my coolest mom❤️ berdedikasi tinggi utk kerjaan dan ttp jadi ibu yg terbaik utk anak2nya.. i love you forever mami
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Jakarta kehilangan seorang perempuan hebat. Kabar duka ini diterima saat kami sedang berada di Beijing.
Di masa awal bertugas di Jakarta, saya datang ke eksebisi di UI yg diikuti Pemprov DKI dan melihat gerai Pemprov dirancang begitu kreatif serta dijaga oleh para CPNS yg terlatih dan bersemangat. Jauh dari kesan kolot pemerintahan. Saya tanya, siapa yg merancang ini?
Itulah pertama kali berkenalan dgn bu Atika Nur Rahmania. Bu Tika kami memanggilnya. Saat itu ia pejabat level menengah, jabatan yg di bawah kemampuan sebenarnya. Sejak itu, kami mempercayakan amanah sbg Kepala Dinas Kominfotik, yg juga membina Jakarta Smart City.
Dalam masa tugasnya, JAKI lahir sbg super app, melampaui aplikasi pengaduan. Di saat COVID, ialah yg membangun portal informasi yg dijadikan referensi tiap harinya oleh masyarakat, dan jadi tempat warga Jabodetabek mendaftarkan diri utk mendapatkan vaksin dgn mudah. Ia ikut berjasa menyelamatkan banyak warga Jakarta.
Berbagai layanan digital Pemprov ia integrasikan ke dlm satu app. JAKI berkali2 mendapat global awards krn kepemimpinannya. Seluruh komunikasi Pemprov berjalan efektif atas usahanya.
Bu Tika bukan cuma produktif dlm karya, tapi jg hangat dlm hubungan kerja. Ia adalah “ibunya” anak2 muda di Pemprov DKI. Begitu murah hati pd semua, baik membantu urusan kerja maupun personal. Ia sering berkeliling bagi2 makanan pd sesama pegawai di balaikota, hanya krn ia suka berbagi dan tak mau melihat ada yg belum makan. Kerjanya membuat ia dihormati dan dikagumi, kehangatannya membuat ia disenangi dan dicintai.
Kemarin ia berpulang mendadak di tengah tugas, saat memberikan arahan sbg Kepala Bappeda Pemprov DKI pd para CPNS muda. Ia berpulang saat menjalani hal yg amat ia cintai, yaitu menjadi “ibunya” anak2 muda di Pemprov DKI. Satu berita duka yg bagi banyak orang begitu mengoyak hati.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya dan menempatkannya di sisi-Nya. Semoga keluarganya diberi ketabahan menjalani cobaan ini. Semoga jejak kerjanya terus memberi manfaat bagi warga Jakarta dan menjadi aliran amal jariyah yg tak henti2nya. Aamiin yra.
kalau kata temenku yang dermatologist di lyon, mau pake spf berapapun, re apply 2 jam sekalipun pertahanan terbaik dari matahari adalah pakaian.
pakaian dengan bahan polyester masih jadi yang terbaik, asalkan punya tingkat kerapatan konstruksi bahan yang baik, pembuktiannya bisa diangkat pakaian ke arah cahaya semakin sedikit cahaya yang masuk berarti bagus bahannya.
mungkin ini beberapa opsi baju buat olahraga yang 100% polyester
s.shopee.co.id/BV8k9nOva
s.shopee.co.id/3qOR6nKxFo
kemarin cobain naik tividi, dari solo ke malang dan sebaliknya. pas dari malang ke solo dapet kursi dengan modelan leg rest kek gini jujur ga nyaman sih buat yang tingginya diatas 168 ini dah pasti ga enak apalagi tinggi 170 an.
tapi pas balik dapet unit yang legrestnya lebih enak lebih proper lebih ramah tinggi 170. kemarin beli di traveloka dapet harga 170rb
btw izin ss kontennya ya @sabijugasi
coffeshop yang akan selalu kurekomendasikan pas lagi nemenin orang dari luar jateng pas main ke area solo jogja
sebagai orang yang bergerak bidang jasa, wajar banget bandingin harga tapi kalau songong terus hasilnya kek gitu mah plis belajar lagi deh
dekor nya ga sebagus dekor2 yang aku kumpulin ini sih
lagi rame di threads,
ada orang punya usaha dekor wedding dengan gamblang bilang dia gak mau ngasih pricelist, karna customer begitu cuma mau bandingin harga dan bahkan colong ide dan cari jasa dekor yg lebih murah.
dia jg bilang dengan pedenya customer yg tanya harga bukan market dia.
ehhh namanya netijen, dicek lah salah 1 hasil dekornya dan di screenshot di komen, dan berakhir di buli, bahkan ada yg bilang "ini mah siapa yg mau curi juga konsepnya??? 😅"
menurutmu wajar gak sih customer ngebandingin harga???
spot fotonya sama2 lebih banyak pintu sama bunga, tapi ada perbedaan diantara 2 tempat ini.
kampung batik kauman, spot fotonya lebih padet dan deket jadi ga perlu banyak jalan yang explore sampe masuk gang gang
sementara kampung batik laweyan, spotnya agak jauh2 ga sepadat kauman perlu explore lebih ke masuk gang gang. kalau mau jalan dan explore bisa dapet spot foto yang belum ada di tiktok
dari segi pengunjung lebih rame kauman mungkin karena letaknya berdekatan dengan slamet riyadi, jam yang enak buat ke kauman tuh pagi sementara laweyan sore.
aku sendiri lebih suka laweyan karena ga rame dan lebih bisa explore spot foto yang belum terekspos
sejujurnya yang dateng ke rumah beliau belum tentu termul sih, bisa jadi ya emang cari engagement buat sosial medianya
kebetulan kemarin sore aku naik grab, driver nanya “sudah ke rumah pak de” ku jawab dengan tegas “ga pernah” bapaknya kaget karena aku jawab penuh keyakinan. aku ga tertarik dan ga pernah tertarik kesana meskipun ada yang bilang belum tamat ke solo kalau belum pernah kesana, ya gakpapa aku ga akan pernah namatin solo juga biar selalu punya alasan kesana hehe
tapi kalau urusan jalan mau kemanapun kalau di solo tanpa gmaps pun aku bisa 😎
This quoted post is unavailable.
ga, bakal maju terus. dah pernah deket sama anak S2 kampus negeri sekarang ngajar di internasional school, pernah deket juga sama anak S3 kampus jogja itu malah makin kudeketin karena enak ngobrol sama orang pinter tuh dibanding ngomong sama orang bego apalagi voter 02
kurang setuju dengan ini sih, menyertakan nama daerah pasti enak. ini bisa ku bantah karena yang bawa embel embel bakso malang di jakarta itu banyak yang gaenak dan kurang sesuai





































































