forget me not ๐ retweeted
Buat yang belum tahu, dulu Anies pernah membatalkan reklamasi Teluk Jakarta. Saat itu, ada seorang pria berkumis yang marah-marah dan bilang, "Mau siapa pun dia, ngomong ke sini yang benar. Saya nggak peduli dia siapa, jangan asal ngomong."
Setelah itu, mereka melakukan debat tertutup. Begitu kalah debat, pria berkumis tersebut langsung berbicara dengan nada lembut, "Saya kan sama Pak Anies teman, nggak boleh berantem, nggak boleh dendam. Pak Anies kan orang baik."
Kira-kira siapa pria berkumis itu? Petunjuknya, dia punya kekuasaan yang cukup besar.
forget me not ๐ retweeted
Surabaya? Ga kaget sih hehe
Monggo warga yg mau dateng ke tempatnya. Warga bantu warga ๐ค
#intinyadeh toko matcha nulis di Threads klo Prabowo lengser bakal siapin 50 cup signature matcha free buat warga Surabaya.
Google Maps jualannya langsung dibomb rating bintang 1 diduga ada pergerakan buzzer.
forget me not ๐ retweeted
Dulu ajudannya memberi arahan begini, sebelum bertemu : " Jangan kasih konsep-konsep yang tebal, Pak, Bapak tidak suka itu. Tidak akan dibaca".
Lalu kami tanya soal tol laut. Dia minta selembar kertas lalu dicoret-coret, yang tidak jelas dan tidak paham konsepnya seperti apa.
Kami dengan beberapa profesor dari ITB - pulang ke Bandung hanya nyengir. Proposal program yang sudah kami seminarkan tidak jadi kami berikan.
forget me not ๐ retweeted
Gue kira ini adegan pesawat hantu muncul dari dimensi lain. Ternyata Boeing 737 yang perlahan keluar dari kabut tebal. ๐ญโ๏ธ
Awalnya cuma kelihatan petugas darat dengan dua tongkat lampu merah. Beberapa detik kemudian, moncong pesawat muncul dari balik kabut, makin dekat, sampai badannya terlihat jelas.
Sinematik banget, kayak adegan pembuka film thriller Hollywood.
Tapi ada hal serius di balik pemandangan ini. Kabut tebal bisa mengurangi jarak pandang secara drastis. Di bandara, pergerakan pesawat dalam kondisi begini harus mengikuti prosedur khusus, bukan sekadar mengandalkan petugas yang melambaikan lampu.
Gue salut sama visualnya, tapi lebih salut sama orang-orang yang bekerja menjaga keselamatan penerbangan.
Menurut lo ini rekaman asli atau visual AI yang kelewat realistis?
forget me not ๐ retweeted
Biasanya rumah subsidi itu kalau gak rusun padat yang gak keurus, ya rumah mungil yang dibuang puluhan km dari kota.
Tapi kota ini justru bikin hunian sosial di pusatnya.
Tiap apartemen wajib sediain unit subsidi biar bisa dihuni semua kalangan.
Bentuk fasadnya rapi kayak balok lego. Masing-masing punya tamannya sendiri.
Lantai dasarnya dibuat tembus, jadi courtyard-nya bisa dinikmati warga umum.
Gak heran ia dijuluki sebagai kota paling livable di dunia.
A thread ๐งต by Narasi Visual๏ฟผ
forget me not ๐ retweeted
Padahal bisa, "mas Floor Director, bisa dibantu...." (Misal ga hapal namanya). Kan dia tau tuh masnya sebagai FD. Mannernya sebagai Jurnalis dimana mba? This shows how u respect people.
forget me not ๐ retweeted
Ada prinsip namanya Parsimoni, yaitu metodologi berpikir yang menyatakan penjelasan paling sederhana adalah yang paling mungkin.
Menurut saya dibandingkan sabotase, penjelasan paling sederhana dari kejadian2 di negara kita adalah inkompetensi pemerintah.
HIPOTESIS PROF MAHFUD MD SANGAT LOGIS.
Coba bayangin, negara dengan SDA sekaya dan size ekonomi segede Indonesia, tiba-tiba ngalamin rentetan peristiwa dalam waktu berdekatan:
โข Blackout listrik di Batam
โข Kelangkaan BBM di Bali
โข Karhutla yang gak beres-beres
โข Rupiah melemah & IHSG ambruk
Buat negara selevel kita, kalau semua ini diklaim terjadi secara "alami" dalam hitungan bulan, jujur itu anomali banget sih
forget me not ๐ retweeted
Negara menjajah ratusan tahun, ngasih gratis visa aja kagak. Beasiswa dikit banget. Padahal jalanan mereka aja dibangun pake duit org Indonesia demi bisa merdeka. Ga belajar dr sejarah, masih aja ngerayain VOC jadi masa kejayaan. Klo di bandara, masih aja memperlakukan buruk.
forget me not ๐ retweeted
Rela nombok biaya perkara lebih dari 3jt rupiah demi tiket seharga 500k, tindakan nekat atau perjuangan hak konsumen?
Mas Gerry Prayudi mendaftarkan gugatan perdata terhadap PT KAI di Pengadilan Negeri Bandung. Gugatan itu dipicu pembatalan sepihak perjalanan KA Brantas oleh pihak perkeretaapian pada hari keberangkatan.
โKetika hendak mengurus hak pengembalian tiket, aplikasi KAI Access sempat bermasalah dan stasiun dalam kondisi semrawut. Setelah beberapa hari tertunda, permohonan pengembalian dananya di Stasiun Solo Balapan langsung ditolak sistem karena melewati tenggat sepihak tujuh hari.
โUpaya mediasi di lembaga sengketa konsumen sempat kandas karena pihak operator menolak melanjutkan proses.
Namun setelah perkara didaftarkan ke pengadilan, barulah muncul surat penawaran kompensasi berupa voucer perjalanan yang akhirnya ditolak penggugat.
โKalau kalian berada di posisi yang sama, bakal milih ikhlas atau maju menuntut keadilan seperti ini?





































