Rian DL aja retweeted
GUYS JANGAN STOP RETWEET DAN LIKES SEMUA KONTEN SOAL DEMO HARI INI BIAR ALGORITMANYA GAK BERANTAKAN 😭‼️
MERINDING BANGET liat temen-temen Trisakti hari ini, aku doain semoga nasi kalian selalu anget dan sehat-sehat semuanya 😭🫰🏻
#IndonesiaSadar
Hai teman-teman. Adakah diantara kalian yang mau ikut program #JumatBerkah tanggal 09 Oktober 2026?
Yang akan dibagikan adalah 3 Potong Kue/Nasi Box untuk para Penyapu Jalan, OJOL atau Pemulung di area Rawasari/Pramuka.
Berapapun sumbangan kalian, akan diterima. ❤️❤️
Rian DL aja retweeted
NAIKKAN GAJI KAMERAMENNYA SERU BANGET WOI, SUKAAA 😭🤣
“aduh..kaki saya kejepit pak”
“disini banyak minuman alkohol pak”
“woi kamera saya rusak pak”
jujur greget banget liat petugas ombudsman dihalang-halangi mulu. kayakk….itu lagi menjalankan tugas woi, ketahuan banget lagi menutup-nutupi bangkai.
untung ibunya langsung gercep masuk, disinilah memang pentingnya peran perempuan 😌
btw jadi ingat film joko anwar 😃☝🏻
#Ombudsman #LapasCibinong
Hai warga X boleh minta rekomendasi utk Kost"an sekitar area Setiabudi-Sukajadi Bandung, dengan budget under 1Juta. Terimakasih
Trenggiling kerap diburu meskipun sisiknya tidak terbukti memiliki manfaat medis. Padahal, mamalia ini berperan sebagai pengendali hama dengan memakan semut dan rayap. Jika trenggiling punah, ekosistem kita pun kehilangan pelindung alaminya.
Sumber: DW TV
#trenggiling #mamalia
Rian DL aja retweeted
Kisah Abah Sarnuh, Nyalakan Rumah dengan Listrik Nol Rupiah Tanpa PLN
Baca di bandung.kompas.com/read/2026…
Hai teman-teman. Adakah diantara kalian yang mau ikut program #JumatBerkah tanggal 19 Juni 2026?
Yang akan dibagikan adalah 3 Potong Kue/Nasi Box untuk para Penyapu Jalan, OJOL atau Pemulung di area Rawasari/Pramuka.
Berapapun sumbangan kalian, akan diterima. ❤️
#TIPS
Buat yg ga pernah olahraga, tp pengen mulai, km tu ga harus lgsg ke gym/lari 5 km
Coba mulai gini dulu:
- jalan kaki ~30 menit/hari, 3-4x seminggu
- pilih naik tangga/eskalator drpd lift
- beli dumbbel sepasang, angkat beban deh di rumah
Yg simpel2 dulu krn olahraga tuh yg penting adalah DILAKUKAN!
Salah satu masa ketika orang berduit gabisa pake duitnya utk membeli ini itu di rumah sakit adalah saat COVID-19
Bener2 pemandangan duit udh ga ada harganya ya era pandemi.
Mau setajir apa pun, lu ga bisa membeli kamar ranap atau ruang ICU klo kamar tsb penuh.
dan itu ngeri :(
Rian DL aja retweeted
Lembaga Kesejahteraan Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta menjalankan program kupon makan gratis sejak 2017 untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi selama kuliah.
Setiap penerima bantuan mendapat 30 kupon makan untuk satu bulan. Satu kupon senilai Rp 10.000, bisa ditukar makanan maupun membeli sembako di warung mitra sekitar kampus.
Pihak kampus menyebut kupon makan gratis dibangun atas semangat solidaritas, yakni kesadaran untuk saling menopang ketika ada yang sedang mengalami kesulitan.
“Solidaritas itu berasal dari pengakuan bahwa kita semua rapuh, tapi bisa hidup bersama dan saling mengisi. Jadi bukan memperdaya, tapi memberdayakan,” ujar Kepala LKM Sanata Dharma, Romo Andreas Setyawan kepada Kompas.com, Senin (25/5/2026).
Kreatif: Blanka Rahel Maretha Joanne
Produser: Elizabeth Ayudya Ratna Rininta
~R #Yogyakarta #Pendidikan
Rian DL aja retweeted
Videonya lagi rame nih.
Jurinya yg budeg, malah pesertanya yg di salahin artikulasinya kurang jelas lah. Selalu ada cara buat cari pembenaran ya🤭
Pantes ga pernah dengerin rakyatnya.
Jangan emosi ya nonton videonya.
Rian DL aja retweeted
Juara yg sesungguh nya, pembentukan mentalitas, berani bersuara ketika tertindas,✍️🔥
Rian DL aja retweeted
Ghost in the Cell adalah penampilan akting pertama Magistus Miftah. A star is born.
Rian DL aja retweeted
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.


























