalau dokumennya sah dan ada, kenapa harus takut memperlihatkannya di depan majelis hakim?
Mencabut gugatan dan memilih walkout adalah bentuk perlawanan moral atas pengadilan yang dipaksa main mata dengan kekuasaan. Sikap menghindar dan kerahasiaan Kemendikdasmen ini justru semakin mengonfirmasi fakta hukum Putusan MK: Dokumen fisik dasar penyetaraan itu memang bermasalah dan tidak pernah ada yang sah.
Merinding! Di sekitar Istana Negara, gema ikrar sakral Sumpah Mahasiswa Indonesia dikumandangkan lantang oleh massa aksi Universitas Trisakti.
โ"Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan. Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan. Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan dan kemunafikan!"
Orasi tegas dari Kampus Reformasi mengingatkan kita semua: cukuplah rakyat dibungkam dan dinina-bobokkan oleh janji palsu. Ketika kejujuran dan keadilan diperjuangkan di jalanan, penguasa tidak boleh terus menutup mata. Rapatkan barisan dan kawal kedaulatan rakyat.
.
Opposite6888 ๐ฎ๐ฉ retweeted
Saat daftar Pilpres, suket setara SMA nya Orchid Park & Certificate of Attendance UTS Insearch, ternyata itu cuma sertifikat kehadiran.
Sekarang termul klaim ijazah setara SMA Gibran Advanced Diploma MDIS, ternyata itu pendidikan tinggi.
Mundur salah, maju salah.๐
@DedynurPalakka
Opposite6888 ๐ฎ๐ฉ retweeted
TEMEN TEMEN AKSI DEMO MAHASISWA TRISAKTI HARI INI HARUS DIAKHIRI KARNA POLISI BELUM KUNJUNG MAU MEMBUKA JALAN KE ISTANA. KAMI IZIN PAMIT YA!!
SALAM PERJUANGAN HIDUP RAKYAT YANG MELAWAN!!! TERIMAKASIH UNTUK TEMAN TEMAN SEMUA YANG SUDAH MAU BERKONTRIBUSI UNTUK MENYUARAKAN KEBENARAN
#INDONESIASADAR
Opposite6888 ๐ฎ๐ฉ retweeted
Gibran end, Jokowi pusing.๐
@dennyindrayana : jika mereka mengajukan Advanced Diploma, berarti mereka mengatakan suketnya salah.
Opposite6888 ๐ฎ๐ฉ retweeted
Selagi kita ributยฒ dgn negeri Singa, kebayang gak sih kalo mendiknas mereka tibaยฒ minta MDIS klarifikasi soal ijazah setara SMA yg dipermasalahkan itu!
Bakalan ganti isu nggak ya kita?๐ค
Obor perlawanan tak pernah padam! Giliran Universitas Trisakti bergerak menuju Istana Negara membawa 3 Tuntutan Rakyat (Tritura)
Dari Kampus Reformasi, mahasiswa menegaskan pesan menohok bagi penguasa: "Tidak ada jabatan yang abadi, tidak boleh ada kekuasaan tanpa batas, dan tak ada nama yang boleh jadi tameng ketidakadilan!"
3 TRITURA TRISAKTI:
1. Pulihkan ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, & kesehatan nasional.
2. Berantas inkompetensi pejabat & hapus rangkap jabatan.
3. Tegakkan supremasi sipil.
Hormat dan solidaritas setinggi-tingginya untuk Kampus Reformasi! Rapatkan barisan kawal demokrasi! โ๐ฎ๐ฉ
Opposite6888 ๐ฎ๐ฉ retweeted
RESPECT BUAT IBU INI! โ
Di saat sebagian aparat tampak seperti robotโdisuruh jaga, disuruh bubarkanโseolah lupa bahwa di hadapan mereka ada sesama manusia yang punya hak untuk didengar.
Aparat digaji dari pajak rakyat, bukan untuk kehilangan empati terhadap rakyat!
Tegas boleh, tetapi jangan sampai kemanusiaan hilang.















