IG: ibadahpuisi (@puisipedia) header
IG: ibadahpuisi (@puisipedia) profile picture

sekumpulan puisi untuk kamu baca dan pajang dalam hati. | bagi saja info acara puisi dan buku puisi kamu di sini.

Joined June 2016
Terima kasih dan selamat menunaikan ibadah puisi.
Kami sengaja tidak mengubah logo dan nama di twitter.
Jadi, kalau nemu nama/logo PUISIPEDIA di sebuah akun dan postingan IG. Maka sudah pasti itu PALSU!
Kami akan terus berkarya, mulai dari nol kembali! Kami akan terus berkarya!
IG dengan nama PUISIPEDIA, telah mengambil logo dan beberapa postingan dengan watermark kami. Tak apa, silakan ambil semua!
Sekarang akun IG kami bernama ibadahpuisi. Demikian informasi dari kami. Terima kasih.
Sekarang, kami tak lagi menggunakan IG dengan nama PUISIPEDIA. Kalau ada akun yang mengatasnamakan PUISIPEDIA, itu bukan dari redaksi kami.
1
Kubawa masjid dalam diriku. Kuhamparkan di lapangan. Kutegakkan shalat. Dan kurayakan kelahiran kembali, di sana - Sutardji Calzoum Bachry
ika lidahmu tak bisa mengucap lidahku, kuterjemahkan lidahku ke dalam lidahmu - Sutardji Calzoum Bachri
kaukah itu teka teki yang tak menepati janji? - Sutardji Calzoum Bachri
1
1
siapa lebih dulu mencintai: kamu atau saya? kita sama menunjuk dada sendiri namun tak bisa menjelaskan mengapa bisa begitu. - aan mansyur
1
kelak langit dan dirimu, sendiri akan memaafkan semua, kesedihan yg engkau ciptakan, dari kesedihanku. - aan mansyur
tiba-tiba aku jatuh cinta, melebihi seluruh jatuh cinta, yang pernah menyakiti dadaku. - aan mansyur
jika saja waktu dan kenangan adalah layang-layang, sudah kugulung benang-benangnya dan kugunting bagian yg tak kuingin. - aan mansyur
1
di bibirmu dulu mekar bunga belukar dan rumput liar. oleh bisikanmu, daun telingaku menjelma kupu-kupu. - aan mansyur
di antara awan-awan yg melayang, alangkah biru angkasa itu. di antara jalan-jalan yg membentang, alangkah rindu anakmu, ibu. - aan mansyur
1
engkau mengendap-endap ke dalam kenangku, pelan meletakkan satu ciuman di keningku. - aan mansyur
1
2
sewaktu cahaya tertoreh, ruang hening oleh bisik pisau; Dikau-kah debu, bianglala itu, kabut diriku? - Sapardi Djoko Damono
ia tak pernah berjanji kepada pohon, untuk menerjemahkan burung, menjadi api - Sapardi Djoko Damono
1
1
ia tak pernah berjanji kepada burung, untuk menyihir api, menjadi pohon - Sapardi Djoko Damono
1
1