Y thx
Some gifts are too sweet to be forgotten. They deserve a gentle place in the museum, a soft spot where their story can be kept forever, preserving the little memories that make them special.
padlet.com/taesannann/for-mi…
Museum Nganjuk retweeted
Brackets.xn--6ii
“Kini, ada empat koral yang mulai tumbuh dan bernapas di dasar samudera atas nama Chroniclers, Bastien Renoir, Irjangga Matisse, dan Samuel Cezanne. Mereka adalah simbol keseimbangan yang tenang; tumbuh perlahan, melewati waktu yang panjang, hingga akhirnya menjadi pondasi bagi kehidupan di sekitarnya.
Persis seperti Musée 01 yang selama ini perlahan terisi oleh makna, cerita, dan hal-hal berharga yang Mimus ajarkan kepada kami. Sebuah tempat yang tidak hanya sekadar berdiri, tapi juga memberi ruang bagi setiap jiwa untuk tumbuh dengan cantik.
Kami ingin dedikasi kalian tidak hanya menetap di ingatan kami, tapi juga tetap hidup dan bernapas di dasar samudera. With care and love, we hope these corals will be returned to the oceans as a legacy. Biarkan alam bernapas dan dicintai, sebagaimana kalian selalu merayakan kehadiran kami di sini setiap harinya.”
INI APA?
Ashey tersenyum hangat sesaat setelah Andrew menyelesaikan kalimatnya. Hatinya seolah masih tertinggal di sana—di momen ketika Rue dan Dane dengan tulus mengungkapkan seluruh isi hati mereka untuk kita semua.
Setelah menata kembali perasaannya, ia melangkah sedikit ke depan. Sorot matanya seolah masih sembab, sebelum akhirnya menyapa dengan lembut,
ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤ
“Selamat malam, semuanya! Kembali lagi bersama Ashey di sini.” Ia berhenti sejenak, senyum manisnya tetap terukir sambil menatap ke arah Chroniclers, seolah memastikan setiap dari mereka merasa disapa.
Mas mc dri awal acara sampe malem kok masih cakep aja
Keduanya kembali ke podium dengan bungkukan sopan sebagai tanda apresiasi.
“Terima kasih banyak untuk @kyyin dan @hrtzwavdanee atas pesan-pesannya yang sangat menyentuh. Semoga kita tetap bisa menjalin komunikasi dan pertemanan yang erat setelah ini, di mana pun kita berada.”
Andrew tersenyum, menyelesaikan ucapannya.
Museum Nganjuk retweeted
"Aku sangat senang bisa menjadi bagian dari chroniclers! Dan tentunya aku yakin teman-teman lainnya juga merasakan yang sama! Karena semua chroniclers juga keren! Aku senang bisa berteman sama kalian semua di sini. Tetap temenan selalu, ya!?"
Museum Nganjuk retweeted
"Sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih untuk para chroniclers yang menyempatkan waktunya untuk malam terakhir bersama rumah tercinta kita ini. Jujur saja, tadi aku sempat kepikiran mau kabur biar farewell dibatalkan. Karena siapa yang siap ditinggal rumah sekeren mimus!?"
Rue berhenti sejenak. Ia tersenyum ke arah seluruh ruangan, matanya sedikit berkaca, tapi senyumnya tetap hangat.
“Once again… thank you for everythingg yaa”
Ruangan kembali dipenuhi tepuk tangan. Rue melirik sejenak ke arah MC, dan menepi kesisi panggung.
Walaupun malam ini tuh fp. aku harap ini bukan bener-bener perpisahan. Bc after tonight. I hope nothing rlly changes between us. Aku harap kita masih saling interaksi yaa. Bc once a Chroniclers... always a Chroniclers, ritteee???
"OFC, the most special thanks to Chroniclers. Thank you for making this journey so beautiful, for every laugh, story, and moment we shared. Selama 5 minggu ini, we made memories, friendships, and this place feel like home. We made it, guys" ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Thank you for creating this home. Karena Mimus, kita belajar banyak hal & grow together in such a fun way. One of the most beautiful things about Musee01 is that you gave us a space to express ourselves through art, and I’m sure those moments will stay with us for a long time."
































