Pinned Tweet
Setelah Gw Partneran Bisnis sama Milyarder Merubah Cara GW Berbisnis 😬
Gw punya janji di tweet kemaren mau share cerita seru dari pengalaman gw beberapa bulan terakhir partneran bisnis sama milyarder.
Ternyata, ada banyak hal yg gw gak kebayang sebelumnya jadi pelajaran berharga buat gw sendiri.
Gw tau pelajaran ini bisa jadi lebih bermanfaat klo gw share ke lo yg skrng lagi baca, ini akan jadi bacaan panjang siapin diri lo baca perlahan & resapi dalam2.
1/ 🔥 Value & Prinsip yang Kuat
Berkolaborasi dengan milyarder ngajarin gw bahwa punya value dan prinsip yang kuat itu penting banget.
Tanpa fondasi yang jelas, bisnis lo bisa goyah. Tetap berpegang pada prinsip lo, jangan gampang tergoda sama hal-hal yang gak sesuai.
Value yang kuat juga ngebantu lo buat ngebangun budaya perusahaan yang solid. Karyawan lo akan lebih loyal dan termotivasi kalau mereka merasakan bahwa perusahaan punya nilai-nilai yang jelas dan dijalankan dengan konsisten.
Ini pondasi dari segala kesuksesan jangka panjang.
2/ 📌 Skala Prioritas
Di dunia bisnis terutama pelakunya, segalanya bisa terasa penting. Tapi, gw belajar buat selalu bikin skala prioritas.
Fokus sama hal yang paling mendesak dan impactful.
Ini bikin proses kerja jadi lebih efektif dan efisien.
Prioritasin yang penting, bukan yang urgent.
Menentukan prioritas kadang emang sulit, terutama ketika semuanya kelihatan mendesak. Tapi ingat, gak semua yang mendesak itu penting.
Buat matriks prioritas sederhana buat ngebantu lo menentukan mana yang harus dikerjain duluan dan mana yang bisa ditunda.
Mereka punya perusahaan lebih dari 1, waktunya sama tapi hasilnya bisa beda dari orang2 biasanya. Gw diajarin buat praktekin Eisenhower Matrix buat bantu filtering prioritas.
Coba lo googling dlu deh kapan2 nanti gw jelasin. Fleksibilitas dalam mengatur prioritas adalah kunci buat tetap berada di jalur yang benar.
3/ 📅 Timeline yang Detail
Milyarder itu orang yang sangat disiplin dengan waktu. Gw diajarin buat bikin timeline yang detail untuk setiap proyek.
Semua harus ada deadline dan milestone yang jelas. Ini bantu banget buat nge-track progress dan ngindarin kerjaan numpuk.
Dengan timeline yang detail, lo bisa lebih mudah memonitor setiap tahap proyek dan memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.
Selain itu, jangan lupa buat selalu mengkomunikasikan timeline ini ke seluruh tim. Semua orang harus punya pemahaman yang sama tentang apa yang harus dicapai dan kapan.
Timeline yang jelas bikin lo lebih siap menghadapi tantangan.
4/ 🐢 Perlahan tapi Pasti
Bisnis yang sukses gak dibangun dalam semalam. Gw belajar buat sabar dan fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
Perlahan tapi pasti, dengan langkah-langkah kecil yang konsisten, kita bisa capai hasil besar. Jangan buru-buru, nikmati prosesnya.
Gw juga sering diingetin mereka bisnis yang sukses besar karena mereka fokus pada pertumbuhan yang stabil. Mereka mungkin gak langsung meledak di tahun pertama, tapi mereka terus tumbuh setiap tahun dengan langkah yang pasti.
Pertumbuhan yang stabil ini bikin bisnis lebih kuat dan tahan lama.
Selain itu, fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan juga ngasih lo waktu buat adaptasi dan perbaikan.
Lo bisa belajar dari setiap langkah dan menyesuaikan strategi lo sesuai dengan perkembangan pasar. Ini adalah kunci buat tetap relevan dalam jangka panjang.
5/ 🤝 Saling Percaya dan Menghormati
Kunci dari kerjasama yang sukses adalah saling percaya dan menghormati. Dalam partneran bisnis, gw selalu berusaha buat bangun trust dan respect.
Ini bikin kerja sama jadi lebih harmonis dan produktif.
Trust is the foundation of every successful partnership.
Kepercayaan itu dibangun dari komunikasi yang terbuka dan jujur. Jangan takut buat bilang kalau ada masalah atau kendala. Transparansi dalam komunikasi bikin semua pihak merasa dihargai dan lebih mudah buat menemukan solusi bersama.
Menghormati perbedaan juga penting. Setiap orang punya cara pandang dan cara kerja yang berbeda. Dengan saling menghormati, kita bisa belajar banyak dari perbedaan tersebut dan menemukan cara-cara baru yang mungkin lebih efektif buat mencapai tujuan bersama.
Nah, itulah beberapa pelajaran berharga yang gw dapet dari partneran bisnis sama milyarder. Semoga bisa jadi inspirasi buat lo yang lagi ngebangun bisnis! 🚀 #BusinessGrowth
Terima kasih udah baca thread ini! Jangan lupa like dan share kalau menurut lo bermanfaat. Stay tuned buat tips-tips bisnis lainnya dari gw! #BusinessTips #GrowthHacking
Oiya next gimana kalo gw share Cara Tembus Koneksi ke mereka2 ini? Gas ramein dulu konten ini ya 🔥
Cara2nya udah terbukti works walaupun lo belom jadi milyarder, contohnya gw aja bisa kan ✌️
Rak baru berarti jangan ditutup dulu, sayang modalnya.
Padahal,
1. Balik modalnya kapan?
2. Rak itu makan ruang berapa?
3. Yang nanggung rugi siapa?
Prioritas: bereskan biaya rak nganggur, bukan harga belinya.
Laporan telat → nota pribadi lo kapan diserahkan
Kas tipis → cek piutang jatuh tempo minggu ini
Stok numpuk → hitung item tanpa jual 90 hari
Omset turun → bandingkan margin per kategori bulan lalu
Simpan buat cek minggu ini.
Omset naik 3,5x dalam sebulan.
ROAS 1,65.
Kedengarannya tumbuh kencang. Padahal nombok.
Buat balik modal butuh ROAS 3 sampai 4. Budget iklan udah naik hampir 2x.
Yang naik bukan untung, tapi taruhan lo.
Omset naik, kas tipis → cek margin per cabang
Stok numpuk di satu toko → cek stok mati cabang
Tiga cabang tanpa laporan pembanding → cek laba per cabang
Karyawan sering resign → cek beban shift tiap cabang
Simpan buat cek minggu ini.
Awal bulan, laporan baru ditutup.
Finance: Stok di sistem beda sama hitungan fisik.
Gudang: Barang keluar semua bawa surat jalan, Pak.
Bukan ada yang curang.
Cuma barang keluar lewat banyak pintu, catatannya beda semua.
Umur 25, gw pegang tim 5 orang yang lebih tua dari gw.
Gw kehilangan 5 klien sekaligus. Semuanya hilang di akhir kontrak.
Yang belum gw jawab: apa yang sebenernya gw lepas sampai semuanya pergi.
Tapi ini gak berlaku kalau lo cuma punya satu-dua pelanggan dan lo yang ngerjain semuanya sendirian. Di situ lo menghindar.
Harga lain: cara ini minta waktu lo tetap kepotong tiap minggu. Gak ada jalan yang bener-bener lepas tangan.
Owner pikir pelanggan kaget karena harganya mahal.
Padahal:
1. Harga per item kebaca semua?
2. Porsi di menu ada fotonya?
3. Kasir bisa jelasin isinya?
Sebelum nambah promo, benahi dulu menu lo. Yang tahu duluan gak kaget belakangan.
Bilang tim lambat layani pelanggan itu gampang.
Padahal,
1. Sistem kasir butuh berapa detik?
2. Ada berapa langkah manual?
3. Siapa yang paling sering kena komplain?
Sebelum ganti orang, hitung dulu satu transaksi dari masuk sampai struk keluar.
Coba sekarang.
Tanya kasir lo: bisa terbitin nota resmi dalam 3 detik?
Kalau jawabannya ragu, artinya transaksi terbesar lo bisa gagal cuma karena satu kertas.
Coba dulu.
Ada bisnis keluarga yang pelanggannya setia puluhan tahun, tapi bingung bedain gerainya. Kasus dua gerai nama mirip itu buktinya.
Yang belum kejawab sampai sekarang: pelanggan harus percaya ke mana?
Tapi ini gak berlaku kalau lo memang gak pernah punya niat bangun merek. Kalau jualannya murni harga dan lokasi, aturan identitas cuma nambah kerjaan.
Harganya juga nyata: lo harus siap bilang terus terang soal hubungan antar gerai, walau itu berarti sebagian pelanggan pindah.

