
Ngobrol santai tentang F1, MotoGP, WEC, & balapan lainnya dengan perspektif tajam 🏎️🏍️ | Merch? @ScuderiaLamRes | lamberesing(at)gmail(dot)com
Ngadem di media center
Joined June 2020
- Tweets82.7K
- Following844
- Followers94.2K
- Likes40.6K
🚨BREAKING: Charles Leclerc resmi jadi seorang bapak!
Dalam postingan terbarunya, Alexandra Saint Mleux dan Charles Leclerc baru saja mengumumkan kelahiran anak pertama mereka, yang lahir pada 3 November kemarin.
Putri pertama mereka dinamai Bianca.
Selamat Charles dan Alex 👶🏻
Owner Liverpool dikabarkan berminat beli Cadillac F1 Team!
Menurut laporan Guardian, Fenway Sports Group kabarnya telah membahas pembelian saham mayoritas Cadillac F1 Team milik Mark Walter, senilai lebih dari £2 miliar, atau sekitar Rp48,9 triliun.
FSG sendiri sebelumnya sudah punya investasi lainnya di dunia motorsport, melalui kepemilikan saham 50% di tim Nascar RFK Racing. dimana FSG mulai tertarik pada F1 karena pertumbuhannya.
Sumber yang mengetahui rencana FSG menyebut FSG mengincar investasi baru di olahraga lain, setelah menjual 38% saham Liverpool ke konsorium yang diisi Jeff Bezos dan Eduardo Saverin pada musim panas lalu.
Hingga saat ini pihak FSG menolak berkomentar terkait kabar tersebut.
Nambah lagi owner klub bola mau ikut ke F1.
Sebenarnya drama Esteban Ocon dengan Haas efeknya akan cukup signifikan buat karirnya, gak cuma di F1 tapi di dunia motorsport.
Cerita ribut sama Ayao Komatsu pastinya sudah sampai ke Toyota dan Gazoo Racing, dan keputusan memarkir Ocon hingga melepas kontraknya juga telah dikonsultasikan langsung dengan Gene Haas selaku owner.
Tidak menutup kemungkinan jika Akio "Morizo" Toyoda sudah mendengar berbagai cerita yang terjadi antara Haas dengan Ocon.
Jelas ada konsekuensi besar, mengingat drama tersebut tidak hanya menutup pintu dari Haas baik di Formula 1 dan project balap lainnya, tapi juga ke Toyota dengan project balap di bawah Gazoo Racing yang aktif di banyak kompetisi lainnya.
Bukannya gimana nih, tapi permasalahan Ocon dengan timnya sendiri diyakini beberapa pihak bukan cerita baru, sehingga akan ada banyak pertimbangan bagi tim jika mereka ingin merekrutnya sebagai driver.
Masih ada satu seat Cadillac yang jadi harapannya jika ingin bertahan di F1, namun sejauh ini namanya belum dikabarkan menjadi kandidat terdepan, menyusul kepastian seat kedua Cadillac musim 2027 yang saat ini masih belum jelas.
Jadi gimana nih menurut kalian?
Nah itu.
Pemerataan dari alokasinya harus dirombak, karena jika berbicara tentang development dari pathway menuju F1, ada baiknya terbuka buat ajang lain macam Super Formula, IndyCar, WEC, Formula E.
Kalo sistem sekarang realitanya F2 bukan feedernya F1, tapi IndyCar sama FE 😅
Replying to @LambeResing
FIA Global Pathway ini harus dibenerin. F4 ke F2 boleh jadi "jalur resmi" ke F1, tapi sistem superlicense juga harusnya ngasih jalan ke driver yang punya potensi tapi lebih milih ngejar karir di ajang lain dulu kayak IndyCar, Super Formula, Formula E, atau WEC sekali pun.
Setuju.
Mungkin kalau kalian masih ingat, beberapa tahun lalu kami merasa F2 sudah punya berbagai masalah, yang membuatnya gak bisa dijadikan patokan mati untuk menilai kualitas dan potensi seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kami kasihan dengan banyaknya driver yang turun di F2 kebanyakan pada bakar uang setiap tahunnya, yang sebenarnya lebih ke arah mengejar superlicense ketimbang bagian fokus developmentnya.
Dan hasilnya juga beberapa tahun belakangan kurang merefleksikan kualitas sebenarnya, karena faktor ABCD selalu jadi masalah menahun di F2.
Banyak yang bisa dibahas, tapi ujung-ujungnya masih sama aja isu dan concernnya yang ramai terkait F2 di beberapa tahun belakangan.
Penentuan poin superlicense sekarang terlalu berat ke F2 dan F3, membuat pathway bagi pembalap menuju F1 aslinya kurang optimal, karena terlalu berat ke Eropa.
Salah satu peninggalan rezim Jean Todt yang bagus di awal, tapi ternyata untuk jangka panjang malah menimbulkan banyak issue.
Minimnya variasi pergerakan transfer pembalap di F1 salah satunya karena itu, yang dipicu juga oleh sistem “akademi”, yang bikin perpindahannya makin kaku dan predictable arahnya.
Gak juga. Status rookie masih aman selama gak lebih dari 2 race, tapi masih bisa juga termasuk karena partisipasi sebatas sopir tembak sama seperti kasus Ollie Bearman dan Liam Lawson musim lalu.
Buat gelar juara F2 emang gambling, tapi buat posisi Rafa sekarang sudah aman gak mikirin lagi untuk dijadikan daya tawar perebutan seat, karena superlicense dan seatnya di 2027 sudah aman.
Mengingat beberapa tahun terakhir CV juara F2 sudah jarang dipandang jadi penilaian utama bagi tim F1 untuk merekrut driver muda, jadinya kalaupun mau dilepas juga gak masalah banget bagi dia.
Replying to @LambeResing
Karena keegoisan ayao, camara akan kehilangan gelar juara F2 dan kandidat gelar rookie musim depan.
Toyota jelaskan alasan dibalik menurunkan Celica dan Yaris di 2027.
Kepada Motorsport.com, Jari-Matti Latvala selaku team principal menjelaskan budget cap yang lebih rendah di regulasi baru, membuat mereka bisa turunkan 2 mobil berbeda dengan budget yang sama.
Hal tersebut karena Toyota masih punya budget yang bisa dipakai untuk menambah mobil, serta bisa meningkatkan engagement fan dengan mereka.
Terkait pembagian jatah, ia menjelaskan keputusan pembagiannya dari generasi juara, dengan Ott Tanak dan Kalle Rovanpera kembali turun di Yaris, sementara Ollie Solberg dan Elfyn Evans turun di Celica.
Lalu untuk perbedaan GR Yaris dan GR Corolla menurut technical director Toyota, Tom Fowler, keduanya nyaris mirip bahkan dalam angka hambatan udara yang dihasilkan, yang menurutnya untuk mencapai hal tersebut jadi tantangan bagi mereka.
Kabarnya Rafael Camara tidak akan lanjut di F2 setelah bakal langsung debut di Haas pada #BrazilGP nanti.
Seat Rafa di Invicta akan diisi oleh Freddie Slater untuk round F2 selanjutnya.
Hearing that Rafael Camara is unlikely to return to F2 for the end of the season races to defend his lead - and that instead his @InvictaRacing seat could go to Freddie Slater, giving the @audif1_ youngster a head start for 2027.
Sebenarnya posisi Jack Doohan di Haas saat ini susah juga daya tawarnya buat dapetin seat.
Rafael Camara kabarnya saat test laptimenya lebih cepat, dan posisinya sudah mendapat dukungan dari sang owner, Gene Haas.
Ditambah next race di Brazil, dan status Rafa sebagai driver FDA.























