Museum Ciawi. retweeted
Andrew membalas senyuman Ashey dengan anggukan kecil yang sangat menghargai. Ia kemudian kembali menatap lurus ke arah audiens, seolah ingin memastikan setiap Chronicler dan Mimus merasakan ketulusannya.
“Dan saya, Andrew Leonard Vance. Sebuah kehormatan besar bagi saya bisa mendampingi perjalanan kalian sampai di titik ini. Terima kasih karena sudah menjadi bagian dari mahakarya yang bernama Musée 01.”
Andrew ikut membungkuk sopan, lebih dalam dari biasanya, sebagai tanda hormat terakhirnya. Begitu kembali tegap, ia menutupnya dengan satu kalimat singkat:
“Sampai bertemu di babak berikutnya, karena bagi kita, tidak ada cerita yang benar-benar berakhir di bawah langit Everblue. Selamat malam, dan tetaplah tumbuh dengan cantik.”
Terimakasih semua atas semua yang kalian berikan ke kami. Dengan keberadaan kalian aja kami udah senang, tapi kalian bisa se sosweet gini sama mimus. Makasih banyak yaa, sayang kalian Chroniclers sekebon. 😭🫰🏻
Andrew membalas senyuman Ashey dengan anggukan kecil yang sangat menghargai. Ia kemudian kembali menatap lurus ke arah audiens, seolah ingin memastikan setiap Chronicler dan Mimus merasakan ketulusannya.
“Dan saya, Andrew Leonard Vance. Sebuah kehormatan besar bagi saya bisa mendampingi perjalanan kalian sampai di titik ini. Terima kasih karena sudah menjadi bagian dari mahakarya yang bernama Musée 01.”
Andrew ikut membungkuk sopan, lebih dalam dari biasanya, sebagai tanda hormat terakhirnya. Begitu kembali tegap, ia menutupnya dengan satu kalimat singkat:
“Sampai bertemu di babak berikutnya, karena bagi kita, tidak ada cerita yang benar-benar berakhir di bawah langit Everblue. Selamat malam, dan tetaplah tumbuh dengan cantik.”
"Dengan ini, aku, Ashey Jeanne, selaku Master of Ceremony pada malam ini, izin pamit undur diri." Ashey lalu membungkuk sopan beberapa saat. Setelahnya, ia memiringkan tubuhnya sedikit ke arah Andrew, menatapnya sebentar dengan senyum, tanda penyerahan momen pamit kepadanya.
"Aku minta maaf dengan tulus jika ada salah kata atau perbuatan, yaa! Semoga malam ini selalu terkenang hangat di hati kita. Aku sayang banget sama kaliaan!" Ucapnya dengan santun dan penuh haru.
"Malam yang panjang dan indah ini sepertinya sudah akan benar-benar berakhir.." ucapnya dengan senyum yang seolah memudar, menundukkan sedikit kepala sambil menghela napas, sebelum melanjutkan,
Ucap Ashey dengan kalimat manis tersebut sebagai penutup sempurna untuk pidato Andrew. Dengan tatapan penuh hangat atas malam yang indah ini, ia kembali tersenyum sekali lagi sambil melihat dengan seksama ke seluruh hall, mencoba memaknai setiap momen ini di hatinya
“Hope the Coral Adopts on behalf of Chroniclers, Bastien Renoir, Irjangga Matisse, and Samuel Cezzane will be returned wholeheartedly to the earth and oceans. With care behind our small step to build a better world ahead, let nature breathe the way it was always meant to be.” 🤍
Museum Ciawi. retweeted
Brackets.xn--6ii
“Kini, ada empat koral yang mulai tumbuh dan bernapas di dasar samudera atas nama Chroniclers, Bastien Renoir, Irjangga Matisse, dan Samuel Cezanne. Mereka adalah simbol keseimbangan yang tenang; tumbuh perlahan, melewati waktu yang panjang, hingga akhirnya menjadi pondasi bagi kehidupan di sekitarnya.
Persis seperti Musée 01 yang selama ini perlahan terisi oleh makna, cerita, dan hal-hal berharga yang Mimus ajarkan kepada kami. Sebuah tempat yang tidak hanya sekadar berdiri, tapi juga memberi ruang bagi setiap jiwa untuk tumbuh dengan cantik.
Kami ingin dedikasi kalian tidak hanya menetap di ingatan kami, tapi juga tetap hidup dan bernapas di dasar samudera. With care and love, we hope these corals will be returned to the oceans as a legacy. Biarkan alam bernapas dan dicintai, sebagaimana kalian selalu merayakan kehadiran kami di sini setiap harinya.”
Dek...abang gak kuat dek...makasih banyak loh...*nangis kejer*
Museum Ciawi. retweeted
“Namun, kami merasa satu apresiasi saja tidak akan pernah cukup untuk merangkum semua kenangan yang sudah kita bangun bersama di sini. Untuk itu, izinkan kami mempersembahkan hadiah kedua—sesuatu yang akan terus hidup dan tumbuh sebagai simbol dari Musée 01: “Musée 01: Breathing in Everblue”
Replying to @suqchan
Replying to @suqchan
Museum Ciawi. retweeted
Replying to @suqchan
Museum Ciawi. retweeted
Replying to @Subbmusee
Museum Ciawi. retweeted
Yasha pun melangkahkan kakinya utnuk berdiri di tengah panggung sambil berusaha menyembunyikan rasa gugupnya. Ia pun tersenyum dengan manis dan menyapa.
"Selamat malam, semuanya! Siapa yang sudah mulai meneteskan air mata nih?" Ucap Yasha sambil tersenyum malu.
Rue berhenti sejenak. Ia tersenyum ke arah seluruh ruangan, matanya sedikit berkaca, tapi senyumnya tetap hangat.
“Once again… thank you for everythingg yaa”
Ruangan kembali dipenuhi tepuk tangan. Rue melirik sejenak ke arah MC, dan menepi kesisi panggung.
Walaupun malam ini tuh fp. aku harap ini bukan bener-bener perpisahan. Bc after tonight. I hope nothing rlly changes between us. Aku harap kita masih saling interaksi yaa. Bc once a Chroniclers... always a Chroniclers, ritteee???
"OFC, the most special thanks to Chroniclers. Thank you for making this journey so beautiful, for every laugh, story, and moment we shared. Selama 5 minggu ini, we made memories, friendships, and this place feel like home. We made it, guys" ucapnya dengan mata berkaca-kaca.






































