Dibahas malam ini 20 Feb 2023 bersama Bung Rocky dan Aiman
MUNCUL PERTANYAAN:
✅ Mengapa paslon 02 tdk pernah muncul ke publik mempertanyakan kecurangan Pemilu, padahal kecurangan NYATA massif terjadi dimana2? Jika memang niat memperbaiki sistem demokrasi?
✅ Mengapa disetiap kesalahan input data, error system, dan penggelembungan suara SELALU “menguntungkan” paslon 02?
✅ Mengapa hasil Quick Count nyaris SAMA dgn Real Count KPU, padahal system SIREKAP terjadi error dan kesalahan fatal yg sangat banyak. Apakah Lembaga Survey jg banyak “error pesanan”?
Danu retweeted
Bagaimana Jokowi SUKSES memelihara KEMISKINAN demi karir anak?
Jokowi punya andil besar dalam memenangkan Prabowo-Gibran (anaknya) di Pilpres 2024. Andai Jokowi tidak ada, maka Prabowo hanya akan jadi anak macan yang kehujanan, MENGGIGIL
Jokowi memang tak terlibat dalam struktur TKN Prabowo Gibran, tetapi Jokowi bersama menteri2nya (Bahlil, Erick Thohir, Airlangga, Zulhas, Luhut, dll) sangat massif membantu Prabowo sesuai peran masing2, termasuk para kepala daerah & eks yang kata sebagian orang "tersandera" oleh kasus korupsi
Khusus Jokowi, tingginya angka kepercayaan publik, pembangunan infrastruktur dan image "merakyat" jadi senjata utama yang konsisten dipelihara sejak dulu
Angka kepercayaan ini disumbang oleh kelompok ekonomi Menengah kebawah yang menjadi sasaran Bantuan Sosial (Bansos) dan BLT, walaupun tidak semua tepat sasaran
Khusus kelompok miskin, ada lebih dari 25,9 juta warga Miskin di Indonesia per tajun 2023. Jumlah ini hanya turun 260.000 dari 28,59 juta sejak tahun 2015 periode pertama Jokowi menjabat
Sebetulnya, tahun 2019 angka kemiskiman sudah berkurang hingga 24,79 juta, tetapi naik lagi karena Pandemi Covid-19 ke 27,55 juta. Tetapi dalam kondisi ekonomi yang "Rebound", mestinya angka kemiskinan juga reboud, bukan malah bertahan di sekitaran 26 juta
Ini artinya, ada kebijakan yang berbeda antara periode 1 Jokowi dan periode 2 Jokowi. Janji "pensiun tanpa beban" setelah periode 2 tak lagi ditepati sejak 2021 dengan permintaan jabatan 3 Periode atau perpanjangan masa jabatan 2 tahun lagi, beruntung PDIP partai pengusungnya, satu-satunya partai pendukung yang menolak usulan ini
Bermula dari ambisi 3 periode itu, politisasi bansos mulai dilancarkan. Bansos yang pada periode 1 kurang dianggap produktif, kini mulai jor joran dibagikan sendiri oleh Jokowi. Saat Pandemi masih bisa dimaklumi, karena rakyat memang dalam situasi sulit
Pasca pandemi, bukannya berkurang nyatanya politik bansos makin massif, belum lagi tuntutan aneh-aneh dari aparat desa, mulai dari perpanjangan masa jabatan hingga gaji dan dana desa
Mengapa di Desa? Karena desa adalah sasaran bansos terbaik agar budidaya suara politik untuk 2024 dan seterusnya tetap terjaga, terutama dikandang Banteng seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, juga Sumatera Utara
Sebanyak 12% penduduk desa tidak tamat SD, hanya 31,13% yang tamat SD, hanya 23,39% yang tamat SMP dan hanya 22,14% penduduk desa yang tamat SMA
Mayoritas dari mereka adalah buruh tani dan pekerja kasar yang diupah harian juga kurang memiliki hunian yang layak sehingga cocok menerima bansos dan BLT
25,9 juta jiwa penduduk miskin ini adalah angka MEWAH bagi politisi, hampir setara dengan DPT Jawa Tengah. Ini mesti dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menjaga kesinambungan kekuasaan
Kemiskinan ini harus dijaga, kalau bisa dilestarikan dengan pembagian bansos secara rutin agar kedepan mereka memiliki beban moral untuk memilih Jokowi man lagi
Mereka tak akan dibiarkan kaya, tak diberi kesempatan mendapat akses pendidikan yang baik untuk mengubah nasibnya, maka banyak yang tergiur dengan program MAKAN GRATIS. Jokowi dan Prabowo paham, kelompok rentan hanya memikirkan hari ini makan apa. Upah hari ini hanya habis untuk membeli beras dan lauk seadanya tanpa kepastian besok bisa makan atau tidak
Kemiskinan ini dijaga dan dilestarikan dengan bantuan-bantuan yang membuat kelompok miskin makin ketergantungan. Mereka makin MALAS, makin tidak produktif, makin konsumtif dan tak berpikir soal masa depan
Pendidikan dan akses lapangan kerja sebagai solusi memutus rantai kemiskinan tak lagi di didalam top of mind pemerintah dan kelompok miskin
Parahnya, angka ini akan semakin bertambah karena secara tidak sadar ketergantungan pada BLT, Bansos dan makan gratis akan menularkan KEMALASAN kepada orang lain terutama keluarga yang pada usia produktif
Lanjut....
Danu retweeted
1. Menkeu dilebur dengan Bappenas
2. Hitung ada berapa purn
3. Menlu bukan diplomat karir
4. Ada nama yang disebut dalam film Eksil
5. Ada pengkhianat 98
6. Ada yang nanti sembuh sendiri kalau kena covid
7. Ada yang kena isu selingkuh
Buset belom apa2 udah bocor duluan 🫣😶
Readers added context they thought people might want to know
Bocoran calon menteri Kabinet Indonesia Emas hanyalah spekulasi.
Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran memastikan susunan itu tidak benar. Belum ada pembahasan mendetail tentang nama-nama calon menteri.
news.detik.com/pemilu/d-72019…
cnbcindonesia.com/news/202402200…
nasional.kompas.com/read/2024/02/2…
Danu retweeted
Belajar dari Umar ibn Khatthab, takdir itu bkn sesuatu yg ditunggu scr passif tetapi hrs diperjuangkan scr aktif. "Kita meninggalkan satu takdir utk berjuang menuju takdir baru". Apa yg tak terjadi padaku bukanlah takdirku, takdirku pasti terjadi padaku sesuai usaha-usahaku.
Danu retweeted
Unggahan ini merupakan bukti tanda terima Surat Pengunduran Diri saya sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) yang saya serahkan hari ini, 2 Februari 2024.
Dengan ini, saya menyatakan mendukung serta akan ikut mengkampanyekan pasangan calon presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Hal ini agar tidak ada lagi kebingungan terkait arah politik saya.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Audience tok tok tuh kebnyakan emak emak sama gen z yang sukanya visual digital, gak suka tulisan atau literasi. So ya begitu.. kualitas nya ya..
Seberbeda itu audience tiktok dan twitter, perbedaan opini dari tiktok dan twitter terkait persepsi Capres 2024
Danu retweeted
Replying to @matthewgrok















