Muhammad Said Didu retweeted
Replying to @msaid_didu
Waktu demo kemaren ada yg teriak Adili jokowi tidak ? Kalau tidak ada berarti ya geng oslo yg gerakin demo
Muhammad Said Didu retweeted
Said Didu menjelaskan bahwa harga pembelian saham BYAN sebesar Rp2.588 per lembar (dengan total nilai sekitar Rp26 triliun untuk kepemilikan 30,25%) terjadi melalui pasar negosiasi, sehingga tidak bisa langsung dibandingkan atau disamakan dengan harga yang terbentuk di pasar reguler (yang saat itu berada di kisaran Rp11.000–Rp12.000 per lembar).
Menurutnya, transaksi privat atau hasil negosiasi memiliki pertimbangan dan mekanisme penentuan harga tersendiri, serta menilai bahwa harga tersebut sudah lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai buku (book value) perusahaan.
Said Didu juga mempertanyakan perbedaan respons publik terhadap transaksi ini dibandingkan dengan aksi korporasi sebelumnya—seperti hibah saham Bayan oleh Low Tuck Kwong kepada anaknya
Keren penjelasan said Didu 👍👍
Muhammad Said Didu retweeted
Replying to @msaid_didu
Setara ga ada.
Ga ada 1 pun bukti "lulus" kelas 11 & 12. Ujuk-ujuk da diploma MDIS yg sekolah 6 bulan? Jadi lulus k 10 + diploma kursus 6 bln. Lalu gelar level sarjana.
Juga ga ada 1 pun bukti lulus Bhs Ind, Sejarah Nas, & PPKn K10-12. Kompetensi MUTLAK BAGI CALON PEJABAT
Muhammad Said Didu retweeted
Jika yang diterima tidak sesuai dengan apa yang ada di buku ini, penerima manfaat berhak menuntut perbaikan kualitas langsung ke SPPG masing-masing atau ke BGN melalui hotline 127, WA 0882-9380-0268 dan WA 0882-9380-0376.
Muhammad Said Didu retweeted
Mengapa Sinar Mas/APP dan Royal Golden Eagle (RGE) merekrut mantan jenderal tinggi Singapura?
Bukan sekadar merekrut eksekutif biasa.
Mereka merekrut orang2 yg pernah memimpin militer negara yg paling vokal menekan Indonesia soal kabut asap.
SINAR MAS / APP:
Bernard Tan → mantan Brigjen Singapore Armed Forces (SAF), diangkat sbg Country President (Singapore) sekaligus Senior Adviser Sinar Mas Group / APP sejak 2017.
Masih aktif hingga sekarang.
Bahkan dlm pertemuan baru2 ini dg otoritas Singapura soal haze 2026, Bernard Tan hadir mewakili Sinar Mas/APP bersama sejumlah bos perusahaan sawit dan pulp lainnya yang dipanggil National Environment Agency (NEA).
ROYAL GOLDEN EAGLE (RGE):
2 mantan Chief of Defence Force SAF masuk ke posisi puncak:
1. Bey Soo Khiang → Vice Chairman RGE dan Chairman APRIL Group.
Masih aktif.
2. Perry Lim → Managing Director RGE sejak Januari 2019.
Masih tercatat dalam struktur.
2 mantan panglima tertinggi militer Singapura berada di perusahaan yg sama (RGE).
Sementara itu, konsesi yg terkait dg grup2 ini berkali2 terbakar dan menjadi sumber kabut asap yg menyebar ke Singapura.
Negara yg paling keras menekan soal haze justru “diisi” oleh mantan petinggi militernya sendiri di dalam perusahaan yg sedang disorot.
Untuk apa?
Untuk membangun pengaruh ke otoritas Singapura?
Untuk mempermudah akses?
Atau biar lebih “kebal” saat diselidiki dan ditekan?
Atau ada alasan lain yg lebih masuk akal?
Atau cuma kebetulan?
Cc.: Bapak Presiden @prabowo
@Kemhan_RI @PolkamRI
@setkabgoid
Muhammad Said Didu retweeted
GEMPAR!! Netizen ini bilang jokowi seperti kaget.
Begitulah faktanya
Replying to @msaid_didu
salah argumen pak said,
yg sy dengar dr penjelasan pak Deny, ijasah yg disetarakan di suket itu dr Australia, tapi yg ditunjukkan sekarang dr Singapura, klu betul yg di Singapura berarti suketnya salah,
klu suketnya salah berarti persyaratannya menipu
demikian yg sy cerna
Muhammad Said Didu retweeted
Beginilah cara mereka membelokkan fakta dan opini.
Faktanya :
1) karena tidak ada bukti baru berupa ijazah yg dijanjikan ditunjukkan maka yg ditakutkan adalah PTUN masuk angin seakan mensahkan bhw apa yg ditunjukkan setara dg ijazah sementara MK sudah memutuskan bhw Gibran tidak punya ijazah.
2) kalau ada putusan seperti itu maka menjadi 2 keputusan pengadilan yg berbeda.
3) dari awal saya memang tidak sepaham dg gugatan tsb krn kita tahu semua kualitas penegakan hukum di PTUN.
Dulu botol Yakult teriak" menuntut Mas Gibran menunjukkan ijazah. Krn tak puas, gugat ke MK, lalu lanjut ke PTUN. Eh, setelah ijazah ditunjukkan, gugatan di PTUN malah dicabut. 😁
Lho, bukankah katanya yakin ada masalah? Klo memang punya bukti kuat, knp mundur? Jangan" yg lebih berani menggugat daripada membuktikan tuduhan sendiri.
Jangan jadikan pengadilan panggung sensasi politik, lalu mundur ketika harus menghadapi pembuktian. Ini sebenarnya mencari kebenaran atau sekadar mencari kegaduhan? 😇
Muhammad Said Didu retweeted
BOS BI MEMBANTAH TEGAS SOAL ADANYA RAMALAN RUPIAH AKAN KE 20.000/USD
KATA DIA EKONOMI KITA SANGAT KUAT DIBANDING NEGARA NEGARA LAIN
jadi gini guys, gubernur bank indonesia destry damayanti menanggapi kekhawatiran rupiah bisa tembus rp20.000 per dolar as.
latarnya, hashim djojohadikusumo sebelumnya mengingatkan rupiah bisa melemah ke kisaran rp20.000 sampai rp21.000 kalau dana asing terus keluar gara-gara polemik pasar modal
jawaban destry intinya, tugas bi menjaga stabilitas rupiah. dia bilang pergerakan rupiah dipengaruhi banyak faktor, termasuk faktor luar yang di luar kendali bi. dari fundamental, menurutnya kondisi indonesia relatif oke dibanding negara-negara pembanding
dia menjelaskan nilai tukar dipengaruhi permintaan dan penawaran serta persepsi pasar. contohnya, hari itu terjadi penguatan di global karena the fed tidak menaikkan suku bunga, dan dampaknya langsung positif
soal bunga, destry belum memberi sinyal bi akan menaikkan suku bunga acuan. katanya keputusan tergantung data ekonomi, "nanti kita lihat perkembangannya". dia menegaskan suku bunga bukan satu-satunya alat
alat lain yang disebut: insentif untuk menekan biaya lindung nilai (hedging), kebijakan makroprudensial, dan sekuritas rupiah bank indonesia (srbi). dia bilang stabilitas jadi prioritas pertama supaya ekonomi sektor riil tumbuh dan membuka lapangan kerja
nah menurut kalian guys, jawaban bi yang menekankan stabilitas tanpa janji angka ini cukup menenangkan, atau pasar butuh langkah yang lebih jelas?
Muhammad Said Didu retweeted
Bapak ini terlihat seperti kaget dan langsung tertegun ketika ada undangan dari Pengadilan tanggal 5 Nopember.
Mungkin diikiranya Pengadilan tidak akan berani menyampaikan undangan untuk hadir di persidangan.
AKANKAH JOKOWI HADIR DI PERSIDANGAN NANTI?
Muhammad Said Didu retweeted
...
𝗕𝗟𝗨𝗡𝗗𝗘𝗥 𝗟𝗔𝗚𝗜...???
Advance Diploma diklaim setara A Level serta setara SLTA. Padahal Advance Diploma sama sekali TIDAK SETARA dengan A Level.
Berandai² saja, anggaplah benar Advance Diploma setara A Level sekaligus setara SLTA. Berarti Surat Keterangan (Suket) yang dikeluarkan kementerian dan dijadikan syarat mendaftar pilpres adalah SUKET BODONG, dong?
Pasalnya, Advance Diploma yang diklaim setara A Level dan setara SLTA itu dikeluarkan oleh MDIS di Singapura, sedangkan Suket yang dikeluarkan kementerian adalah PENYETARAAN KEMAMPUAN GIBRAN SETARA GRADE 12 DARI UTS INSEARCH DI AUSTRALIA, BUKAN DARI MDIS DI SINGAPURA!
𝘽𝙪𝙠𝙖𝙣𝙠𝙖𝙝 𝙞𝙩𝙪 𝙗𝙡𝙪𝙣𝙙𝙚𝙧 𝙡𝙖𝙜𝙞?
Sementara certificate of attendance juga bukan merupakan bukti kelulusan yang bisa disetarakan dengan ijazah SLTA, karena hanya merupakan dokumen resmi yang membuktikan bahwa seseorang telah hadir atau mengikuti suatu kegiatan seperti seminar, pelatihan, kursus, konferensi, atau kelas.
Paham sampai di sini?
@DedynurPalakka
@DianSandiU
@Uki23
Muhammad Said Didu retweeted
youtu.be/2w32P7FhMN4
Mengapa kami cabut gugatan PTUN terkait Suket Gibran dan walk out di persidangan hari ini?
Silakan simak penjelasannya dalam video berikut.
Muhammad Said Didu retweeted
Para Oligarki Indonesia patuh hukum kalau di Singapura. Kalau di Indonesia mencari jalan menyogok penguasa dan penegak hukum. Masih ingat denda kebakaran hutan oleh Sinar Mas saat pemerintahan Jokowi yg nilainya sktr Rp 7,8 trilyun tapi hanya bayar sktr Rp 78,5 milyar. Setelah itu anak-anak keluarga pemilik Sinar Mas akrab dan membentuk berbagai perusahaan bersama anak Presiden Jokowi (Kaesang).
Setelah Diancam Pidana Wakil PM Gan Kim Yong, Bos Sinarmas Franky Widjaja Pasrah
inilah.com/setelah-diancam-p…
Baca berita terkini dengan mudah dan nyaman, download aplikasi Inilahcom di iOS dan Android
#inilahcom #inilahdotcom via @inilahdotcom
Beginilah cara mereka membelokkan fakta dan opini.
Faktanya :
1) karena tidak ada bukti baru berupa ijazah yg dijanjikan ditunjukkan maka yg ditakutkan adalah PTUN masuk angin seakan mensahkan bhw apa yg ditunjukkan setara dg ijazah sementara MK sudah memutuskan bhw Gibran tidak punya ijazah.
2) kalau ada putusan seperti itu maka menjadi 2 keputusan pengadilan yg berbeda.
3) dari awal saya memang tidak sepaham dg gugatan tsb krn kita tahu semua kualitas penegakan hukum di PTUN.
Dulu botol Yakult teriak" menuntut Mas Gibran menunjukkan ijazah. Krn tak puas, gugat ke MK, lalu lanjut ke PTUN. Eh, setelah ijazah ditunjukkan, gugatan di PTUN malah dicabut. 😁
Lho, bukankah katanya yakin ada masalah? Klo memang punya bukti kuat, knp mundur? Jangan" yg lebih berani menggugat daripada membuktikan tuduhan sendiri.
Jangan jadikan pengadilan panggung sensasi politik, lalu mundur ketika harus menghadapi pembuktian. Ini sebenarnya mencari kebenaran atau sekadar mencari kegaduhan? 😇
Muhammad Said Didu retweeted
Replying to @indepenSumatera
Yupz bener👍 kedua anak Gandi Sulistiyanto, Anthony dan Edwin berkongsi dng Raffi Ahmad di PT Rans Nusantara Hebat. Gibran sbg komisaris PT Siap Selalu Mas dan pemilik tdk langsung PT Rans Nusantara Hebat.
Muhammad Said Didu retweeted
Awal mula beliau membuka usaha londry 🥶
Begini ceritanya wak👇
Mari kita bikin utas
DUGAAN MONEY LOUNDRY KELUARGA JOKOWI!!! SIAPA YANG BERANI SENTUH?
Untuk mengecek tipu daya Jokowi terhadap kasus dugaan manipulasi hukuman PT Bumi Mekar Hijau milik Sinar Mas dari tuntutan KLHK Rp7,9 triliun menjadi hanya Rp76 miliar begini hubungannya wak
1. PT Bumi Mekar Hijau dituntut Rp7,9 triliun atas kasus pembakaran hutan dan lahan serta kerusakan ekologis tahun 2014-2015
2. Tahun awal pendaftaran tuntutan: 2015.
3. Setelah banyak sidang dilalui,
hukum seolah takluk.
Yang dibayar hanya Rp76 miliar.
Tahun 2018.
4. 7 Januari 2019:
Anak Gandi (Anthony Pradiptya) bekerja sama dengan anak Jokowi (Kaesang dan Gibran)
membentuk PT Wadah Masa Depan.
Gibran dan Kaesang masing-masing memegang 25% saham.
Akhir 2019 mereka mendirikan perusahaan induk PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat). GK Hebat dibentuk dari kongsi tiga perusahaan, salah satunya PT Wadah Masa Depan milik mereka bersama. GK Hebat menjadi induk yang membawahi merek kuliner seperti Sang Pisang, Yang Ayam, Ternakopi, dan Let's Toast.
Melalui kombinasi kedua entitas ini,
kelompok bisnis Gibran dan Kaesang menguasai porsi mayoritas
(lebih dari 66% kendali saham)
dalam holding kuliner dan akselerator UMKM tersebut.
5. Kuat dugaan wak:
bisnis anak Gandi dengan anak Jokowi
ada hubungannya dengan diringankannya hukuman PT Bumi Mekar Hijau. Sebab pada saat itu Gandi menjabat Managing Director Sinar Mas Group. "Dugaan" dana yang mereka dapatkan mencapai Rp3,5 triliun.
6. Setelah selesai jadi Dubes,
Gandi diangkat jadi Wantimpres Jokowi
pada 17 Juli 2023 sampai selesai.
perusahaan milik anak-anak Jokowi diduga mendapatkan suntikan modal dari PT Alpha JWC Ventures. Perusahaan ini terafiliasi dengan PT SM, dugaan KKN dua anak Jokowi dan anak petinggi PT SM sangat kentara.
Permainan laundry dalaman mafia hukum di Indonesia sudah sangat terang. Tapi tidak ada yang berani menyentuh. Karena kekuasaan terlalu takut menyentuh keluarga Jokowi.
Silakan dicerna.
Source: berbagai sumber dan juga nasional.kompas.com/read/202…
Muhammad Said Didu retweeted
REKAYASA RIWAYAT PENDIDIKAN DEMI JADI WAPRES! PROF TONO SAKSONO UNGKAP KONSPIRASI JAHAT!
youtube.com/live/izN1PSPlB3U…



























