Pinned Tweet
gue bingung sm org yg blg tarif private gue mahal. mengajar dan mendidik itu butuh skill dan kesabaran guys. pake hati. lu pikir gue kuliah 4 taun dan pengalaman kerja 5 tahun di sekolah internasional kagak berharga cuy?
disco potato retweeted
Indonesia Juara 3 Geopark Dunia, tapi deforestasi naik 66%. Dua realitas kontras ini terjadi bersamaan.
Mengapa klaim kelestarian alam kita kerasa semu?
Yuk kita bedah ironinya secara logis.
sebuah utas 👇
disco potato retweeted
Alat berat robohkan rumah terakhir satwa langka Marsupilami, di Hutan Papua Selatan.
Biadab kalian @kemenhut_ri
disco potato retweeted
Ingat baik-baik namanya, Nalince Wamang
Pelajar asli Papua, 17 tahun, tewas ditembak oleh tentara saat sedang mendulang emas di wilayah bekas aliran limbah tambang PT. Freeport demi mencari uang untuk kuliah
Dimiskinkan sistem, dibunuh aparat negara
Never forget, never forgive
Nalince Wamang (17) was a teenage girl and a student at Petra Vocational High School in Mimika Regency who died from gunshot wounds sustained during an incident in the Tembagapura area of Central Papua on the night of May 7, 2026.
Rev. Anton Wamang (Nalince's father) emphasized that this incident was purely a criminal act committed by certain members of the Indonesian National Armed Forces (TNI).
“In this case, neither the TNI nor the OPM should point fingers at each other. This is a purely criminal incident. The TNI has already admitted that they were the ones who carried out the shooting in Tembagapura yesterday. In fact, when they visited the bereaved family’s home, they directly stated that it was their doing,” Anton stressed.
Six other people were injured by gunfire from Indonesian military personnel
#PengungsiInternalPapua #IDPsPapua #Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter
disco potato retweeted
Keren banget intel warga.
Ternyata kejadian tabrakan antara KRL arah Jakarta dan taksi tuh estimasinya sekitar jam 20.46 - 20.47.
Sedangkan kejadian tabrakan antara KJJ dan KRL sekitar 20.52.
Posisi KRL arah Cikarang masih distasiun, gabisa gerak karena insiden taksi didepannya.
Posisi KJJ pukul 20.45.50 - 20.46.10 ngelewatin stasiun Cakung, KJJ ngelewatin stasiun Kranji pukul 20.49.10 - 20.49.30.
Jadi disaat waktu kejadian tabrakan taksi terjadi, posisi KJJ ada diantara stasiun Cakung dan Kranji. Setelah gue hitung, disaat bersamaan terjadi tabrakan taksi, KJJ posisinya udah 0.75KM (20.46) atau 1.5KM (20.47) diluar stasiun Cakung.
Total jarak antara KJJ ke stasiun Bekasi Timur ada 5.5KM. Tiap 1 KM ada blok sinyal.
Total 5 blok sinyal. Tapi yang efektif cuma 3 blok sinyal terutama di stasiun Kranji karena kereta butuh jarak 1 KM kurang lebih buat ngerem aman.
Jarak antara tiap blok sinyal cuma satu menit. Overall KAI cuma dikasih 3 menit yang efisien sejak detik pertama tabrakan taksi buat ngabarin KJJ.
When it’s A RACE AGAINST TIME. Human often lot.
Baca ini bikin gue ngeri banget sama yang namanya WAKTU, in a matter of minutes, dari menit ke 47 ke menit 52, 14 nyawa bertaruh 😭 YAALLAH
disco potato retweeted
ya Allah semoga perempuan-perempuan yang meninggal karena kecelakaan kereta malam ini syahid ya Allah.. pasti banyak pencari nafkah di dalam gerbong itu 🥲
disco potato retweeted
Israel killed Rico Pramudia in South Lebanon.
He died of his injuries today.
He wasn’t a fighter — he was a UN PEACEKEEPER from Indonesia.
Israel killed him anyway.
And not a single whisper from Western media.
No international outrage. No justice. No accountability.
disco potato retweeted
Mau share sedikit fact yg gak fun sama sekali.
Vietnam menguasai pasar patin kawasan ASEAN karena belajar dari Indonesia.
Indonesia dapet apa?
Ya dapet patin fillet import doang yg ada di banyak restoran dimana namanya jadi dori.
Bukti kebodohan pemerintah kita dimasa lalu.
This Post is from an account that no longer exists. Learn more
disco potato retweeted
Sudah selayaknya, event yang MEMBAWA NAMA NEGARA (bukan federasi) dibeli hak siarnya oleh TVRI (tv negeri) memakai duit rakyat (+ sponsor) dan disiarkan gratis ke masyarakat.
LIVE SCHEDULE BADMINTON ASIA CHAMPIONSHIPS (BAC) 2026 @TVRISportHD 🔥🔥🔥 Catat ya tanggal & jamnya Guys!! Mulai dari babak 32 besar sampai Final 🏸🏸🏸
disco potato retweeted
Indonesia berduka karena tiga prajurit yang bertugas sebagai penjaga perdamaian (peacekeeper) di Libanon gugur. Beberapa prajurit juga mengalami luka berat, termasuk dalam insiden ketiga kemarin, di tempat penugasan mereka.
Ketika saya ikut memberikan penghormatan kepada jenasah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon, hati saya ikut tergetar. Memang seorang prajurit disumpah untuk siap mengorbankan jiwa dan raganya ketika tugas negara memanggil. Namun, saya bisa merasakan duka yang mendalam dari keluarga mereka (istri, anak dan orang tua) yang hadir di Cengkareng semalam. Saat saya ikut mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada mereka, saya tahu arti air mata yang jatuh di pipi mereka.
Merasakan ini semua, secara pribadi saya mendukung langkah-langkah pemerintahan Presiden Prabowo yang mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi secara serius, jujur dan adil. Indonesia berhak untuk itu. PBB (utamanya UNIFIL) dengan penuh rasa tanggung jawab, harus bisa menjelaskan mengapa sejumlah insiden beruntun yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka “peacekeeper” dari Indonesia itu terjadi.
Saya tahu bahwa investigasi dalam situasi pertempuran yang amat dinamis sering tidak mudah. Tetapi, bagaimanapun tetap dapat dilaksanakan dengan harapan hasilnya dapat dinalar dan masuk akal (acceptable, believable narrative). Saya pernah mengemban tugas PBB di Bosnia (former Yugoslavia) tahun 1995-1996. Dengan pangkat Brigadir Jenderal, saya menjadi Kepala Pengamat Militer PBB. Investigasi terhadap pelanggaran gencatan senjata juga sering kami lakukan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap langkah-langkah pemerintah kita, menyusul gugur dan luka-lukanya prajurit Indonesia tersebut, saya ingin menambahkan satu, dua hal.
Satuan pemeliharaan perdamaian PBB, contohnya Kontingen Garuda XXIII/S yang sedang mengemban tugas di Libanon saat ini, tugasnya adalah untuk menjaga perdamaian (peacekeeping), bukan “peacemaking”. “Peacekeeper” tidak dipersenjatai secara kuat dan tidak pula diberikan mandat untuk melaksanakan tugas-tugas pertempuran. Ini diatur dalam Chapter 6 Piagam PBB. Bukan Chapter 7 yang punya misi “to enforce the peace”, dalam arti melaksanakan tugas yang “lebih keras” untuk sebuah “peacemaking”. Mereka bertugas di “blue line” atau di wilayah “blue zone”, yang bukan merupakan daerah pertempuran atau “war zone”.
Kontingen Indonesia, hakikatnya bertugas di “Blue Line” yang memisahkan teritori Israel dengan teritori Libanon. Sekarang ini, kenyataannya yang semula mereka berada di sekitar “Blue Line” kini sudah berada di “war zone”, yang sehari-hari sudah berkecamuk pertempuran antara pihak Israel dan Hizbullah. Bahkan dikabarkan pasukan Israel sudah maju 7 km dari “Blue Line”. Keadaan ini tentu sangat berbahaya bagi “peacekeeper” karena setiap saat bisa menjadi korban dari pertempuran yang tengah berlangsung.
Dengan argumentasi ini, seharusnya PBB, New York segera mengambil keputusan dan langkah yang tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL dan atau memindahkan lokasi mereka ke luar medan pertempuran yang masih membara saat ini.
Dewan Keamanan PBB harus segera bersidang dan bisa mengeluarkan resolusi yang tegas dan jelas. Saya masih ingat ketika sebagai Menkopolkam RI, harus menghadiri Sidang DK PBB tahun 2000 karena ada insiden di Atambua yang menewaskan 3 orang petugas kemanusiaan PBB akibat unjuk rasa yang terjadi di wilayah Atambua, NTT waktu itu. PBB tidak boleh pilih kasih dan menggunakan standar ganda.
Sebagaimana yang dilakukan Presiden Prabowo, secara pribadi, saya juga merasa punya kewajiban moral untuk ikut memperjuangkan keadilan bagi prajurit-prajurit TNI yang menjadi korban di Libanon ini. Mengapa?
Ketika menjadi presiden Indonesia dulu, saya berinisiatif dan mengusulkan kepada PBB untuk mengirimkan satu batalyon plus Indonesia sebagai bagian dari Pasukan Pemeliharaan Perdamaian PBB di Libanon.
Ini ada sejarahnya.
Pada bulan Agustus 2006 terjadi perang antara Israel dan Libanon. Korban berjatuhan utamanya di pihak Libanon. DK PBB belum melakukan langkah-langkah yang efektif untuk menghentikan peperangan tersebut. Ketika PM Malaysia Abdullah Badawi (Alm) berkunjung ke Jakarta, saya mengusulkan agar beliau, dalam kapasitasnya sebagai Chair of OIC (Organisasi Kerjasama Islam) untuk menggelar “emergency meeting” guna mendesak PBB untuk segera bertindak.
Beberapa hari kemudian, PM Abdullah Badawi menggelar pertemuan darurat OKI di Kuala Lumpur. Di samping Indonesia dan Malaysia, pemimpin lain yang hadir adalah Presiden Iran Ahmadinejad, Perdana Menteri Turkiye Erdogan dan Perdana Menteri Libanon Siniora. Juga hadir beberapa kepala negara/kepala pemerintahan yang lain.
Dalam pertemuan itu pula, saya menyampaikan Indonesia siap untuk mengirimkan pasukan satu batalyon diperkuat sebagai bagian dari “peacekeeping mission” di perbatasan Israel dan Libanon. Artinya, setelah terjadi “ceasefire” atas usaha dari PBB, Indonesia siap mengawasi pelaksanaan gencatan senjata tersebut.
Saya masih ingat, karena dipersyaratkan penggunaan kendaraan tempur mekanis dan Anoa kita belum siap, segera saya menelepon Presiden Perancis Jacques Chirac, dengan tujuan Indonesia ingin membeli kendaraan tempur VAB buatan Perancis untuk segera bisa dikirim ke Libanon. Alhamdulillah, Perancis bersedia dan bahkan proses pengirimannya berlangsung secara cepat karena dalam pengadaan alutsista tersebut saya menggunakan format G to G (government to government). Memang waktu itu kita tidak melibatkan pihak swasta.
Kontingen Indonesia pertama, Garuda XXIII/A, tiga bulan kemudian (November 2006) sudah bisa berangkat ke Libanon. Untuk diketahui, 3 orang anggota kabinet Presiden Prabowo adalah bagian dari kontingen Indonesia tersebut, yaitu Kapten Kav Muhammad Iftitah Sulaiman, Lettu Inf Agus Harimurti Yudhoyono, dan Lettu Kav Ossy Dermawan.
Hingga tahun 2026 ini, sudah 19 kali kontingen kita bertugas di Libanon dengan masa penugasan rata-rata satu tahun. Mungkin, ini yang terlama dalam misi PBB yang diemban oleh pasukan Indonesia.
Sebagai seorang sesepuh dan senior TNI, saya sampaikan kepada para prajurit Kontingen Garuda XXIII/S yang masih berada di Libanon untuk tetap bersemangat dalam mengemban tugas mulia. Do your best dan jaga diri baik-baik. Keluarga yang mencintai kalian menunggu kehadiran kembali di Tanah Air. *SBY*







































