Imanullah retweeted
⚠️BREAKING:
*INDONESIA STOCKS PLUNGE 3.2% AS MSCI CONSIDERS DOWNGRADING THE COUNTRY
🇮🇩 🇮🇩
The richest people behind some of Indonesia’s biggest companies have collectively lost nearly $57 billion since MSCI warned of a possible downgrade of the nation’s equity market in January, leading to a dramatic stock selloff. Read more: bloom.bg/4BxLjKI
📷️: Dimas Ardian/Bloomberg
Imanullah retweeted
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim menyebutkan sebaran asap karhutla sudah mulai berkurang di wilayah DKI Jakarta sejak Jumat.
“Berkurang dari Jumat karena angin. Tapi kita terus waspada kalau kalau ada perubahan arah angin,” kata Chico.
Ketahui selengkapnya
⬇️⬇️⬇️
m.antaranews.com/berita/5795…
Imanullah retweeted
Kalian harus tahu, Ini alasan kenapa nasib negara kita dlm dua tahun ini menuju keterpurukan.
Yok simak videonya
Imanullah retweeted
#IDNWatch🇮🇩: Citing lack of reform, MSCI announced its intention to downgrade Indonesia's status from "emerging" to "standalone".
As a result, the JKSE finished down 11.6%, the largest single-day drop since 1998.
PRABOWO'S OVERSTUFFED CABINET = 118 MINISTERS = BAD GOVERNANCE.
Imanullah retweeted
Banyak orang mengira berhenti merokok berarti urusan selesai. Ternyata tidak sesederhana itu.
Ada penyakit bernama PPOK (COPD), Penyakit Paru Obstruktif Kronik. Dan sering kali ia baru muncul belasan, bahkan puluhan tahun setelah kebiasaan itu dimulai.
Bayangkan seseorang yang merokok sejak umur 18. Di usia 30-an, ia berhenti. Hidupnya lancar, napasnya terasa normal, dan ia merasa aman.
Lalu di usia 60-an, ia mulai gampang sesak. Naik tangga saja terengah-engah. Batuk berdahak tak kunjung sembuh. Dokter mendiagnosis PPOK.
Kok bisa? Padahal sudah berhenti 25 tahun?
Karena paru tidak punya kemampuan memperbaiki diri sepenuhnya. Kerusakan di kantung udara dan saluran napas itu menumpuk diam-diam bertahun-tahun. Berhenti merokok memang sangat penting: ia menghentikan kerusakan baru dan menurunkan risiko dibanding yang terus merokok. Tapi kerusakan lama tidak otomatis hilang. Ditambah proses penuaan alami, fungsi paru yang tadinya cukup bisa jatuh di bawah batas nyaman.
Artinya, tubuh kita menyimpan "catatan" dari kebiasaan masa muda. Dan tagihannya sering datang saat kita sudah tua, saat paling butuh tenaga untuk menikmati hidup.
PPOK tidak bisa disembuhkan total. Tapi bisa dikendalikan: berhenti merokok, inhaler, rehabilitasi paru, dan vaksinasi. Deteksi dini lewat tes spirometri sangat membantu.
Jadi kalau Anda pernah merokok lama, jangan tunggu sesak parah. Periksakan paru ke dokter, apalagi bila ada batuk kronik atau napas pendek.
Pesan buat yang masih muda: kebiasaan hari ini adalah warisan untuk tubuh Anda di usia 60. Jaga paru, jangan mulai merokok, dan kalau sudah, berhentilah hari ini juga. Rutin olahraga, tidur cukup, makan bergizi, hindari polusi.
Kesehatan di hari tua bukan kebetulan. Ia dibangun dari pilihan kecil yang kita buat setiap hari, mulai sekarang.
Note: saya ga ngerokok. Saya lg sharing berdasarkan mertua yg sakit, dia ga pernah merokok sejak saya kenal. Tp ternyata waktu muda perokok aktif. Di usia senja dia sakit paru2… ga bs diobatin. Makin lama semakin lemah. Jadi saya terpanggil untuk remind teman2 semua.
Imanullah retweeted
Sabarrr jangan barbar, semua kebagian, didoain dulu teh pucuknya biar barokah. Subhanawlah 🤣
I just earned the Introduction to Agents certification from Mercor. work.mercor.com/learn/verify…
Global investors are rapidly losing confidence in Indonesia as the nation’s stocks tumble at the fastest pace worldwide and its currency sinks to all-time lows bloomberg.com/news/articles/…
Imanullah retweeted
Kasih 2 retweet.
Kami bocorin soal operasi memoles citra Jokowi menjelang pelantikan presiden terpilih, Prabowo.
Imanullah retweeted
Busett dah ini, serius buat beresin masalah dengan Rukyah? Wkwkwk
Lihat nih pak @erickthohir @aniesbaswedan pak @jokowi
Syariah sih syariah, tapi masa dibenerinnya dengan Rukyah
:( #BankBSIdzolim


























