@textfor_i
iAccount based inIndonesia
About this account
- Account based in
- Indonesia
- Connected via
- Indonesia App Store
Account-level information from X, not a live location or the device used for a specific post.
but talk to who? | Kalo mau upload pic dr gw jangan crop watermark nya dong 🫵🏻
Joined October 2020
- Tweets34K
- Following814
- Followers12.4K
- Likes201K
Textfor retweeted
Tetap menambah kesibukan dan belajar menambah skill walaupun udah sibuk demi bertahan hidup🙏🏻✋🏻
Apalagi kalo ditambah ngerangkap kerjaan temen yang cuti + dikejar deadline + juga harus nyelesein kerjaan sendiri yg juga dikejar deadline sampe bikin Ngga sempet buka hp apalagi WA, berangkat batre hp 100% pulang masih 95%, makan siang aja ngga mood dan ngga kerasa lapar karena dikejar deadline didepan mata😭✌🏻
Tanda tersibuk kalian apa guys?
Textfor retweeted
Apalagi kalo ditambah ngerangkap kerjaan temen yang cuti + dikejar deadline + juga harus nyelesein kerjaan sendiri yg juga dikejar deadline sampe bikin Ngga sempet buka hp apalagi WA, berangkat batre hp 100% pulang masih 95%, makan siang aja ngga mood dan ngga kerasa lapar karena dikejar deadline didepan mata😭✌🏻
Tanda tersibuk kalian apa guys?
Textfor retweeted
Kalau potongannya setebal ini, dimasak utuh dulu memang bikin bagian luar sempat bikin crust sementara tengahnya masih juicy.
Setelah diiris, tiap sisi potongan dibakar lagi sebentar supaya permukaannya ikut kecokelatan tanpa bikin bagian dalamnya kehilangan terlalu banyak moisture.
Makanya hasil akhirnya masih pink tapi bagian luarnya tetap smoky dan caramelized.
Textfor retweeted
Banyak cewek yang kelihatan “kuat banget” di luar, padahal di dalam cuma lagi ngejar rasa aman. Bukan karena dia pengen jadi laki-laki. Tapi karena hidupnya lagi minta dia jadi orang yang nanggung beban, biar nanti dia bisa napas layaknya perempuan.
Otak manusia, terutama yang terbentuk dari pengalaman, biasanya nyari dua hal dulu: keamanan dan prediktabilitas. Sistem sarafnya terbiasa mode siaga. Kerja keras, mandiri, ngatur semuanya sendiri.
Yang bikin capek bukan cuma jam kerjanya. Capeknya karena peran yang dia mainkan beda sama yang dia butuhin. Di luar dia jadi provider, problem solver, orang yang nggak boleh lengah. Di dalam, masih ada bagian yang pengen diandalkan, diurus, dan boleh lembek tanpa takut ditinggal. Dua mode itu bentrok.
Psikologinya sering disebut role strain: satu orang nanggung dua ekspektasi yang saling tarik.
Makanya banyak yang bilang “aku harus kerja kayak cowok biar bisa hidup kayak cewek”. Artinya dia lagi ngebangun fondasi sendiri dulu. Uang, stabilitas, pilihan. Supaya nanti kalau ada yang datang, dia nggak terpaksa nerima cuma karena takut kelaparan atau takut sendirian. Bukan materialistis. Otaknya lagi nanya: ini orang beneran bisa nurunin beban, atau cuma numpang?
Tapi ada harga yang sering nggak kelihatan. Kalau terlalu lama di mode “gue harus kuat sendiri”, tubuh dan emosi bisa stuck di situ. Susah nerima bantuan. Curiga sama orang yang mau ngurus. Merasa bersalah kalau lagi nggak produktif. Itu bukan karena dia nggak feminin. Itu karena sistem keamanannya belum yakin boleh istirahat.
Jadi intinya bukan soal harus jadi laki-laki atau harus jadi perempuan. Otak cuma pengen satu hal: beban nggak ditanggung sendirian terus. Kalau itu belum datang dari orang lain, dia ambil sendiri. Sampai suatu titik dia bisa milih, bukan cuma bertahan