Mas,aku tak kerjo maneh ya? bosen bet ng umah..
Jawabane : rasah kokehan polah,kowe ra kerjo wae mben dino wis ngamuki aku terus,po meneh kekeselen kerjo,pora aku soyo diamuki..kae nek bosen ngko tak terke dolan
yoh..ojo pantai ojo alun2 ya ..
Lha kok diterke kuburan kon nyapu🤦♀️
inez🕊 retweeted
Tebak tebak an time ,,,masih seperti dulu hadiahnya handphone aturan kayak dulu, 1 clue maksimal boleh jawab 1 kali
Selamat menebak,gutlak ,dan semoga Kobong makwukkkk🔥🔥🔥
Pemenang dan aturan masih seperti biasa sak karep kuh 🫵🫵🫵, abaikan keringat dan tangan hitamku yang terkena paparan matahari dari planet Depok
Allah Menghadirkan Guru Dalam Berbagai Rupa.
Ingat Awes?
Seorang penjual cilor yang tak sengaja kukenal saat membeli air kelapa muda. Gara-gara aku mau ngudud dan lupa bawa korek.
Hari minggu lalu, dia ke Ndalem Kapitikan. Mau beli 2 batang alpukat untuk ditanam di daerah Dieng. "Ambil aja," kataku, "gak usah bayar."
Memang beberapa minggu ini aku sedang berpikir bagaimana proses penyaringan yang gak merepotkan. "Kalau ada permintaan ekspor ke Vancouver sebanyak 8.000 botol, mosok penyaringannya manual? Kalo mau otomatis, model filternya bagaimana, yang bagus merk apa, harganya berapa?" pikirku. Sebagai orang yang biasanya ngobrol sama tanaman dan gak pernah ngobrol sama saringan, saya jelas mumet.
Setelah mengambil 2 bibit alpukat dan menatanya di tas, kami ngobrol-ngobrol. Tiba2 dia bertanya asalku dari mana. Kujawab: Semarang. Dia cerita kalo pernah menjadi teknisi alat cuci darah di salah satu rumah sakit terkenal di Semarang. Juga cerita kalau pernah diminta setting filter air salah satu perusahaan kosmetik.
Aku kaget. Lalu kuceritakan masalahku padanya. Dia tertawa lalu bilang," Pakai filter ini aja, Pak. Nanti dipasang yang 0,1 mikron. Tapi kalau 01 mikron, mungkin warna larutan yang bapak buat jadi bening lho. Paling nanti tinggal ditambahin pompa kecil."
"Bisa nggak kalo misalkan diganti 0,5 mikron, supaya warna larutannya tetap ada," tanyaku.
"Ya nanti saya riset dulu, Pak. Secara teorinya sih bisa. Coba nanti saya pikirkannya. Sudah, Bapak gak usah mikir yang kayak gitu. Nanti saya aja yang mikir dan membuat. Paling-paling biayanya sekitar 1 jutaan," jawabnya.
Riset, teori, berpikir dan membuat. Hal yang menurutku agak aneh karena keluar dari ucapan Awes yang siang harinya jualan cilor dan pagi harinya menyetorkan irisan2 buah di warung2.
Sungguh, Allah tak pernah kekurangan guru. Dia mendatangkan guru dalam berbagai rupa. Hanya saja, kita sering mengabaikannya karena telanjur menempelkan label di dahinya. Awes - penjual cilor - gak gak tahu apa2.
Sungguh. Engkau Maha Mengatur, Maha Tahu dan Maha Menyelesaikan urusan hamba-Mu, Yaa Allah.
Hanya, hamba ini makhluk yang sering abai atas Kebesaran-Mu. Astaghfirullah.
bapaknya bocil harus liat ini ....huhuhu...ngopo Hijetmu dijual mbiyen?🤣🤣🤣










