Tangisnya terhenti, ia tidak lagi berteriak minta pulang sambil melihat awan yang menaungi dengan penuh kasih, kasih ilahiyah sambil menghirup minuman teh dinginnya. Usai aksi damai, sekitar jam tiga sore barulah turun hujan dengan derasnya.
Adakah bentuk cinta yang lebih baik pada anak dibanding cara menanamkan ruhul jihad kepada anak dan menggiring mereka pada kesadaran bahwa cinta Allah begitu besar kepada mereka, sehingga mereka harus menebusnya dengan jihad fi sabilillah.
Apalagi ia sudah mendambakannya selama puluhan tahun dan baru mendapatkannya di usia yang cukup senja. Namun Allah tengah mendidik Nabiyullah Ibrahim sekeluarga.
Anak saya, Rifky, 5,5 tahun bertanya tentang ‘yel yel’ yang kami teriakkan; “apa bu artinya: bi ruuh bi dam, nafdika ya Islam”.
Di sudut lain terlihat pula seorang kakek tengah mengajari cucunya yang berusia sekitar tiga tahun untuk rukuk dengan benar ketika shalat sambil menuntun bacaannya.
Namun tsiqqah billah menuntun Nabi Ibrahim dan Siti Hajar untuk tetap tegar melaksanakan semua perintah Allah yang sekilas tidak masuk akal dan terkesan kejam dan tega pada anak dan istri. Belum lagi perintah Allah yang berikutnya untuk menyembelih Ismail.
Fatimah Heeren Sarka, seorang mualaf wanita berkebangsaan Jerman menulis dalam artikelnya bahwa tahap-tahapan pendidikan yang harus diberikan kepada anak-anak muslim adalah sbb:
Namun mereka sadar itu adalah pengenalan dan pembiasaan sejak dini agar anak cinta kepada masjid dan sekaligus cinta ibadah.
