
ALT #TahukahKamu, Indonesia menghadapi tantangan berat badan berlebih dan obesitas yang terus bertambah? Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 mengindikasikan bahwa 23,4% orang dewasa di atas 18 tahun mengalami obesitas, kenaikan signifikan dari angka 15,4% satu dekade lalu. Untuk membantu mengatasi masalah ini, WHO mendukung Pemerintah Indonesia menerapkan label gizi depan kemasan. Label ini membantu konsumen mengidentifikasi dengan cepat opsi-opsi lebih sehat tanpa harus mencerna tabel nilai gizi yang terperinci. Selengkapnya: bit.ly/4yhP4B2

ALT Dalam rangka membantu mempersiapkan para perawat dan bidan untuk masa depan, WHO Collaborating Centre for Nursing and Midwifery Development di lingkup Poltekkes Kemenkes Indonesia melaksanakan webinar internasional pada Juni 2026. Kegiatan ini mengundang pakar-pakar WHO serta perwakilan Kementerian Kesehatan, lembaga akademik, dan tenaga kesehatan untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan, kepemimpinan, dan penelitian keperawatan dan kebidanan dapat merespons kebutuhan kesehatan yang terus berkembang dengan lebih baik. Selengkapnya: bit.ly/4znDGnW

ALT Pada 4–6 Juni 2026, Kementerian Kesehatan, dengan dukungan WHO dan para mitra, mengadakan pertemuan validasi multisektoral untuk laporan Tracking AMR Country Self-Assessment Survey (TrACSS) 2026 Indonesia. Perwakilan dari sektor kesehatan manusia, hewan, perikanan, pangan dan pertanian, dan lingkungan hidup; lembaga penelitian; dan mitra pembangunan mengkaji kemajuan Indonesia terkait AMR serta memvalidasi bukti-bukti yang mendukung jawaban untuk survei ini sebelum diserahkan. Dalam pertemuan ini, WHO memaparkan hasil TrACSS Indonesia tahun 2025 dan memfasilitasi sesi-sesi teknis tentang struktur, prinsip penilaian, dan proses penyerahan survei 2026. Selengkapnya: bit.ly/4z52EIN

ALT Foto hitam-putih lalu lintas padat di kawasan perkotaan dengan gedung-gedung tinggi yang tampak tertutup kabut polusi udara. Teks pada gambar: “Apa yang Harus Dilakukan Untuk Melindungi Diri Dari Dampak Kesehatan Akibat Polusi Udara? Simak beberapa tips berikut”. Grafis WHO Indonesia tentang perlindungan kesehatan saat kualitas udara buruk.

ALT Carousel WHO Indonesia tentang cara melindungi diri dari polusi udara. Ilustrasi orang beraktivitas dan seseorang mengenakan masker. Teks menyoroti pentingnya tetap aktif dengan memilih waktu dan lokasi yang lebih aman saat kualitas udara buruk, mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, serta menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulut dan pas di wajah untuk membantu mengurangi masuknya partikel berbahaya.

ALT Carousel WHO Indonesia tentang perlindungan kesehatan dari polusi udara. Siluet orang di dalam ruangan dekat jendela dan foto seseorang di area dalam ruangan. Teks menjelaskan pentingnya menjaga kualitas udara di dalam ruangan, memastikan ventilasi yang baik, serta berpindah sementara ke tempat dengan udara yang lebih bersih ketika tingkat polusi meningkat.

ALT Carousel WHO Indonesia tentang langkah mengurangi dampak kesehatan polusi udara. Foto area bebas rokok dan seseorang menggendong anak kecil. Teks mengimbau untuk menghindari sumber tambahan polusi udara seperti merokok dan pembakaran terbuka, serta melindungi kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan penyakit jantung atau paru-paru.

ALT Carousel WHO Indonesia tentang kualitas udara dan kesehatan. Foto seseorang memegang telepon genggam untuk memantau informasi dan ilustrasi konsultasi dengan tenaga kesehatan. Teks mengajak masyarakat mengikuti informasi resmi tentang kualitas udara, mengenali gejala dampak kesehatan akibat polusi udara, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas, nyeri dada, pusing berat, atau perburukan kondisi kesehatan.

ALT Pada 8–9 Juli 2026, Kementerian Kesehatan, WHO Asia–Pacific Centre for Environment and Health in the Western Pacific Region (ACE), dan WHO Indonesia meluncurkan Knowledge, Assessment & Targeted Action for Local Implementation and Solutions for Heat-Health (KATALIS-HEAT), berkolaborasi dengan Global Heat Health Information Network (GHHIN) Southeast Asia Hub, Kementerian Lingkungan Hidup, serta BMKG. KATALIS-HEAT membentuk pemahaman komprehensif akan dampak-dampak kesehatan dari cuaca panas di Indonesia serta mendorong aksi lintas sektor dan tingkat pemerintah untuk bersiap serta merespons cuaca panas ekstrem.

ALT Di Merauke, Suster Monica Simarmata membantu menjembatani keluarga, guru, dan tenaga kesehatan agar lebih banyak anak mendapatkan imunisasi yang mereka butuhkan. Berkat kolaborasi yang kuat dan komunikasi yang terbuka, semakin banyak anak terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, membuktikan bahwa langkah kecil dapat membawa dampak besar bagi kesehatan generasi masa depan.

























