mi retweeted
Justru itu, kok bisa living cost di NEGARA BERKEMBANG lebih mahal dibanding NEGARA MAJU? Make it make sense
mi retweeted
kita negara maritim tp seafood mahal, negara agraris tp beras mahal, negara tropis tp buah-buahan mahal, tambang dimana-mana tp BBM mahal, sawit banyak tp minyak goreng mahal..
ampun dah gua ke angka 10 aja susah bener, jangan tanya keadaanku di day 1 haid kek mana dengan hb segitu🙂
mi retweeted
satu lagi duka yang jarang dibicarakan: matinya anak kecil cerdas yang dulu tumbuh dalam diri kita. kita melihatnya memudar dan sekarat pelan-pelan. ada yang bisa hidup lagi, kebanyakan tidak.
mi retweeted
Gila anggaran 2027 dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) buat Puskesmas isunya cuma 300 jt-an. Padahal 2 tahun lalu bahkan masih tembus sekitar 1 M per Puskesmas.
Padahal BOK ini dipake buat pelayanan kesehatan luar Puskesmas kayak pemantauan penyakit menular, skrining penyakit tidak menular, tumbuh kembang anak, cek kesehatan gratis, pelaksanaan imunisasi, pelayanan ibu hamil, edukasi kesehatan, PMT, hingga operasional Puskesmas.
Lama-lama makin berat aja beban pelayanan kesehatan ini 😔
mi retweeted
Menstruasi adalah fungsi biologis, bukan gaya hidup. Memberlakukan PPN pada pembalut sementara menggratiskan kondom di puskesmas menunjukkan ketimpangan gender dalam pembuatan kebijakan publik. Pink Tax is real and it shows.
mi retweeted
padahal menstrual products termasuk kebutuhan biologis dasar yg seharusnya bisa diakses secara gratis oleh masyarakat. tapi yaaa gitu, this corrupt government isn't ready for that conversation. kan mottonya, "dimana bumi dipijak, disitu rakyat dipajak" awoakaoak jangkrikkkk
mi retweeted
UNPOPULAR OPINION:
Marriage should improve a woman’s life.
Not double her workload and cut her freedom in half.
mi retweeted
Salah satu culture shock waktu ke LN itu ngerasa kok jumlah warung/jualan di pinggir jalan tidak banyak, terus baru sadar hal itu karena warganya sejahtera dan banyak terserap d lapangan kerja formal. Warganya tidak perlu capek-capek buka usaha sendiri untuk bisa survive
Gue makin sadar pemerintah gagal menyejahterakan rakyat tuh pas tau kalo di luar negeri, restoran buka 24 jam ga sebanyak disini. F&B disana juga ga menuhin pinggir jalan kaya kita yang di depan warung padang aja masih ada gerobak cilok. Informal job kaya pengusaha, pedagang UMKM harusnya ga sebanyak ini, andai pemerintah becus buat buka lapangan kerja 19 juta yang dijanjiin siapa gitu.
otak lu dulu noh disetting





















