rio retweeted
“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya.”
Ibumu Ibumu Ibumu, lalu Ayahmu.
rio retweeted
Ini 1 hal saya diingetin karena nonton film “Gohan”:
Hewan, termasuk kucing, dan di film ini, anjing, energi presence-nya, sadar penuh hadir utuh di sini-kininya lebih besar daripada manusia. Kita manusia seringnya lebih didominasi pikiran masa lalu dan masa depan.
Hewan itu ego, diri konseptual ciptaan pikirannya, sense of self-nya, keakuan, rasa “aku”nya nggak sebesar kita manusia. Jadi binatang lebih berada di dimensi being, God’s being.
Sehingga hewan nggak kayak manusia yang menyimpan dendam bertahun-tahun, memikirkan masa depan terus-menerus, sibuk membangun identitas diri. Hewan lebih hadir sepenuhnya, just be pada apa yang sedang terjadi.
Karena itu, banyak orang merasa sangat damai saat bersama hewan. Karena energi presence hewan secara alami ngajak kita keluar dari pikiran (doing) dan kembali ke momen saat ini (being).
Hewan, kucing, anjing, sering jadi “guru kesadaran, be present” yang nggak ngajarin pake kata-kata.
Hewan, kucing, anjing, lebih bisa sederhana, sekadar hadir utuh, just be, menemani kita.
Sesungguh-sungguhnya cinta itu justru nggak berupa kemewahan. Tapi berupa kesederhanaan, yaitu ngasih kesadaran penuh kehadiran utuh untuk orang yang kita cintai.
Dan itulah yang sering diberikan seekor hewan, kucing, anjing kepada kita manusia ❤️















