MBDW retweeted
Blok M bisa dibilang rumahnya mall-mall anti-mainstream.
🅿️ Blok M Plaza → sirkulsai 7 lantai pakai amp ala parkiran
🚌 Blok M Hub → mall tersembunyi di bawah halte bus
🎎 Blok M Square → terkenal gara-gara ruko di depannya & burespang
Bahas Desain
MBDW retweeted
Di negara Blok M, kamu bisa jalan-jalan di Mall Bawah Tanah, hunting buku bekas seharga cuma 10 ribu, sampai nungguin Burespang alias Bubaran Restoran Jepang.
Kenapa di kawasan ini banyak Mall anti-mainstream? Gimana caranya Blok M bangkit dari kubur setelah sempat sepi di era 2000-an?
ArchiStory
MBDW retweeted
Kenapa pasar yang dulunya dirancang eksklusif buat orang Eropa bisa jadi tempat bertetanggaan Pecinan dan Little India?
Bentuk ruko di Pasar Baru justru membuatnya jadi kawasan yang adaptif terhadap penghuni yang beragam.
ArchiStory
MBDW retweeted
Kenapa resto legend kayak Bakmi Gang Kelinci dan Bakmi Aboen nyempil di gang sempit?
Susunan ruang di Pasar Baru justru jadi rahasia sukses para kuliner yang udah bertahan lebih dari setengah abad ini.
ArchiStory
MBDW retweeted
Ada klenteng yang nyempil di tengah gang di pusat kota Jakarta.
Padahal waktu awal dibangun, lokasinya masih sawah kosong.
Usianya udah 3 abad lebih.
Kalau kamu pernah makan bakmi Gang Kelinci dan bakmi Aboen di Pasar Baru, kamu pasti pernah lewat gedungnya.
ArchiStory
MBDW retweeted
Dari yang awalnya gedung tua angker, sekarang jadi kantor + galeri yang hidup.
Di samping gerbang Pasar Baru, ada gedung Antara Heritage Center.
Proses renovasinya ternyata banyak tantangannya.
Jalanannya cuma 3 meter dan depannya Kali Ciliwung. Truk molen gak bisa masuk. Adonan mesti diangkut manual dari jalan raya.
Tiang pancang gak bisa dipakai. Getarannya berisiko meruntuhkan bata berusia satu abad.
Tapi hebatnya, ia malah mempertahankan arsitektur aslinya.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Pada 1733, separuh orang Eropa di Batavia TEWAS gak sampai setahun setelah mendarat.
Batavia sampai dijuluki Kuburan Orang Belanda.
Kanal yang dangkal jadi sarang nyamuk. Daendels mundur ke Weltevreden di Selatan.
Dari situ, lahir pusat perbelanjaan baru yang masih digunakan sampai sekarang.
Namun ada yang ANEH.
Gapura merah gede di Pasar Baru itu bukan bangunan peninggalan. Dibangun tahun 2000 demi pencitraan wisata.
Ironinya, bangunan berusia lebih dari seabad kayak Toko Kompak justru terabaikan.
MBDW retweeted
Jadi ceritanya, ada gedung tua yang nyaris tenggelam di Kali Ciliwung.
Posisinya lebih rendah dari saluran air kota, jadi mau gak mau harus dipompa terus biar air gak masuk.
Gedung Filateli di Pasar Baru udah ada sejak abad 19, dirombak arsitek Van Hoytema jadi gedung Art Deco beratap kaca, sebelum akhirnya sepi kayak kebanyakan kantor pos.
Tahun 2021 ia hidup lagi sebagai Pos Bloc lewat adaptive reuse: bangunannya dijaga, isinya diganti, sekat kiosnya bisa dilepas tanpa melukai gedung.
ArchiStory
MBDW retweeted
Pasar Papringan yang sekarang terkenal ini ternyata dulunya pernah gagal gara-gara konflik sosail dan over-komersialisasi.
Akhirnya, sekarang dia cuma dibuka 2x sebulan, di Minggu Pon dan Minggu Wage.
Buat transaksi di sini juga gak bisa pakai sembarang duit, melainkan wajib pakai keping bambu yang dinamai "Pring."
Tempatnya didirikan di kebun bambu yang dulu dianggap gelap dan kumuh.
Seluas 3.500 m2, gak ada satu bangunan beton pun di sini buat menjaga resapan air.
A thread 🧵 by Narasi Visual
MBDW retweeted
Kedai Filosofi Kopi di Blok M itu ternyata awalnya ruko terbengkalai yang dijadiin set film.
Selesai shooting, kedainya malah dibuka permanen beneran.
Ada juga film Bakal Lokasi Mejeng (1990) yang motret kesenjangan sosial para remaja di ibukota.
Terus, lagu Lintas Melawai (1987) merekam fenomena anak muda tahun 80-an yang jalan-jalan naik mobil mewah, tapi malah gak pernah belanja.
Gimana Blok M bisa jadi ikon pop culture lintas generasi?
A thread 🧵 by Narasi Visual
MBDW retweeted
Pas ke Blok M kemarin, kami ngunjungin pameran di M Bloc.
Tapi kok pas masuk isinya sampah? Acara apaan sih ini? 🤔
Ternyata ini bukan sampah sembarangan, melainkan sampah yang udah di “Daur Rupa” oleh para desainer ♻️
Kalau penasaran, langsung aja dateng ke pameran M Bloc Design Week weekend ini ya!
Bahas Desain
MBDW retweeted
Kawasan kota lama Surabaya ternyata menyimpan banyak KONTRADIKSI.
Dulu ia jadi benteng pemisah etnis. Hari ini, ia ditata ulang.
Kabel di koridor Rajawali ditanam ke underground ducting, fasad bangunan kolonial pun bersih. Pengunjung bisa keliling zona Eropa naik mobil listrik.
Tapi, dari 251 PKL yang direlokasi ke Serambi Ampel, cuma 142 pedagang yang bertahan jualan.
Jadi kita lagi merawat sejarah kotanya, atau cuma bikin romantisme visual dari kawasan tua?
A thread 🧵 by Narasi Visual
MBDW retweeted
btw soal keterlibatan M Bloc Group dalam revitalisasi ruang kreatif, contoh lainnya adalah Lokananta Bloc. tempat ini sejujurnya diabaikan sampe akhirnya 2022 muncul gerakan #savelokananta dimana ada keterlibatan glenn fredly juga, Lokananta yang merupakan studio rekaman dan pabrik piringan hitam pertama Indonesia akhirnya direvitalisasi tahun 2022, dan dibuka lagi 2023.
peran M bloc disini sebagai pengelola operasional, sementara untuk arsitek dikerjakan oleh mas andra matin, orang yang sama yang mengerjakan akuatik gbk. M bloc mengubah lokananta menjadi creative and commercial hub beberapa fasilitas didalamnya ada museum arsip musik, studio rekaman, amphitheater/venue pertunjukan, F&B, gerai UMKM, record store, dan ruang komunitas.
Ada lahan cagar budaya seluas 1,4 hektar yang terbengkalai di tengah kota Jogja.
Bukannya dibongkar, ia malah dipertahankan.
Struktur baja hollow kuning cerah didirikan buat memugar tanpa merusak bangunan aslinya.
Pohon beringin tua dan pendopo jadi ruang komunalnya.
Beda dengan M Bloc Group di Jakarta, JNM Bloc gak memaksakan tata ruang padat ala Blok M ke dalam kebudayaan khas Jogjakarta.
A thread 🧵 by Narasi Visual
MBDW retweeted
Bali ternyata juga punya "Blok M"-nya sendiri.
Sejak tahun 70an, kawasan Gajah Mada jadi tempat gaul para muda-mudi.
Tapi yang membuatnya spesial justru akulturasi arsitektur Bali + Kolonial + Tionghoa.
Dengan selasar buat pejalan kaki yang nyaman di bawah ruko, kolom-kolom ornamen bata merah Bali.
Dari Kopi Bhineka Djaja yang udah berdiri dari 1935 sampai kafe Nadhi Heritage.
Ruko-rukonya sempit namun memanjang ke dalam.
A thread 🧵 by Narasi Visual
MBDW retweeted
Baca kata "M Bloc" aku jadi teringat salah satu bangunan Heritage di Medan. Namanya Pos Bloc, yang dulunya adalah Kantor Pos Medan zaman kolonial yg didirikan pada tahun 1911 silam.
Konsepnya sama, dijadikan sebagai ruang kreatif publik multifungsi yg memadukan pelestarian sejarah dengan gaya hidup modern.
Di dalamnya ada pusat dan ekonomi kreatif, ruang seni dan budaya, juga wisata edukasi dan hangout spot.
Masuk kedalam gedung ini seakan kembali kemasa lalu dengan gaya kehidupan modern sekarang.
Ada lahan cagar budaya seluas 1,4 hektar yang terbengkalai di tengah kota Jogja.
Bukannya dibongkar, ia malah dipertahankan.
Struktur baja hollow kuning cerah didirikan buat memugar tanpa merusak bangunan aslinya.
Pohon beringin tua dan pendopo jadi ruang komunalnya.
Beda dengan M Bloc Group di Jakarta, JNM Bloc gak memaksakan tata ruang padat ala Blok M ke dalam kebudayaan khas Jogjakarta.
A thread 🧵 by Narasi Visual
MBDW retweeted
Ada lahan cagar budaya seluas 1,4 hektar yang terbengkalai di tengah kota Jogja.
Bukannya dibongkar, ia malah dipertahankan.
Struktur baja hollow kuning cerah didirikan buat memugar tanpa merusak bangunan aslinya.
Pohon beringin tua dan pendopo jadi ruang komunalnya.
Beda dengan M Bloc Group di Jakarta, JNM Bloc gak memaksakan tata ruang padat ala Blok M ke dalam kebudayaan khas Jogjakarta.
A thread 🧵 by Narasi Visual
MBDW retweeted
Tahun 1733, nyaris 50% orang Belanda yang mendarat di Batavia meninggal dalam setahun gara-gara wabah Malaria.
Penyebabnya bentuk kotanya. Batavia niru kota di Belanda dengan kanalnya, endapan Ciliwung membuat airnya jadi dangkal dan diam.
Akhirnya, tahun 1808, Daendels memindahkan kota 5 km ke selatan, ke Weltevreden.
ArchiStory
MBDW retweeted
Makasih banyak Pak @MasJacob dan MBDW yang udah mengundang kami!
Pamerannya keren BANGET!
Ini bukan paid promote ya! Kami shout out karena memang acara dengan tema seputaran ruang kota, desain inklusif, sejarah urban, sampai sustainability sering kali masih eksklusif buat kalangan pelaku industri aja.
Makanya penting banget untuk disebarkan ke khalayak luas melalui acara-acara di ruang publik.
Oh ya ini tak cuma di Blok M, tapi juga di Pasar Baru, Medan, Surabaya, Yogyakarta, Solo, sampai Bali.
Acaranya sampai tanggal 1 November. Yuk mampir ya guys! 🙌
































