Gue jual semua yang gue punya. Semua coin yang gue punya udah abis. gue bener-bener keluar dari market crypto, udah gak kuat lagi. Dumping agresif, manipulasi, semuanya terlalu gila. Crypto udah selesai. Gue keluar. Senang bisa kenal kalian semua, hidup punya mimpi, masing-masing indah.
Izin pamit dari industri ini 🙏
Jujur sekarang saya linglung bang , badan juga gemeteran, crypto itu sadis... Cry = Nangis, penuh kesedihan
Pesan saya buat yg belum pernah main2 di crypto sebaiknya jangan gegabah, belajar dari pengalaman saya bang
Mohon maaf buat teman2 disini kalau ada yg tersinggung oleh kata2 saya
Sampai jumpa, saya ingin pensi, kalian mending CL,,, Alt season kita nyatakan telah berakhir.
🙏🙏🙏
Waktu dan tempat saya persilahkan mz @yepzXBT awokawok ~
Pengisian tenaga dalam dulu kawan.
Btw nasi, telor dadar set sambel lalap, es jeruk harganya 13k. Murah apa mahal kira²?
Peter Ipung retweeted
saya bangun CVC dari awal emang 100% free, tepatnya pas era airdrop Solana.
niatnya emang sesimpel seneng sharing play degen highrisk, bukan cuma airdrop doang.
Bahkan 5.000 NFTnya kita bagiin gratis, ada juga yang kita berikan akses secara free waktu meetup, contohnya ; @Bagas_Anuraga , @cipherr_exe , @nicholasjasons_ dll yang gabisa kami tag karena gatau X nya
Kalo ada yang ngira saya jualan atau nyari untung, fiks kalian kemakan hoax 😹
Kenapa aksesnya harus pake NFT?
Simpel: buat ngefilter tuyul sama silent reader.
Royalti dari OpenSea juga receh, cuma kepake buat nambal biaya server.
bahkan ketika :
1. Member cair admin nggak pernah minta sepeser pun, bisa ditanya sama mereka.
2. Jauh sebelum narasi AI Agent viral kayak sekarang, kami udah ngasih arahan dari nol.
Hasilnya? Member makin jago, mandiri, loyal, dan komunitasnya jadi super solid.
Kenapa materi degen/memecoin nggak dilempar ke grup Finder?
Kalian kira konten highrisk begitu bisa diterima mentah² di grup airdrop umum?
Jelas enggak, segmentasi dan mindsetnya beda.
Peter Ipung retweeted
GINI YA GUE KASIH PAHAM!!!!
DI KOREA GAJI 2 JUTA WON AIR MINERAL 300 WON
IBARAT DI INDONESIA GAJI 2 JUTA AIR MINERAL ((HARUSNYA)) 300 PERAK
Gemini 3.8 Flash joined the chat ~
Nanti liat karya-karya sepuh buat bahan referensi dan revisi. Sekarang turu.
Peter Ipung retweeted
#INDONESIASADAR
Halo, UI dan Indonesia!
Indonesia Sadar!
Sadar Dibungkam,
Sadar Dibohongi,
Sadar Dibakar,
Sadar Diperas,
Sadar Dipalak,
Sadar Dibodohi,
Sadar Dimiskinkan.
Kami sadar dan akan melawan!
Baru ngeh, join event Vikey kemarin dikasi surprise coy. Tengkiyu loh ya, buat nambah-nambah mecut mmc - my model cina ~
Bang lu asikk bg ~
update #demo 28 oktober 2026
hiburan untuk parcok, dikasih atraksi sepeda muter. rakyat indonesia selucu ini jir. 😭😭
Part 3 perjalanan gw belajar motion graphic dengan AI agent.
Yang perlu diketahui:
- Motion graphic ini dibuild menggunakan Hyperframe.
- Fungsi dasar Hyperframe adalah menganimasikan kode program, lalu dirender menggunakan FFmpeg. Fungsinya nggak jauh berbeda dengan Remotion, hanya beda bahasa pemrograman karena Hyperframe mengedepankan HTML-first.
- Untuk menulis kode programnya, sebetulnya ngga butuh model se-powerful Labs OpenAI ataupun Anthropic, cukup model mid dan user yang paham flow dan storyboard.
- Tapi ini membutuhkan pemahaman dasar bagaimana CSS dan JavaScript bekerja karena menggunakan model yang mid.
- Motion ini dihandle oleh Gemini 3.8 Flash low sebagai eksekutor kode, Elevenlabs jadi dubber, Hyperframe as framework dan FFmpeg supaya proses render bisa berkomunikasi dengan GPU.
- Selain itu, taste dalam design juga berpengaruh besar dalam pembuatan motion.
Intinya, bikin motion graphic yang bagus ngga harus bergantung pada model AI yang paling powerful. Dengan model mid, pemahaman dasar coding, flow dan storyboard yang jelas, serta taste design yang baik, kita udah bisa menghasilkan motion graphic yang udah cukup bagus.
Masih banyak PR nya, jadi sampai jumpa di part selanjutnya ~
Ini part 2 perjalanan gw belajar motion graphic powered by AI. Kalau di part 1 kemarin gw masih jadi warga mendang-mending yang baru belajar generate motion dari dasar, kali ini gw mulai mencoba build skill buat mengurangi tingkat slop-nya lewat project yang gw kasih nama Kinetic Studio.
Seluruh prosesnya masih pakai API dari Vikey dengan langganan Token Pro Plan. Hasilnya masih butuh banyak fine-tuning, tapi kalau dibandingin sama part 1, menurut gw udah jauh lebih better. Untuk sekarang gw sengaja belum masukin sound effect, music, dan elemen tambahan lainnya karena pengen fokus memahami motion-nya dulu, mulai dari workflow sampai detail implementasinya.
Untungnya, karena sebelumnya udah sedikit paham coding, gw lumayan bisa ngikutin alur pengerjaan, memahami limitasi model, dan mencari tahu bagian mana yang perlu diperbaiki ketika hasilnya belum sesuai ekspektasi. Jadi, proses belajarnya terasa lebih masuk akal karena gw bisa ikut memahami apa yang terjadi di balik layar.
Hal yang cukup menarik dari eksperimen kali ini adalah ternyata gw nggak harus langsung pakai Opus yang harganya relatif mahal buat menghasilkan motion seperti ini. Model yang lebih murah dari Vikey pun ternyata bisa menghasilkan output yang cukup menjanjikan. Dari pola penulisan kodenya, pendekatannya juga mengingatkan gw sama Kimi Code, walaupun gw belum bisa memastikan model apa yang sebenarnya digunakan.
Gw sendiri cukup menikmati proses eksplorasi kayak gini karena jadi punya kesempatan buat memahami kemampuan setiap model sekaligus belajar mengoptimalkan resource yang ada. Memang konsekuensinya pengerjaan jadi lebih lama karena harus banyak trial and error, evaluasi hasil, dan fine-tuning secara bertahap, tapi menurut gw pengalaman yang didapat selama proses itu sepadan dengan waktunya.
Masih banyak yang perlu dibenahi dari Kinetic Studio, dan gw penasaran sejauh mana project ini bisa dikembangkan kalau workflow-nya udah makin matang. We'll see how far this goes.
Kemarin gw mencoba booking call 1 on 1 for first time untuk ngobrol dengan bg @fierzafajri.
Gw seneng sih ada sesi yang kayak gini, semalem ngobrol banyak dan dapet insight² menarik yang sayangnya ngga bisa gw share.
Gw kasih rate 10/10 soalnya berani ngehantam ego gw. Dari situ gw sampe merenung hingga sore ini.
Jika dikasih kesempatan lagi for next season for progress, gw pastiin bakal booking lagi sih. Shout out to Mr. @fierzafajri thanks for a lot advice, mata gw jadi kebuka lebar, banyak hal yg harus gw benahi dan worth to try.
Anyway, program ini gratis didedikasikan oleh beliau. Cek post nya untuk detail selengkapnya.
Thx ~
Minggu lalu, tidak sebanyak biasanya memang, tapi kayaknya memang udah jadi jalan Tuhan supaya gw belajar bahwa setiap cerita ada bahagia dan sedihnya masing-masing. Semuanya punya bobot yang layak di apresiasi karena kita sudah bertahan dan bersyukur di saat yang bersamaan.
Jadwal masih tersedia hingga akhir bulan ini (lanjut buka sampai akhir tahun gak?), jadi kalian masih bisa book di jam-jam yang sudah di sediakan.
See you!
Peter Ipung retweeted
Orang yang empati cenderung memiliki risiko depresi yang lebih tinggi?
Ini temuan menarik sih, karena kesannya gak nyambung ya.
Tapi penelitian menunjukkan bahwa pada fase depresi berat, aktivitas saraf di area yang mengatur empati di otak terbukti lebih tinggi. Sebaliknya, saat depresi sudah teratasi, aktivitas di bagian otak tersebut cenderung menurun.
Rasa empati yang lebih tinggi, membuat kita bisa lebih merasakan penderitaan orang lain, yang berujung pada perasaan tidak nyaman dan beban bagi kita. Kondisi tersebut diduga berhubungan dengan munculnya depresi.
Penelitian ini masih fase awal, butuh penelitian lebih lanjut untuk mencari hubungan sebenarnya antara depresi dan rasa empati.
Semoga bermanfaat!
Sumber Ilmiah:
Downsides to the empathic brain? A review of neural correlates of empathy in major depressive disorder


































