lumier (@liimeren) header
lumier (@liimeren) profile picture

πŸ€ trejo seventeen cortis hatuha skz tws wish zb1 bnd lngshot πŸ€ panggil aku lumi ✨ ayo berteman!

Joined January 2015
Photo by lumier (@liimeren)Photo by lumier (@liimeren)Photo by lumier (@liimeren)
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
6
7
346
lumier retweeted
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
5
6
258
lumier retweeted
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
6
7
253
lumier retweeted
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
6
7
382
lumier retweeted
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
6
7
337
lumier retweeted
Lol
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
6
6
79
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
6
7
327
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
5
6
281
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
6
7
267
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
4
5
260
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
4
6
331
lumier retweeted
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
7
8
340
lumier retweeted
Truques Úteis Que Ninguém Te Contou
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
8
9
274
lumier retweeted
Testei fazer fricΓ§Γ£o usando escova de aΓ§o
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
7
9
102
Ngimpi juhoon sama yuha ngopi di teras rumah gw 😭😭
1
69
lumier retweeted
SATISFYING
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
31
77
89
14,806
lumier retweeted
Just feeling something satisfying in this
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
1
8
9
115
lumier retweeted
So much waste just for perfection looks
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
190
122
200
67,920
lumier retweeted
γγ‚Œγ―γ¨γ¦γ‚‚ζΊ€θΆ³ζ„ŸγŒγ‚γ‚Šγ€γΎγŸθ¦‹γŸγγͺる。
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
1
5
6
272
ΠšΠ°ΠΆΠ΄Ρ‹ΠΉ ΠΌΠ°Π·ΠΎΠΊ Π»ΡŒΠ΅Ρ‚ΡΡ искусством
Ada satu jenis sakit yang rasanya beda dari yang lain. Bukan sakit saat semuanya memang lagi buruk, tapi saat kita sudah mulai bernapas lega, mulai percaya bahwa yang berat sudah lewat, lalu tiba-tiba kita balik lagi ke titik yang sama. Padahal selama masa tenang itu, kita sudah berusaha banyak. Belajar menerima, belajar melepas, belajar menata hati sedikit demi sedikit. Kita sempat berpikir, "mungkin akhirnya aku sudah baik-baik saja." Dan di saat harapan itu mulai tumbuh, kenyataan datang lagi dengan cerita yang sama. Yang bikin nyesek, rasanya seperti semua usaha kemarin jadi sia-sia. Kita mulai bertanya-tanya, "apa selama ini aku cuma jalan di tempat?" atau "kenapa harus terulang lagi?" Lelahnya dua kali lipat, karena kita harus merasakan sakit itu lagi sambil menghadapi kecewa pada diri sendiri. Tapi coba lihat dengan cara lain. Kembali ke situasi yang sama bukan berarti kamu mundur ke nol. Kamu yang sekarang sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah lebih paham, lebih tahu batas, dan lebih kenal apa yang bikin hatimu jatuh. Masa tenang kemarin juga bukti bahwa kamu bisa membaik, jadi kamu pasti bisa melewatinya lagi. Proses sembuh memang jarang lurus. Kadang maju, kadang mundur, kadang berputar di tempat yang sama. Itu nggak apa-apa. Yang penting kamu nggak berhenti dan nggak menyalahkan dirimu terlalu keras. Jadi kalau hari ini rasanya berat karena semuanya terulang lagi, izinkan dirimu lelah sebentar. Tapi jangan lupa, kamu pernah berhasil bangkit sebelumnya, dan kamu bisa melakukannya lagi.
1
5
6
82