Sedih banget ngeliatnya 😭
Dalam rekaman kamera jebak, orangutan kecil ini selalu berjalan dan berdekatan bersama bebek.
Karena kesepian, orangutan kecil ini tampak memeluk sahabatnya, bebek saat beristirahat di dekat akar pohon 🥹😭 🪿🦧
Mas Kutub retweeted
BREAKING NEWS
PRABOWO GIBRAN DI GUGAT KE MK
pelantikan prabowo gibran dinilai tak sah usai karna gak digelar di IKN
Mas Kutub retweeted
KASUS IJAZAH GIBRAN DI MK OLEH DENNY INDRAYANA DKK.
ADA APA?
JADI BEGINI, GIBRAN ITU:
1) SMA di Singapura, di Orchid Park Secondary School. Sampai O level.
Setara pendidikan sampai kelas 10 atau kelas 1 SMA kalau di Indonesia.
Ingat, cuma sampai KELAS 10. Jadi belum setara SMA.
2) Dia lanjut ke UTS-Insearch di Sydney, Australia.
Apakah UTS-Insearch ini SMA? BUKAN!
Dia adalah bimbel dan matrikulasi persiapan masuk kampus.
Biasanya dipakai lulusan SMA di luar Australia (misal Indonesia, China) buat matrikulasi atau penyesuaian kurikulum Australia.
Wajarnya 1 tahun di sini, setelah selesai lanjut ke kampus di Australia.
UTS-Insearch ini punya University of Technology Sydney, wajarnya ya abis 1 tahun di sini lanjut ke UTS.
Tapi Gibran cuma menghabiskan 6 bulan di sini.
3) Tapi kita semua tahu, Gibran lulus S1 dari kampus MDIS Singapura.
Bukan di UTS Sydney.
Kok bisa? Kampus Singapura biasanya mau menerima O-level dengan tambahan ujian atau kualifikasi lain.
Jadi O-level Orchid Park Secondary School, bisa dipakai masuk situ.
Terus S1-nya lulus.
JADI GIBRAN MASUK UNIVERSITAS DAN LULUS S1 TANPA IJAZAH SMA KONVENSIONAL.
***
MASALAHNYA TERJADI KETIKA DIA NYALON JADI PEJABAT
Kenapa?
Karena di Indonesia, syarat nyalon pejabat itu LULUS SMA/SEDERAJAT.
Kalau mau nyalon Pemilu, di berkasnya harus ada IJAZAH SMA.
Walaupun udah lulus S1, S2, S3, tetep aja yang ditunjukkan harus IJAZAH SMA.
Punya ijazah lebih tinggi, tidak membuktikan dia punya IJAZAH SMA.
***
NAH, GIBRAN WAKTU NYALON GIMANA?
Si sertifikat bimbelnya yang di Australia itu, DISETARAKAN DENGAN IJAZAH SMK PEMINATAN AKUNTANSI DAN KEUANGAN.
***
Argumennya Denny Indrayana dkk di MK adalah:
1) Bimbel di Australia tidak setara dengan SMA.
2) Berarti Gibran tidak punya ijazah SMA.
3) Pencalonannya sebagai Wakil Presiden tidak memenuhi syarat pendidikan minimum SMA.
Mas Kutub retweeted
BREAKING NEWS
KEMENKOP MINTA ANGGARAN 1,9 TRILIUN UNTUK PELATIHAN MANAGER KOPDES DI 2027
Mas Kutub retweeted
Yang begini-begini sebenarnya sudah diajarkan dalam table manner dan protokol diplomatik para diplomat.
Termasuk diajarkan juga cultural context dari negara yang jadi tujuan diplomasi.
Keliatan banget lah
Yang mainin pulpen di high level meeting itu (termasuk pula ngancungin jempol awokowwko)
Masih perlu latihan soal protokol diplomatik itu.
Itulah kenapa
Jadi pejabat tinggi itu harus memulainya dari bawah dan bertahap.
Biar ga keskip dan dah kelatih sama hal beginian.
Ya oke mungkin orangnya pinter
Tapi tetap aja pengalaman ga bisa bohong.
FOTO: Biro Pers, Media, dan Informasi Presiden (BPMI)
Mas Kutub retweeted
disaat semua orang pegang note, cuma prabowo seorang yang nggak pegang note. sungguh kecerdasannya sudah diluar angkasa👏🏻👏🏻👏🏻
Mas Kutub retweeted
Kemarin MBG dipresentasikan sebagai wajah pembangunan Indonesia di forum ekonomi Rusia.
Hari ini media berbahasa Rusia memberitakan ribuan siswa dan guru keracunan akibat program yang sama.
"В Индонезии около 2 тысяч учеников и учителей отравились бесплатными школьными обедами"
(Di Indonesia sekitar 2 ribu siswa dan guru keracunan akibat makan siang sekolah gratis)
Harusnya Prabowo presentasi Kopdes aja nggak sih 😏
Mas Kutub retweeted
Kenapa harus nunjukin STNK?
Owhh biar tahu pemilik motor udah bayar pajak atau belum,jadi kalau belum gak bisa beli BBM subsidi,gitu ya?
Kenapa pajak para pejabat ditanggung sama negara,disisi lain rakyat tak mampu bayar pajak gak boleh beli BBM subsidi?
Kejam sungguh kejam
Mas Kutub retweeted
Satu kata untuk "Delegasi Indonesia" ketika ada di Rusia kemarin:
"MEMALUKAN"
#ALLEYESONINDONESIA
Mas Kutub retweeted
penjajah jahat memang seperti Belanda,jepang,Portugis mereka jahat dengan pribumi,
tp pemerintah konaha saat ini lebih jahat, benerkah kita sudah merdeka???
Mas Kutub retweeted
Pak @Amran_Sulaiman1, Menteri Pertanian RI, @kementan @Aceh
Anda datang ke ruang publik dengan nada menuduh, seolah-olah Pemerintah Aceh “menahan” dana pemulihan pertanian Rp2,5 triliun. Video itu viral.
Rakyat Aceh yang masih berjuang bangkit dari bencana langsung menelan narasi seolah uangnya sudah di tangan daerah tapi tidak disalurkan. Padahal faktanya sangat berbeda.
Dana itu *bukan transfer tunai ke kas Pemerintah Aceh maupun kas kabupaten/kota*.
Mayoritas dikelola langsung oleh satker pusat dan balai Kementerian Pertanian Anda sendiri melalui KPPN.
Hanya sekitar Rp515 miliar yang berada di satker daerah melalui skema Tugas Pembantuan (di mana Provinsi Aceh mengelola hanya sekitar Rp9,7 miliar, sisanya di kabupaten/kota).
Sisanya ±Rp2 triliun dipakai untuk pengadaan alsintan, bibit padi, jagung, dan program perkebunan yang dikendalikan dari pusat. Pemerintah Aceh adalah penerima manfaat, bukan pengelola kas.
Ketika Anda menanyakan di depan Gubernur seolah uangnya “ditahan”, Anda menciptakan persepsi yang keliru di tengah masyarakat yang sedang sulit. Itu bukan transparansi. Itu menciptakan gaduh.
Seorang menteri yang paham mekanisme keuangan negara seharusnya lebih dulu menjelaskan anatomi anggaran kepada publik, bukan melempar tuduhan yang kemudian harus diluruskan oleh pihak daerah.
Aceh bukan daerah biasa. Sejarah konflik masih hidup di memori kolektif, termasuk di kalangan mantan kombatan GAM.
Jangan sampai kesalahpahaman yang dibuat pejabat pusat menjadi bahan bakar baru bagi rasa ketidakpercayaan dan frustasi.
Rakyat yang sedang butuh bibit, alat, dan lahan yang pulih tidak butuh drama birokrasi yang membuat mereka merasa dikhianati lagi.
Kalau Anda serius ingin mempercepat pemulihan:
1. Buka data secara rinci dan transparan: berapa yang sudah terserap di satker pusat, berapa realisasi fisik alsintan dan bibit yang benar-benar sampai ke petani, berapa yang masih mengendap.
2. Jangan lagi bicara seolah-olah daerah yang menahan uang, padahal kendali terbesar ada di tangan kementerian Anda.
3. Fokus pada hasil di lapangan, bukan pada pencitraan seolah pusat sudah “memberi” sementara daerah “lambat”.
Masyarakat Aceh butuh pekerjaan yang selesai, bukan narasi yang membuat mereka marah.
Anda menteri. Tugas Anda menyelesaikan masalah, bukan menambah api di daerah yang sudah pernah terbakar.
Luruskan sendiri informasi yang Anda sebarkan. Jangan biarkan rakyat yang sudah capek harus kembali mempertanyakan niat baik negara.
Mas Kutub retweeted
Enak gak pak, tangannya ditepis sama rakyat?









































