Bernad retweeted
‼️ BREAKING: Binance says it was hacked after one engineer installed a fake Mac Homebrew tool and another did a coding test for a fake job on his work computer.
The first searched for an AI coding tool and got a tampered Homebrew, a popular Mac tool. Binance caught it, but the hackers learned who worked on its wallets.
Ads on Google have pushed Mac malware for many years now, and most developers are aware of this.
The coding test hid malware its security missed. Hackers then used Binance's own internal AI tool to take over two wallet engineers.
They stole a record $6.3B
Bernad retweeted
Rekomendasi bacaan Senin pagi.
Gurita Bisnis Raffi Ahmad: Ditopang Keluarga Presiden, Bos Nikel, hingga Petinggi Partai Golkar
Semua dikupas secara tajam, setajam kita rakyat miskin gibahin orang kaya.
projectmultatuli.org/gurita-…
anak pensiunan itu juga, ada tu yang bawa kabur duit. kerja di ahensi terkenal pula di Jakarta :))
PONAKANKU, UMUR 15 TAHUN, MENINGGAL DITABRAK DENGAN MOBIL OLEH SEORANG ANAK DARI ORTU PENSIUNAN TN* DAN PELAKU TERBUKTI MEMBAWA NARK*BA !!!!!!
LIHAT WAJAHNYA MERASA TIDAK BERSALAH SAMA SEKALI!!!! MINTA DAMAI?? TIDAK AKAN KELUARGA KAMI KABULKAN!
Tolong dampingi aku supaya proses hukum tetap berlaku🙏🏻
source: joya.soca
indon kocag
Seorang konsumen AZKO mengaku voucher fisik senilai Rp2 juta yang merupakan kado pernikahan hangus begitu saja. Voucher tersebut baru melewati masa kedaluwarsa sekitar satu minggu, tepatnya pada 9 Oktober 2026. Pihak toko menolak klaim dengan alasan sistem mengunci otomatis setelah 6 bulan pembelian. Padahal uang tunai sudah dibayarkan lunas oleh kerabatnya. Konsumen sudah mencoba mendatangi toko fisik, menghubungi WhatsApp, hingga email, tetapi semuanya hanya dibalas bot tanpa solusi nyata. 💸
dah dibilang, yang eslam eslam itu suka merasa paling benar
Warga Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dibuat emosi dengan acara pengajian yang berakhir pada tengah malam, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Bukan karena pengajiannya, tapi acara itu ditutup dengan pesta kembang api yang cukup lama, dari sekitar jam 12 malam hingga jam 1 dini hari.
Seorang ibu yang memiliki si kecil dan lokasi rumahnya hanya sekitar 400 meter dari acara tersebut tak sanggup lagi menahan emosi.
Ia terpaksa keluar rumah dan menegur panitia acara tersebut, yang awalnya pihak perwakilan dari mereka meminta maaf.
Akan tetapi, situasi menjadi memanas ketika sejumlah orang berpeci dan berbusana sangat islami malah menantang balik.
Kontak fisik sempat terjadi, sebelum akhirnya kedua belah pihak dilerai.
Laporan dari netizen lain yang rumahnya tak jauh dari lokasi juga memperlihatkan kegaduhan pesta kembang api tersebut, hanya saja mereka sekadar mendokumentasikan, tapi tak berani menegur.
semangat bu! tetap memuja ego!
Hati ikut sesak lihat ini.
Di Surabaya Isoplus Marathon hari ini, ada ibu yang mengaku sudah tanya soal stroller sejak ambil bib, lalu tetap ditolak di garis start. Alhasil ia menggendong anaknya yang masih balita dari start sampai finish, sampai kecapekan.
Di saat yang sama, brand ambassador event terlihat leluasa mendorong stroller dari awal sampai garis finis.
Kalau stroller memang tidak diizinkan, kenapa satu orang boleh dan yang lain tidak? Kalau boleh, kenapa peserta yang sudah konfirmasi malah distop?
Bukan soal iri sama BA. Soal anak kecil yang digendong sepanjang rute, dan ibu yang sudah minta izin dari awal. Aturan harusnya sama untuk semua peserta.
Semoga panitia @isoplus7ion bisa klarifikasi, dan ke depan event ramah untuk ibu yang ikut lari sambil mengasuh anak. Sehat itu hak semua orang, termasuk yang datang membawa buah hati.
justru malah penasaran, kenapa nyimpen / transfer nominal besar ke e-wallet ya
Ceritanya gue mau transfer GoPay ke nomor ibu gue, tapi malah salah ketik dan terkirim ke nomor orang lain atas nama Aditiya Widianto, nominalnya Rp5 juta 😭
Gue coba hubungi nomor tersebut lewat telepon WA.
“Maaf, Mas. Sebelumnya saya salah transfer ke GoPay Mas. Minta tolong dikirim balik ya, Mas. Kalau boleh tahu, Mas tinggal di mana?”
Dia jawab, “Di Jakarta Selatan, Mbak.”
Gue bilang, “Kakak saya juga tinggal di Jakarta, Mas, tapi Jakarta Timur. Kalau saya sendiri dari Solo.”
Terus dia bilang, “Kalau memang kakaknya Mbak tinggal di Jakarta, Mbak ke rumah saya aja nanti saya shareloc.”
Lanjut ngobrol lewat WA, dia ngajak ketemuan setelah selesai kerja sekitar jam 10 malam. Kebetulan suami gue juga lagi ada di Jakarta buat urusan pekerjaan.
Dia udah beberapa kali nanya gue salah transfer berapa, tapi nggak gue jawab. Gue takut kalau gue kasih tahu nominalnya dan kirim bukti transfer, malah jadi punya niat nggak baik.
Sampai jam 9 malam dia masih nanya lagi nominalnya berapa. Akhirnya gue jawab Rp5 juta, tapi tetap nggak kasih bukti transfer karena toh sekitar jam 10 malam kami rencananya ketemu di rumahnya.
Tengggg... pas udah waktunya, dia malah nggak mau angkat telepon dan nggak balas chat sama sekali. WA-nya masih aktif, centang dua, bahkan kalau ditelepon masih berdering.
Suami gue udah nunggu di sekitar Jakarta Selatan beberapa jam cuma buat nunggu masnya pulang kerja dan ngasih shareloc rumahnya.
FYI, dia belum download aplikasi GoPay, tapi sebelumnya pernah punya akun GoPay/Gojek. Makanya akun tersebut masih terdaftar atas nama Aditiya Widianto dan transaksi salah kirim gue berhasil.
Gue juga sempat coba minta izin login GoPay lewat OTP WhatsApp. Nanti setelah itu gue logout lagi. Tapi dia maunya ketemu langsung. It's okay, karena OTP memang nggak boleh dikasih ke orang yang nggak dikenal dan salah transfer ini juga murni kesalahan gue sendiri. Jadi gue setuju buat ketemu di Jaksel sesuai kesepakatan.
Tapi ternyata setelah tahu nominalnya Rp5 juta, orangnya berubah pikiran. Dia malah nggak mau angkat telepon dan nggak balas chat sampai sekarang. Kemarin seharian bahkan sempat centang satu, malamnya baru aktif lagi.
Warga Threads, barangkali ada yang kenal beliau ini?
kocag
Gaji 20 juta keliatan gede ya, tapi lu bagi 176 jam kerja, sejam lu cuma dihargai 113 ribu doang.
Tukang servis AC di rumah gw dateng 2 jam minta 300 ribu, itu 150 ribu sejam, lebih mahal dari jam kerja lu.
Bedanya tuh, lu jual semua jam ke satu orang, dia jual ke banyak rumah. Makin lu gantungin hidup ke satu sumber, makin murah harga jam lu. Coba itung harga sejam lu sendiri, angkanya bikin kaget deh.
ada UU-nya Tentang Telekomunikasi
Viral❗
Seorang warga di Kabupaten Kendal dibuat geram setelah mendapati atap rumahnya digunakan sebagai jalur pemasangan terminal WiFi tanpa persetujuannya. Video yang diunggah pada Selasa (4/8/2026) itu memicu perbincangan warganet.
Pemilik rumah mengaku tidak pernah dihubungi maupun dimintai izin sebelum perangkat dan kabel jaringan dipasang melintasi atap rumahnya. Ia pun menilai tindakan tersebut telah mengabaikan hak pemilik properti.
Merasa dirugikan, warga tersebut akhirnya mengambil tindakan dengan memutus kabel WiFi yang terpasang di atas atap rumahnya. Hingga kini, peristiwa tersebut masih menuai beragam respons dari masyarakat mengenai etika pemasangan jaringan internet di lingkungan permukiman.
Menurut kamu, apakah penyedia layanan internet wajib meminta izin tertulis sebelum memasang kabel atau terminal yang melewati rumah warga? Tulis pendapatmu di kolom komentar































