Truth Seeker (@astonix) header
Truth Seeker (@astonix) profile picture

ICS/SCADA/IoT CyberSecurity Engineer

/root
Joined October 2009
Photo by Truth Seeker (@astonix)Photo by Truth Seeker (@astonix)Photo by Truth Seeker (@astonix)Photo by Truth Seeker (@astonix)Photo by Truth Seeker (@astonix)Photo by Truth Seeker (@astonix)Photo by Truth Seeker (@astonix)Photo by Truth Seeker (@astonix)Photo by Truth Seeker (@astonix)
Replying to @labanux
Hmm...
2
1
7
UPDATE! KOMPOLNAS MINTA PROPAM TURUN TANGAN SOAL SANTRIWATI SUKOHARJO! Masih ingat kasus 12 santriwati usia 10-16 tahun & 4 ustazah di Ponpes HQ Laban, Mojolaban yang dibawa polisi Selasa 27 Okt 2026 jam 03.20 WIB?
55
1,227
13
2,638
32,384
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ ๐Ÿšจ INDONESIA: 679,000 DOCUMENTS ALLEGEDLY TIED TO THE PRESIDENT'S OFFICE LEAKED A threat actor using the alias "Sarxeyel" claims on an underground forum to have about 679,000 documents allegedly linked to the Office of the President of Indonesia. The actor alleges the data includes: * Official correspondence and letters * Government documentation and archives Access is gated behind forum interaction, and no sample has been verified. None of this has been independently confirmed. โš ๏ธ Analyst Note: If authentic, leaked executive-branch correspondence could expose policy discussions and the personal details of citizens who wrote to the office, and could be used for highly convincing government-themed phishing. Unverified threat-actor claim, NOT confirmation of a breach. #DDW #DarkWeb #Indonesia #Government #DataLeak #ThreatIntelligence
80
407
85
1,194
69,713
There is a version of poverty most people never talk about.Full grown adults who never learned to swim, cycle, skate, or play an instrument. People who never took a gap year, never traveled, never spoke a second language. It is not a lack of interest. It is a lifetime of hustling
149
8,841
435
55,520
1,003,752
Truth Seeker retweeted
Nama: Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan. T. Tgl lahir: Medan Sumut 16 Pebruari 1970. Pangkat: Inspektur Jenderal (bintang dua) Agama: Kristen Katolik. Memimpin langsung operasi tanpa rasa kemanusiaan. Mendobrak pesantren, menginterogasi wanita dan bocah dibawah umur pada waktu tengah malam dengan bersenjata laras panjang. Untuk mencari dalang pembakaran warung mie BABI. Lebih berharga BABI ketimbang manusia.
Hutan ribuan hektar kalah berharga dibanding satu warung jual mie babi. ~kenyataan~
678
3,302
111
6,515
240,555
Truth Seeker retweeted
Wow. Yamaha withdraws from next weekend's Qatar GP.
23
105
82
932
60,991
Menginjak-injak agama hanya demi pujian dari kaum kafir.
This quoted post is unavailable.
81
411
109
3,888
147,269
Truth Seeker retweeted
Kami Bangga Padamu, Veda! ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ† Sedulur, kabar baik datang dari dunia Moto3, setelah Putra Gunungkidul, Veda Ega Pratama, berhasil meraih podium kedua di ajang Moto3 Malaysia 2026! ๐Ÿฅˆ #PemdaDIY #VedaEgaPratama #Moto3Malaysia #HumasJogja
2
1
8
1,086
Pernyataan Sikap atas Jumpa Pers Kepala Kepolisian Daerah dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Yg saya dan masyarakat tanyakan adalah cara aparat memperlakukan anak-anak perempuan. Yg dijawab justru terorisme dan izin pesantren. Saya telah menyimak jumpa pers Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Mapolda Jateng, Jumat, 30 Oktober 2026. Saya menghargai komitmen Pemerintah Provinsi untuk memberikan pendampingan psikologis dan menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak yg terdampak. Itu langkah yg benar. Namun dengan berat hati saya harus mengatakan: jumpa pers itu tidak menjawab pertanyaan publik. Masyarakat umum, MUI, PBNU, ormas Islam, dan para wakil rakyat tidak sedang mempersoalkan apakah polisi boleh memburu buronan. Yg dipersoalkan adalah mengapa pintu asrama putri didobrak pukul 03.20 dini hari? Mengapa anak-anak ditodong laras panjang sebelum sempat menutup aurat? Dan mengapa mereka diperiksa tanpa didampingi wali? Pertanyaan itu malah dijawab dengan dua topik lain: terorisme dan administrasi pesantren. Bagaimana pun, masa lalu tersangka bukan dosa para santriwati! Dalam jumpa pers disebutkan bahwa tersangka dan buronan kasus pembakaran warung adalah mantan narapidana terorisme. Saya tidak membantah informasi itu, dan saya mendukung penuh perburuan terhadap pelaku. Tetapi rekam jejak dua orang dewasa tidak boleh ditempelkan pada belasan anak perempuan yg sedang tidur di asramanya. Polda Jateng sendiri menyatakan belum menyimpulkan adanya kaitan kedua lokasi dengan jaringan terorisme. Buronan yg dicari tidak ditemukan di sana. Para santriwati yg dibawa berstatus saksi, bukan tersangka. Maka, mengaitkan peristiwa ini dengan terorisme di hadapan kamera, sebelum ada kesimpulan apa pun, hanya akan melahirkan stigma yg menempel pada anak-anak itu seumur hidup. Saya juga menyesalkan penyebutan bahwa para perempuan dan anak di lokasi mengenakan cadar. Pakaian adalah pilihan keyakinan yg dilindungi konstitusi, bukan petunjuk kejahatan. Menyebutnya dalam konteks penggeledahan buronan sama dengan mengajak publik mencurigai jutaan muslimah yg berpakaian serupa. Jumpa pers juga menekankan bahwa lokasi di Mojolaban tidak terdaftar di Kementerian Agama, diduga merupakan rumah tahfidz mandiri tanpa izin operasional, dan tidak terkait dengan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Jombang. Pemerintah Provinsi bahkan menyatakan akan melakukan penertiban. Soal izin adalah urusan administrasi, dan itu bisa dibenahi bersama Kementerian Agama dengan cara yg baik. Tetapi status izin sebuah lembaga tidak mengurangi satu pun hak anak yg tinggal di dalamnya. Seorang santriwati di rumah tahfidz kecil di desa memiliki martabat dan perlindungan hukum yg sama dengan santri di pesantren besar mana pun. Mengangkat isu perizinan setelah publik mempersoalkan prosedur penggeledahan memberi kesan bahwa korban sedang dicari-cari kesalahannya. Saya berharap kesan itu keliru. Saya juga berharap penertiban tidak dilakukan dengan menutup tempat belajar anak-anak ini sebelum seluruh fakta tentang malam itu diungkap. Jangan sampai mereka kehilangan dua kali: rasa aman, lalu kemudian tempat belajarnya. Kapolda menyatakan penggeledahan dilakukan dengan izin pengadilan. Saya menghormati itu. Namun izin pengadilan memberi wewenang untuk menggeledah, bukan cek kosong untuk menggeledah dengan cara apa saja. Pertanyaan-pertanyaan berikut belum dan wajib untuk dijawab: 1. Mengapa penggeledahan asrama putri harus dilakukan pukul 03.20 dini hari dengan mendobrak pintu? 2. Apakah ada polisi wanita yg menangani para santriwati sejak awal, saat mereka belum mengenakan jilbab? 3. Mengapa anak-anak di bawah umur yg berstatus saksi diperiksa di Polsek tanpa didampingi wali, kuasa hukum, atau pendamping anak? 4. Bagaimana seorang balita berusia 5 tahun bisa terpisah dan baru ditemukan oleh warga? 5. Di mana berita acara penyitaan atas uang, emas, sepeda motor, dan barang pribadi lain yg menurut pengurus belum diterima hingga kini? Sikap dan tuntutan saya: 1. Mendesak Kapolri memerintahkan Propam Polri memeriksa prosedur penggeledahan secara terbuka, terpisah dari penyidikan kasus pembakaran warung. 2. Meminta Komnas HAM, Komnas Perempuan, dan KPAI turun langsung mengumpulkan keterangan para santriwati, ustadzah, dan orang tua/wali santriwati. 3. Meminta Polda Jateng memperlihatkan penetapan pengadilan dan berita acara penyitaan kepada pengurus, serta mengembalikan barang yg tidak terkait perkara. 4. Meminta Pemerintah Provinsi dan Kementerian Agama tidak menutup tempat belajar anak-anak ini sebelum hasil pemeriksaan keluar, dan memfasilitasi pengurusan izin bila diperlukan. 5. Mengajak media dan publik tidak melabeli para santriwati dengan stigma terorisme selama tidak ada kesimpulan hukum apa pun. Mengusut pembakaran warung dan melindungi anak-anak perempuan bukanlah dua hal yg harus dipilih salah satunya. Negara yg kuat sanggup melakukan keduanya sekaligus. Polri hari ini mengusung semangat "Polisi Bersama Masyarakat". Semangat itu akan diuji bukan oleh jumpa pers, melainkan oleh keberanian memeriksa diri sendiri. Saya akan terus mengawal kasus ini sampai para santriwati mendapat kejelasan, keadilan, dan pemulihan. Hormat saya, Azzam Mujahid Izzulhaq, Warga Negara Indonesia. Tembusan: 1. Presiden Republik Indonesia @prabowo 2. Kapolri @SuyudiArioSeto 3. Ketua Komisi III DPR RI @habiburokhman 4. Ketua Kompolnas @kompolnas_ri 5. Ketua Komnas HAM @KomnasHAM 6. Ketua Komnas Perempuan @KomnasPerempuan 7. Ketua KPAI @KPAI_official 8. Kapolda Jawa Tengah @poldajateng_ 9. Pengurus Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Mojolaban
420
2,905
98
5,088
215,052
Sebenarnya maunya Polisi apa sih?
54
321
9
539
4,962
Truth Seeker retweeted
Cerita dari Wakanda.
19
402
4
778
4,709
Truth Seeker retweeted
wajahnya dicengkram dengan satu tangan sambil terus dibentak dengan pertanyaan, "Kamu laki-laki atau perempuan!โ€ lebih pantas ditanyakan ke trans dibanding ke santri
1
24
2
118
1,513
Satu hari, satu ilmu agama baru: Memanah adalah salah satu cabang olahraga yang dianjurkan dalam Islam, bahkan memiliki dasar hadits shahih. ๐Ÿน QS Al Anfal ayat 60: "Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi." Lalu Rasulullah menjelaskannya, yang dimuat dalam Hadits riwayat Muslim no. 1917: "Persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi. Ketahuilah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah. Ketahuilah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah. Ketahuilah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah." Rasulullah bahkan mengulang kalimat tentang memanah sampai tiga kali, untuk menegaskan keutamaan memanah. Jadi tidak ada hal yang aneh jika di pondok pesantren ditemukan busur dan anak panah. Karena memang seharusnya begitu, lembaga pendidikan Islam sebaiknya memang menyediakan pendidikan yang dianjurkan dalam Islam, termasuk cabang olahraga sunnah. Kasus pembakaran warung mie babi memang harus diusut. Namun jika penemuan busur dan anak panah (serta alat kebersihan rumah) lantas dijadikan framing yang mengarah ke pesantren = teroris, maka semoga segera binasa orang-orang yang demikian.
This Post is from a suspended account. Learn more
9
70
2
248
4,658
Berikan review terbaik kalian
3
21
40
1,334
Truth Seeker retweeted
Pejabat tinggi, udah OTT saja masih diperlakukan baik. Santriwati, baru jadi saksi sudah ditodong senapan laras panjang dan diintimidasi.
5
377
6
849
6,101
Truth Seeker retweeted
Patriarchy existed to STOP OTHER MEN. You really think men invented patriarchy to hold YOU down? You are too weak, too fragile, too irrelevant for men to waste invention on you. Men invented patriarchy to protect their lands, food, money, resources, women and children FROM MEN. 500 years ago women didn't know what patriarchy was because it was SURVIVAL. No police. No 911. No guns. No cell phones. If a rival tribe wanted you, they killed your men, raped you, took your land, took your food, and married you off to their sons or kept you as maids, servants, and sex slaves. That was history. Patriarchy said: TOUCH HER AND YOU DIE. She belongs to this man, this family, this tribe. That was not oppression. That was a DEATH THREAT to other men to keep you safe. Pregnancy = 9 months useless. Breastfeeding mother can't run, can't fight, baby cries and brings wolves. Who hunted? MEN. Who fought bears? MEN. Who fought other men? MEN. Who built houses in snow? MEN. Who died in wars? 90% MEN. If men left women alone to be "independent" in 1500, you would have gone EXTINCT in one winter. No food. No fire. No protection. You are alive today because of patriarchy. Modern luxury - AC, Uber Eats, iPhone, birth control, police made yall RETARDED and ungrateful. You think world was always safe. You think animals don't hunt humans for food? Who stopped all these? Patriarchy. Men who built walls, laws, armies, civilization so you can sit on TikTok with fake eyelashes and say "patriachy oppress me." You are not oppressed. You are PROTECTED and too dumb to know it. Without patriarchy, you wouldn't be CEOs. You'd be extinct or a sex slave to the strongest man in your own village thatโ€™s been conquered by the enemy. Patriarchy is not why you are suffering. Patriarchy is why you are ALIVE to complain.
Patriarchy didnโ€™t come from God it was written by men, edited by men, interpreted by men and enforced on women in Godโ€™s name.
832
7,770
659
31,998
1,060,889
BARU DILANTIK LANGSUNG GEREBEK PONPES PECAT KAPOLDA JATENG โ€ผ๏ธ
238
2,208
47
4,203
104,560
Cobalah kamu berteman dengan orang yang kini kamu anggap sedang "Mabuk Agama", tak selang berapa lama dirimu akan sadar, bahwa ternyata diri kita lah yang sedang dimabuk dunia dan sangat jauh dari agama: "Janganlah sekali kali kehidupan dunia memperdayakan kamu" (QS. Fathir: 5)
1
13
49
1,347
Truth Seeker retweeted
mana tuh orang-orang yang constantly barking โ€œislamophobia gak ada di indonesiaโ€? muslim women dilaporkan mengalami harassment, intimidation, bahkan ditodong senjata dalam insiden pembelaan terhadap restoran babi milik non muslim yang dibakar. where is your solidarity? where is that intersectional analysis you keep preaching about?
Pihak mahad atau pesantren khusus putri di Desa Laban, Sukoharjo, yang digeledah polisi pada Selasa (27/10/2026) dini hari, mengaku kaget lembaga mereka dihubungkan dengan kasus teror terhadap warung daging babi. Anak-anak perempuan di bawah umur ketakutan ditodong senjata.
17
607
4
1,903
20,320
SURAT TERBUKA UNTUK KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA, JENDERAL POLISI SUYUDI ARIO SETO @SuyudiArioSeto Tentang Penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah. Assalamuโ€™alaikum wa rahmatullah wa barakatuh Bapak Kapolri yg saya hormati, Saya menulis surat ini sebagai warga negara yg masih menaruh harapan besar pada institusi yg Bapak pimpin. Baru sebulan Bapak memegang amanah ini. Justru karena itu, saya berharap surat ini sampai kepada Bapak sebagai pengingat sejak awal: bahwa wibawa polisi tidak lahir dari laras senjata, melainkan dari rasa aman yg dirasakan rakyat paling lemah, termasuk anak-anak perempuan yg sedang tidur di asramanya. Pada Selasa dini hari, 27 Oktober 2026, aparat gabungan Polda Jawa Tengah dan Polres Sukoharjo melakukan penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Desa Laban, Mojolaban. Menurut kronologi resmi yg disampaikan pengurus pondok melalui surat edaran tertanggal 29 Oktober 2026, inilah yg dialami para santriwati dan ustadzah: 1. Sekitar pukul 03.20 WIB, pintu pondok didobrak saat para santriwati masih tertidur. Mereka ditarik keluar dan ditodong laras panjang dalam keadaan belum mengenakan jilbab dan pakaian yg semestinya. 2. Seorang santriwati yg sendirian di ruang belakang disuruh tiarap, tubuhnya dibolak-balik, wajahnya dicengkeram, lalu dibentak berulang kali dengan pertanyaan apakah ia laki-laki atau perempuan, sambil diminta memperlihatkan rambutnya di bawah todongan senjata. 3. Para santriwati, termasuk anak di bawah umur, diinterogasi di Polsek Mojolaban lalu Polres Sukoharjo tanpa didampingi wali maupun kuasa hukum. Mereka sempat menahan lapar berjam-jam sebelum diberi makan. 4. Dua balita anak ustadzah ikut terdampak. Seorang anak usia 5 tahun sempat terpisah dan baru ditemukan serta diantar warga ke rumah kakeknya. 5. Menurut pengurus, uang, emas, sepeda motor, telepon genggam, komputer, serta perlengkapan panahan dan drone untuk ekstrakurikuler disita dengan nilai sekitar Rp50 juta, tanpa surat penyitaan yg diterima pemilik barang hingga surat edaran itu ditulis. Saya juga telah membaca keterangan Kapolres Sukoharjo kepada media, bahwa penggeledahan ini bagian dari penyidikan kasus pembakaran sebuah warung, bahwa mereka yg diamankan berstatus saksi, dan bahwa semuanya telah dipulangkan. Keterangan itu justru menambah pertanyaan saya: jika mereka hanya saksi, mengapa anak-anak perempuan diperlakukan seperti tersangka teroris yg paling berbahaya? Saya tidak berada di lokasi malam itu, dan saya tidak meminta Bapak menerima begitu saja satu versi cerita. Yg saya minta adalah agar setiap pengakuan di atas diperiksa secara jujur, terbuka, dan oleh pihak yg independen. Bapak Kapolri, Bayangkan mereka adalah putri Bapak sendiri. Terbangun oleh suara pintu didobrak, belum sempat menutup aurat, lalu melihat moncong senjata di depan wajahnya. Bagi seorang muslimah, auratnya adalah kehormatannya. Bagi seorang anak, malam itu bisa menjadi luka yg ia bawa seumur hidup. Trauma seperti ini tidak ikut pulang bersama surat pemulangan. Saya tidak membela siapa pun yg bersalah. Jika ada pelaku pembakaran, silakan diusut tuntas dan dihukum seadil-adilnya. Penegakan hukum adalah tugas mulia. Namun hukum yg ditegakkan dengan melanggar hukum hanya akan melahirkan ketidakpercayaan baru. Undang-undang kita sendiri mewajibkan penggeledahan disertai surat perintah, penyitaan disertai berita acara, dan anak yg berhadapan dengan hukum didampingi orang tua atau pendamping. Perempuan semestinya diperiksa oleh polisi wanita, dengan menjaga martabatnya. [BERSAMBUNG]
179
2,726
77
4,527
81,059